alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

"Lubang Hantu" Jalan Subarjo Mengganas

BANJARMASIN – Semakin parah kerusakan jalan di kawasan Gubernur Subarjo RT 13 Banjarmasin Selatan. Bahkan meluas. Tidak hanya rusak, juga bergelombang.

Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi “lubang hantu”, begitu warga dan para sopir menyebutnya, kerusakan sebelumnya hanya sekitar delapan meter. Sekarang bertambah panjang sekitar sepuluh meter lebih.

Warga setempat menuturkan kecelakaan makin sering terjadi. Tidak hanya siang, apalagi malam. Minim fasilitas penerangan. “Kalau malam jadi sering tak bisa tidur karena dengar ada kecelakaan,” ucap Iyan warga setempat.

Kondisi jalan seperti ini sudah berlangsung lama. Sejak Januari 2020 lalu. Pihak terkait memang sudah ada memperbaiki. Tapi, tak bertahan lama. “Hanya ditambal dengan batu dan semen,” katanya.

Iyan berharap ruas jalan yang rusak mendapat perhatian pemerintah daerah. Jika dibiarkan khawatir, kerusakan akan tambah semakin parah. Tidak hanya kerusakannya yang bertambah, juga tingkat kecelakaan di lokasi tersebut bakal meningkat.

Warga lainnya, Syaiful menghitung sudah ada lima kali terjadi kecelakaan dalam beberapa hari ini saja. Untungnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya luka-luka. Sebagian korban lebih memilih pulang untuk berobat sendiri. “Sebagian ditolong dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Sementara mengantisipasi kecelakaan kendaraan, Syaiful meminjam traffic cone milik sopir truk yang biasa mangkal di kawasan tersebut. “Kalau traffic cone diambil pemiliknya, mungkin nanti akan kami pasang pohon pisang,” cetusnya.(gmp/dye/ema)

BANJARMASIN – Semakin parah kerusakan jalan di kawasan Gubernur Subarjo RT 13 Banjarmasin Selatan. Bahkan meluas. Tidak hanya rusak, juga bergelombang.

Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi “lubang hantu”, begitu warga dan para sopir menyebutnya, kerusakan sebelumnya hanya sekitar delapan meter. Sekarang bertambah panjang sekitar sepuluh meter lebih.

Warga setempat menuturkan kecelakaan makin sering terjadi. Tidak hanya siang, apalagi malam. Minim fasilitas penerangan. “Kalau malam jadi sering tak bisa tidur karena dengar ada kecelakaan,” ucap Iyan warga setempat.

Kondisi jalan seperti ini sudah berlangsung lama. Sejak Januari 2020 lalu. Pihak terkait memang sudah ada memperbaiki. Tapi, tak bertahan lama. “Hanya ditambal dengan batu dan semen,” katanya.

Iyan berharap ruas jalan yang rusak mendapat perhatian pemerintah daerah. Jika dibiarkan khawatir, kerusakan akan tambah semakin parah. Tidak hanya kerusakannya yang bertambah, juga tingkat kecelakaan di lokasi tersebut bakal meningkat.

Warga lainnya, Syaiful menghitung sudah ada lima kali terjadi kecelakaan dalam beberapa hari ini saja. Untungnya tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Hanya luka-luka. Sebagian korban lebih memilih pulang untuk berobat sendiri. “Sebagian ditolong dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Sementara mengantisipasi kecelakaan kendaraan, Syaiful meminjam traffic cone milik sopir truk yang biasa mangkal di kawasan tersebut. “Kalau traffic cone diambil pemiliknya, mungkin nanti akan kami pasang pohon pisang,” cetusnya.(gmp/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/