alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Pemko Banjarmasin Buka Peluang Terapkan Work From Home

BANJARMASIN – Balai Kota membuka peluang work from home bagi ASN di lingkungan pemko. Agar meminimalisir interaksi demi memutus rantai penularan corona.

Peluang bekerja dari rumah ini memang tak bisa diterapkan sekaligus pada seluruh pegawai dan pejabat pemko. Melainkan secara bergantian, menggunakan sistem shift.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah menyebut, teknis dan kebijakan pembagian shift diserahkan kepada masing-masing satuan kinerja atau instansi.

“Agar pemko tidak berjalan di tempat dan semua warga bisa terlayani. Kemudian pekerja shift ini untuk ASN. Non honorer,” katanya.

Peluang bekerja dari rumah diberikan setelah kota ini menaikkan status. Semula siaga darurat menjadi tanggap darurat. Menyusul ditemukannya satu pasien dalam pengawasan Rumah Sakit Ulin yang dinyatakannya positif terinfeksi COVID-19.

Meski bisa bekerja dari rumah, bukan berarti bisa seenaknya. Herman memperingatkan agar PNS tak keluyuran di luar kantor. Apalagi pada jam yang semestinya bekerja.

Untuk itu, ia meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat dan Satpol PP turun mengawasi. Kinerja para ASN, sekalipun bekerja dari rumah. “Supaya mereka bukan justru keluyuran,” pesannya.

Jika ada ASN keluar rumah, meninggalkan pekerjaannya tanpa keterangan jelas, pemko akan menindak tegas.

“BKD yang lebih tahu bagaimana pengawasan teknis kepada ASN itu,” tegasnya.

Soal tunjangan kinerja (tukin), Herman memastikan tak akan ada pengurangan. Seperti biasa, sesuai dengan kinerja masing-masing ASN. (nur/at/fud)

BANJARMASIN – Balai Kota membuka peluang work from home bagi ASN di lingkungan pemko. Agar meminimalisir interaksi demi memutus rantai penularan corona.

Peluang bekerja dari rumah ini memang tak bisa diterapkan sekaligus pada seluruh pegawai dan pejabat pemko. Melainkan secara bergantian, menggunakan sistem shift.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah menyebut, teknis dan kebijakan pembagian shift diserahkan kepada masing-masing satuan kinerja atau instansi.

“Agar pemko tidak berjalan di tempat dan semua warga bisa terlayani. Kemudian pekerja shift ini untuk ASN. Non honorer,” katanya.

Peluang bekerja dari rumah diberikan setelah kota ini menaikkan status. Semula siaga darurat menjadi tanggap darurat. Menyusul ditemukannya satu pasien dalam pengawasan Rumah Sakit Ulin yang dinyatakannya positif terinfeksi COVID-19.

Meski bisa bekerja dari rumah, bukan berarti bisa seenaknya. Herman memperingatkan agar PNS tak keluyuran di luar kantor. Apalagi pada jam yang semestinya bekerja.

Untuk itu, ia meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat dan Satpol PP turun mengawasi. Kinerja para ASN, sekalipun bekerja dari rumah. “Supaya mereka bukan justru keluyuran,” pesannya.

Jika ada ASN keluar rumah, meninggalkan pekerjaannya tanpa keterangan jelas, pemko akan menindak tegas.

“BKD yang lebih tahu bagaimana pengawasan teknis kepada ASN itu,” tegasnya.

Soal tunjangan kinerja (tukin), Herman memastikan tak akan ada pengurangan. Seperti biasa, sesuai dengan kinerja masing-masing ASN. (nur/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/