alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Tes SKB Bisa April atau Mei

BANJARBARU – Peserta rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang dinyatakan lulus seleksi kompetensi dasar (SKD), nampaknya harus bersabar untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB). Pasalnya, penyelenggaraan SKB yang awalnya diagendakan Rabu (25/3) kemarin dipastikan mengalami penundaan akibat mewabah virus corona atau Covid-19.

Badan Kepegawaian Negara (BKN), melalui akun Instagram-nya @bkngoidofficial mengunggah pengumuman terbaru seputar penyelenggaraan SKB ini. Unggahan itu menyebutkan, SKB kemungkinan dilaksanakan pada akhir April atau awal Mei 2020, dengan tetap melihat perkembangan situasi yang ada.

“Rencana pelaksanaan SKB diperkirakan dijadwalkan pada akhir bulan April atau awal bulan Mei. Namun, hal itu tetap melihat situasi dan kondisi bencana nasional dampak Covid19,” demikian bunyi unggahan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan membenarkan bahwa tes SKB ditunda akibat pandemi corona yang memaksa pemerintah mengurangi menggelar kegiatan yang mengumpulkan banyak massa. “Namun, mundurnya sampai kapan belum ada kepastian,” katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu info dari pusat. Setelah, beberapa waktu lalu telah mengumumkan hasil tes SKD. “Hasil SKD sudah kami umumkan 23 Maret tadi,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, untuk Pemprov Kalsel ada sekitar 1.380 peserta yang berhak maju ke tahap SKB dari 11 ribu pelamar. Hal itu berdasarkan jumlah formasi sebanyak 460 dikalikan tiga. Sebab, dalam satu formasi diambil tiga orang dengan ranking tertinggi untuk ikut SKB.

Lalu bagaimana dengan di Banjarbaru? Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru mencatat, dari 3.596 peserta SKD, ternyata hampir setengahnya atau 1.776 diantaranya tidak lulus passing grade.

Kabid Perencanaan dan Pembinaan Aparatur pada BKPP Banjarbaru, Fathur Rahman mengatakan, mereka kini masih menunggu pengumuman dari BKN terkait jadwal SKB. “Mungkin masih menunggu wabah corona ini berakhir,” tuturnya.

Dipaparkannya, dalam satu formasi hanya tiga peserta dengan nilai tertinggi SKD yang layak lanjut ke SKB. “Formasi di Banjarbaru sendiri hanya 188, jadi total peserta SKB nanti sekitar 564,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Biro Humas BKN Paryono berharap wabah virus corona sudah mereda pada April 2020. Sehingga, SKB bisa segera digelar. “Ya itu harapannya, Covid-19 di akhir April atau awal Mei itu sudah reda atau sudah tertangani dengan baik oleh pemerintah. Tetapi, jika kondisi masih darurat ya terpaksa kita jadwalkan ulang,” katanya.

Penundaan pelaksaan tes SKB secara otomatis akan berpengaruh pada jalannya keseluruhan proses rekrutmen yang masih berlangsung. Hingga akhirnya, proses terakhir dari proses rekruitmen, yakni penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) pada mereka yang dinyatakan lolos pun akan mengalami penyesuaian jadwal.

“Betul, jadwal yang telah disusun oleh Panselnas pasti bergeser termasuk juga penetapan NIP-nya pasti juga mundur dari jadwal semula,” kata Paryono.

Meski demikian, para peserta seleksi diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi terkait rekruitmen ini di laman atau media sosial resmi BKN.

Di sana, segala pembaruan informasi akan selalu disampaikan. “Pasti, kami akan informasikan jika ada hal-hal yang penting melalui web BKN dan medsos BKN,” pungkas Paryono. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Peserta rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang dinyatakan lulus seleksi kompetensi dasar (SKD), nampaknya harus bersabar untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB). Pasalnya, penyelenggaraan SKB yang awalnya diagendakan Rabu (25/3) kemarin dipastikan mengalami penundaan akibat mewabah virus corona atau Covid-19.

Badan Kepegawaian Negara (BKN), melalui akun Instagram-nya @bkngoidofficial mengunggah pengumuman terbaru seputar penyelenggaraan SKB ini. Unggahan itu menyebutkan, SKB kemungkinan dilaksanakan pada akhir April atau awal Mei 2020, dengan tetap melihat perkembangan situasi yang ada.

“Rencana pelaksanaan SKB diperkirakan dijadwalkan pada akhir bulan April atau awal bulan Mei. Namun, hal itu tetap melihat situasi dan kondisi bencana nasional dampak Covid19,” demikian bunyi unggahan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan membenarkan bahwa tes SKB ditunda akibat pandemi corona yang memaksa pemerintah mengurangi menggelar kegiatan yang mengumpulkan banyak massa. “Namun, mundurnya sampai kapan belum ada kepastian,” katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu info dari pusat. Setelah, beberapa waktu lalu telah mengumumkan hasil tes SKD. “Hasil SKD sudah kami umumkan 23 Maret tadi,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, untuk Pemprov Kalsel ada sekitar 1.380 peserta yang berhak maju ke tahap SKB dari 11 ribu pelamar. Hal itu berdasarkan jumlah formasi sebanyak 460 dikalikan tiga. Sebab, dalam satu formasi diambil tiga orang dengan ranking tertinggi untuk ikut SKB.

Lalu bagaimana dengan di Banjarbaru? Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banjarbaru mencatat, dari 3.596 peserta SKD, ternyata hampir setengahnya atau 1.776 diantaranya tidak lulus passing grade.

Kabid Perencanaan dan Pembinaan Aparatur pada BKPP Banjarbaru, Fathur Rahman mengatakan, mereka kini masih menunggu pengumuman dari BKN terkait jadwal SKB. “Mungkin masih menunggu wabah corona ini berakhir,” tuturnya.

Dipaparkannya, dalam satu formasi hanya tiga peserta dengan nilai tertinggi SKD yang layak lanjut ke SKB. “Formasi di Banjarbaru sendiri hanya 188, jadi total peserta SKB nanti sekitar 564,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Biro Humas BKN Paryono berharap wabah virus corona sudah mereda pada April 2020. Sehingga, SKB bisa segera digelar. “Ya itu harapannya, Covid-19 di akhir April atau awal Mei itu sudah reda atau sudah tertangani dengan baik oleh pemerintah. Tetapi, jika kondisi masih darurat ya terpaksa kita jadwalkan ulang,” katanya.

Penundaan pelaksaan tes SKB secara otomatis akan berpengaruh pada jalannya keseluruhan proses rekrutmen yang masih berlangsung. Hingga akhirnya, proses terakhir dari proses rekruitmen, yakni penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) pada mereka yang dinyatakan lolos pun akan mengalami penyesuaian jadwal.

“Betul, jadwal yang telah disusun oleh Panselnas pasti bergeser termasuk juga penetapan NIP-nya pasti juga mundur dari jadwal semula,” kata Paryono.

Meski demikian, para peserta seleksi diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi terkait rekruitmen ini di laman atau media sosial resmi BKN.

Di sana, segala pembaruan informasi akan selalu disampaikan. “Pasti, kami akan informasikan jika ada hal-hal yang penting melalui web BKN dan medsos BKN,” pungkas Paryono. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

PKS Gaet Para Mantan

Retak yang Bikin Khawatir

Rob Sampai 24 Mei

Pemekaran Kecamatan Tergesa-gesa

/