alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Komisi IV Tuntut Pengawasan Pelabuhan

BANJARMASIN – Indonesia belum mengenal lockdown. Tak ada kebijakan yang mengarah ke sana. Menjadikan negara ini rentan menghadapi pandemi virus corona. Artinya tak ada daerah yang dijamin aman, termasuk Banjarmasin.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Matnor Ali meminta pemko lebih waspada. Terutama terhadap pintu-pintu masuk kota ini. “Banyak pintu masuk utama yang mengarah ke Banjarmasin,” katanya.

Ancaman nyata datang dari perairan. Di mana banyak kapal-kapal yang bersandar di muara Sungai Barito. Datang dari berbagai wilayah di Indonesia dan sandar di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih.

“Mungkin saja tugboat atau kapal lain yang berlayar dari daerah zona merah infeksi. Bisa saja ABK-nya turun ke darat. Entah itu keperluan belanja atau beristirahat. Ini sangat rawan,” ucap politikus Partai Golkar itu.

Karena itu ia meminta Dinas Kesehatan Banjarmasin mengkoordinasikan Puskesmas Trisakti dan berkoordinasi dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk lebih waspada. Melakukan pengawasan ekstra terhadap kapal-kapal tunda yang berada di perairan Banjarmasin.

“Bagaimanapun kita harus berupaya mencegah sekecil mungkin potensi mewabahnya COVID-19 di Banjarmasin,” tegasnya. Intinya jangan abaikan kapal tunda.

Komisi IV juga meminta Dinkes untuk mengawasi pintu-pintu masuk lainnya. Seperti di Terminal Pal Enam atau Kayu Tangi Ujung.

Setidaknya pengawasan bisa dilakukan melalui puskesmas masing-masing wilayah. Agar ambil bagian memperketat pengawasan di pintu masuk kota.

“Puskesmas-puskesmas ini berada di pintu gerbang kota. Semuanya bisa dikoordinir untuk melakukan pengawasan dan pencegahan masuknya pembawa virus,” tuturnya.

Selain itu, Matnor meminta Dinkes membekali puskesmas di ketiga wilayah ini dengan alat pelindung diri (APD). Agar para mereka benar-benar aman dalam bekerja.

Bukan justru terpapar lantaran minim perlindungan. “Mereka adalah garda terdepan dalam penanggulangan virus corona,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KKP. Agar memperketat pengawasan.

Begitu juga dengan bandara. “Ini sudah kami koordinasikan,” ucap Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 itu.

Terkait APD, Dinkes juga sudah mempersiapkan. Sebagian masih dalam pengiriman. “Ini prioritas kami. Dokter dan perawat harus benar-benar terlindungi,” pungkasnya. (nur/at/fud)

BANJARMASIN – Indonesia belum mengenal lockdown. Tak ada kebijakan yang mengarah ke sana. Menjadikan negara ini rentan menghadapi pandemi virus corona. Artinya tak ada daerah yang dijamin aman, termasuk Banjarmasin.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Matnor Ali meminta pemko lebih waspada. Terutama terhadap pintu-pintu masuk kota ini. “Banyak pintu masuk utama yang mengarah ke Banjarmasin,” katanya.

Ancaman nyata datang dari perairan. Di mana banyak kapal-kapal yang bersandar di muara Sungai Barito. Datang dari berbagai wilayah di Indonesia dan sandar di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih.

“Mungkin saja tugboat atau kapal lain yang berlayar dari daerah zona merah infeksi. Bisa saja ABK-nya turun ke darat. Entah itu keperluan belanja atau beristirahat. Ini sangat rawan,” ucap politikus Partai Golkar itu.

Karena itu ia meminta Dinas Kesehatan Banjarmasin mengkoordinasikan Puskesmas Trisakti dan berkoordinasi dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk lebih waspada. Melakukan pengawasan ekstra terhadap kapal-kapal tunda yang berada di perairan Banjarmasin.

“Bagaimanapun kita harus berupaya mencegah sekecil mungkin potensi mewabahnya COVID-19 di Banjarmasin,” tegasnya. Intinya jangan abaikan kapal tunda.

Komisi IV juga meminta Dinkes untuk mengawasi pintu-pintu masuk lainnya. Seperti di Terminal Pal Enam atau Kayu Tangi Ujung.

Setidaknya pengawasan bisa dilakukan melalui puskesmas masing-masing wilayah. Agar ambil bagian memperketat pengawasan di pintu masuk kota.

“Puskesmas-puskesmas ini berada di pintu gerbang kota. Semuanya bisa dikoordinir untuk melakukan pengawasan dan pencegahan masuknya pembawa virus,” tuturnya.

Selain itu, Matnor meminta Dinkes membekali puskesmas di ketiga wilayah ini dengan alat pelindung diri (APD). Agar para mereka benar-benar aman dalam bekerja.

Bukan justru terpapar lantaran minim perlindungan. “Mereka adalah garda terdepan dalam penanggulangan virus corona,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KKP. Agar memperketat pengawasan.

Begitu juga dengan bandara. “Ini sudah kami koordinasikan,” ucap Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 itu.

Terkait APD, Dinkes juga sudah mempersiapkan. Sebagian masih dalam pengiriman. “Ini prioritas kami. Dokter dan perawat harus benar-benar terlindungi,” pungkasnya. (nur/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/