alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Imbauan Social Distancing Mulai Dilakukan, Tempat Karaoke dan Warung Malam Tidak Luput

RANTAU – Segenap upaya pencegahan terus dilakukan. Terutama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Ruhuy Rahayu. Aparat gabungan, yang terdiri dari Polisi, Tentara dan Satpol PP melakukan giat imbauan social distancing, Senin (23/3) malam.

Imbauan yang dilakukan aparat gabungan dibagi menjadi tiga tim. Mereka bergerak ke Kecamatan Tapin Utara dan Kecamatan Bungur.

Satu persatu tempat nongkrong para pemuda dan masyarakat Kabupaten Tapin didatangi puluhan aparat gabungan. Baik itu, warung kopi, tempat hiburan, retail modern maupun warung malam.

Imbauan pun langsung disampaikan aparat kepolisian, tentara maupun Satpol PP kepada pengunjung maupun pengelola tempat. Agar mereka bisa menjaga jarak dan tidak berkumpul lagi.

Kapolres Tapin, AKBP Eko Hadi Prayitno, yang memimpin langsung giat ini menuturkan bahwa masyarakat yang berkumpul dan tidak ada kepentingan. Harus berada di rumah.

“Jadi, kita imbau mereka. Apabila tidak ada keperluan atau kepentingan jangan sampai berkumpul. Ini upaya untuk mencegah Covid-19,” tuturnya.

Karena, berkumpul orang banyak pada situasi sekarang ini menjadi kerawanan penyebaran virus yang bermula dari Wuhan Tiongkok.

“Saat ini kita memang masih melakukan tahap pengimbauan. Kalau setelah ini masih ada, akan kita perintah. Kalau memang masih belum mengikuti akan kita bubarkan,” ucapnya.

Lanjut Kapolres, untuk pengawasan sendiri. Segenap pihak akan melakukan patroli setiap saat, tidak hanya malam hari tapi siang pun dilakukan. Sampai kondisi Indonesia khususnya Kabupaten Tapin kondusif, clear dan dicabut Pemerintah untuk upaya pengimbauan.

“Semoga masyarakat Tapin, serius untuk mengikuti instruksi yang sudah ada,” tuturnya.

Ditambahkannya, setelah selesai melaksanakan giat puluhan aparat gabungan juga harus melakukan langkah-langkah strelisasi. “Terutama pakaian masing-masing harus diganti,” katanya sambil mengoleskan hand sanitizer kepada tim gabungan.

Zainal, salah seorang penjaga warung kopi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi. Dengan mengatur jarak para pengunjung.

“Kita menerapkan dalam satu meja cukup dua orang dan dikasih jarak sekitar satu meter,” tuturnya. (dly/ema)

RANTAU – Segenap upaya pencegahan terus dilakukan. Terutama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Ruhuy Rahayu. Aparat gabungan, yang terdiri dari Polisi, Tentara dan Satpol PP melakukan giat imbauan social distancing, Senin (23/3) malam.

Imbauan yang dilakukan aparat gabungan dibagi menjadi tiga tim. Mereka bergerak ke Kecamatan Tapin Utara dan Kecamatan Bungur.

Satu persatu tempat nongkrong para pemuda dan masyarakat Kabupaten Tapin didatangi puluhan aparat gabungan. Baik itu, warung kopi, tempat hiburan, retail modern maupun warung malam.

Imbauan pun langsung disampaikan aparat kepolisian, tentara maupun Satpol PP kepada pengunjung maupun pengelola tempat. Agar mereka bisa menjaga jarak dan tidak berkumpul lagi.

Kapolres Tapin, AKBP Eko Hadi Prayitno, yang memimpin langsung giat ini menuturkan bahwa masyarakat yang berkumpul dan tidak ada kepentingan. Harus berada di rumah.

“Jadi, kita imbau mereka. Apabila tidak ada keperluan atau kepentingan jangan sampai berkumpul. Ini upaya untuk mencegah Covid-19,” tuturnya.

Karena, berkumpul orang banyak pada situasi sekarang ini menjadi kerawanan penyebaran virus yang bermula dari Wuhan Tiongkok.

“Saat ini kita memang masih melakukan tahap pengimbauan. Kalau setelah ini masih ada, akan kita perintah. Kalau memang masih belum mengikuti akan kita bubarkan,” ucapnya.

Lanjut Kapolres, untuk pengawasan sendiri. Segenap pihak akan melakukan patroli setiap saat, tidak hanya malam hari tapi siang pun dilakukan. Sampai kondisi Indonesia khususnya Kabupaten Tapin kondusif, clear dan dicabut Pemerintah untuk upaya pengimbauan.

“Semoga masyarakat Tapin, serius untuk mengikuti instruksi yang sudah ada,” tuturnya.

Ditambahkannya, setelah selesai melaksanakan giat puluhan aparat gabungan juga harus melakukan langkah-langkah strelisasi. “Terutama pakaian masing-masing harus diganti,” katanya sambil mengoleskan hand sanitizer kepada tim gabungan.

Zainal, salah seorang penjaga warung kopi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi. Dengan mengatur jarak para pengunjung.

“Kita menerapkan dalam satu meja cukup dua orang dan dikasih jarak sekitar satu meter,” tuturnya. (dly/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/