alexametrics
34.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Seminggu Sudah Stok Darah Kosong, Kondisi Terburuk Ditengah Corona

BANJARMASIN – Sudah hampir seminggu ini stok darah di PMI Banjarmasin kosong, kondisi ini diakui Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin Dokter Aulia Ramadhan Supit menjadi kondisi terburuk sepanjang kehadiran PMI di Banjarmasin.

“Apalagi ditengah mewabahnya Corona di Kalsel, justru stok darah malah kosong,” ucapnya.

Padahal keperluan stok darah di Banjarmasin mencapai 150 kantong darah perhari, terutama untuk pasien Thalasemia, gagal ginjal, ibu melahirkan dan beberapa tindakan operasi yang memerlukan banyak darah.

Diakui Rama panggilan akrab Aulia Ramadhan, pihaknya sudah melakukan beragam cara untuk meminta masyarakat mendonorkan darahnya untuk mengisi stok darah, namun hasilnya tidak menggembirakan.

“Ada beberapa instansi yang ingin menggelar donor darah dibatalkan karena Corona, padahal semuanya bisa diatur agar tidak terjadi pengumpulan massa,” akunya.

Tak hanya itu, masyarakat seolah takut untuk mendonor darah, padahal dengan donor darah, justru kondisi badan akan lebih segar dan imunitas lebih kuat.

“Silahkan datang ke kantor PMI Banjarmasin, kami jamin sterilisasi sudah kami lakukan, bahkan tiap tiga jam kami lakukan penyemprotan disenfektan,” tambahnya.

Pada pemantauan Radar Banjarmasin di PMI Banjarmasin, terlihat ada beberapa pendonor yang datang, salah satunya dari Ketua KNPI Kota Banjarmasin Muhammad Imam Satria Jati yang membawa beberapa anggotanya untuk mendonor.

“Kami hanya bisa menyumbang beberapa kantong saja, karena banyak anggota pulang kampung,” akunya.

Ia pun berjanji akan meneruskan pesan kepada organisasi kepemudaan yang ada di Banjarmasin untuk mendonorkan darah membantu PMI Banjarmasin.(sya/ema)

BANJARMASIN – Sudah hampir seminggu ini stok darah di PMI Banjarmasin kosong, kondisi ini diakui Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin Dokter Aulia Ramadhan Supit menjadi kondisi terburuk sepanjang kehadiran PMI di Banjarmasin.

“Apalagi ditengah mewabahnya Corona di Kalsel, justru stok darah malah kosong,” ucapnya.

Padahal keperluan stok darah di Banjarmasin mencapai 150 kantong darah perhari, terutama untuk pasien Thalasemia, gagal ginjal, ibu melahirkan dan beberapa tindakan operasi yang memerlukan banyak darah.

Diakui Rama panggilan akrab Aulia Ramadhan, pihaknya sudah melakukan beragam cara untuk meminta masyarakat mendonorkan darahnya untuk mengisi stok darah, namun hasilnya tidak menggembirakan.

“Ada beberapa instansi yang ingin menggelar donor darah dibatalkan karena Corona, padahal semuanya bisa diatur agar tidak terjadi pengumpulan massa,” akunya.

Tak hanya itu, masyarakat seolah takut untuk mendonor darah, padahal dengan donor darah, justru kondisi badan akan lebih segar dan imunitas lebih kuat.

“Silahkan datang ke kantor PMI Banjarmasin, kami jamin sterilisasi sudah kami lakukan, bahkan tiap tiga jam kami lakukan penyemprotan disenfektan,” tambahnya.

Pada pemantauan Radar Banjarmasin di PMI Banjarmasin, terlihat ada beberapa pendonor yang datang, salah satunya dari Ketua KNPI Kota Banjarmasin Muhammad Imam Satria Jati yang membawa beberapa anggotanya untuk mendonor.

“Kami hanya bisa menyumbang beberapa kantong saja, karena banyak anggota pulang kampung,” akunya.

Ia pun berjanji akan meneruskan pesan kepada organisasi kepemudaan yang ada di Banjarmasin untuk mendonorkan darah membantu PMI Banjarmasin.(sya/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/