alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Ternyata di Banjarmasin Madrasah Tak Libur, Orang Tua Stres

BANJARMASIN – Pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan meliburkan SD sampai perguruan tinggi. Tapi tidak bagi madrasah. Di Banjarmasin, masih ada yang tetap belajar, contoh MAN 1 Banjarmasin.

Pantauan Radar Banjarmasin, siswa kelas 12 di sekolah di Jalan Kampung Melayu Darat tersebut sedang menggelar ujian. Inilah yang membuat para orang tua siswa khawatir.

Seperti yang dialami Ahmad Yani. Setiap kali putrinya berangkat sekolah, ia selalu merasa cemas.

“Bukan was-was lagi, tapi benar-benar ketakutan,” kata Ahmad, (23/3).

Virus Corona sangat menular, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sejak wabah ini marak diberitakan di media, Ahmad mengaku sudah jarang beraktivitas di luar, lebih sering berada di rumah, kecuali ada keperluan penting. Sesuai dengan imbauan pemerintah.

Apalagi setelah Pemprov Kalsel mengumumkan ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Ulin yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19.

Maka wajar, ketika anak-anak masih harus ke sekolah, membuat para orang tua gelisah. “Sampai membuat saya stres,” tukasnya.

Ahmad memohon kepada Kementerian Agama agar dapat meliburkan sekolah. Semua itu demi kebaikan siswa. “Memohon sekolah bisa mempertimbangkan agar dapat meliburkan sekolah untuk sementara waktu,” harapnya.

Salah satu siswa, Kamil dari kelas 12 IPA MAN 1 Banjarmasin, mengaku khawatir. Harusnya bukan hanya sekolah umum, sekolah agama juga diliburkan.

“Merasa iri dengan SMA lain yang libur,” kata Kamil.

Menurutnya, meliburkan sekolah bukan berarti menghambat proses belajar-mengajar. Pada era digital, internet bisa dimanfaatkan. Jika biasanya harus bertatap muka, bisa dengan komputer atau smartphone.

“Meskipun ujian sekolah sudah teragenda, bukan berarti harus dilaksanakan, bisa saja jadwalnya dimundurkan atau diubah,” ujarnya.

Namun Akhirnya, Kemenag Liburkan Aliyah

Ketika Pemprov Kalsel menaikkan status menjadi tanggap darurat pandemi Corona, baru Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel meliburkan madrasah aliyah (MA).

“Surat edarannya hari ini (kemarin) akan disampaikan ke semua kabupaten dan kota,” kata Kabid Madrasah, Subhi, kemarin (23/3) pagi.

Dia menekankan, isi surat bukan meliburkan, melainkan mengalihkan aktivitas belajar siswa. Jika biasanya harus bertatap muka di sekolah, diganti belajar secara online. “Berlaku dari 23 Maret sampai 5 April,” ujarnya.

Ada 42 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan 131 MA swasta yang tersebar di seluruh Kalsel. “Di Banjarmasin hanya ada tiga yang negeri, sisanya enam swasta,” sebutnya.

Lalu, mengapa baru saja terpikir untuk meliburkan sekolah? Ditegaskannya, mereka menunggu instruksi pemprov. “Kami menunggu pemprov. Gubernur kan baru mengumumkan Minggu, Kemenag langsung menindaklanjuti,” jelasnya.

Kepala Sekolah MAN 1 Banjarmasin, Naini Pristiana mengungkapkan, keputusan meliburkan atau tidak merupakan kewenangan Kanwil Kemenag Kalsel. “Masih menunggu instruksi dari kanwil,” ucapnya singkat.

Sementara Kepala Sekolah MAN 2 Banjarmasin, Naimah mengatakan, meski sudah ada edaran dari Gubernur Kalsel untuk meliburkan sekolah, tapi mereka tetap menunggu surat edaran dari Kanwil Kemenag Kalsel. “Katanya hari ini (kemarin) dikirimkan, tapi masih menunggu juga nih,” pungkasnya.

Naimah yakin, siswa sekolahnya bisa tetap menjalani proses belajar secara online. Sebab ini bukan hal baru, beberapa tahun belakangan, sistem belajar online sudah ramai diterapkan. “Sudah biasa belajar lewat online,” yakinnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan meliburkan SD sampai perguruan tinggi. Tapi tidak bagi madrasah. Di Banjarmasin, masih ada yang tetap belajar, contoh MAN 1 Banjarmasin.

Pantauan Radar Banjarmasin, siswa kelas 12 di sekolah di Jalan Kampung Melayu Darat tersebut sedang menggelar ujian. Inilah yang membuat para orang tua siswa khawatir.

Seperti yang dialami Ahmad Yani. Setiap kali putrinya berangkat sekolah, ia selalu merasa cemas.

“Bukan was-was lagi, tapi benar-benar ketakutan,” kata Ahmad, (23/3).

Virus Corona sangat menular, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sejak wabah ini marak diberitakan di media, Ahmad mengaku sudah jarang beraktivitas di luar, lebih sering berada di rumah, kecuali ada keperluan penting. Sesuai dengan imbauan pemerintah.

Apalagi setelah Pemprov Kalsel mengumumkan ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Ulin yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19.

Maka wajar, ketika anak-anak masih harus ke sekolah, membuat para orang tua gelisah. “Sampai membuat saya stres,” tukasnya.

Ahmad memohon kepada Kementerian Agama agar dapat meliburkan sekolah. Semua itu demi kebaikan siswa. “Memohon sekolah bisa mempertimbangkan agar dapat meliburkan sekolah untuk sementara waktu,” harapnya.

Salah satu siswa, Kamil dari kelas 12 IPA MAN 1 Banjarmasin, mengaku khawatir. Harusnya bukan hanya sekolah umum, sekolah agama juga diliburkan.

“Merasa iri dengan SMA lain yang libur,” kata Kamil.

Menurutnya, meliburkan sekolah bukan berarti menghambat proses belajar-mengajar. Pada era digital, internet bisa dimanfaatkan. Jika biasanya harus bertatap muka, bisa dengan komputer atau smartphone.

“Meskipun ujian sekolah sudah teragenda, bukan berarti harus dilaksanakan, bisa saja jadwalnya dimundurkan atau diubah,” ujarnya.

Namun Akhirnya, Kemenag Liburkan Aliyah

Ketika Pemprov Kalsel menaikkan status menjadi tanggap darurat pandemi Corona, baru Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel meliburkan madrasah aliyah (MA).

“Surat edarannya hari ini (kemarin) akan disampaikan ke semua kabupaten dan kota,” kata Kabid Madrasah, Subhi, kemarin (23/3) pagi.

Dia menekankan, isi surat bukan meliburkan, melainkan mengalihkan aktivitas belajar siswa. Jika biasanya harus bertatap muka di sekolah, diganti belajar secara online. “Berlaku dari 23 Maret sampai 5 April,” ujarnya.

Ada 42 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan 131 MA swasta yang tersebar di seluruh Kalsel. “Di Banjarmasin hanya ada tiga yang negeri, sisanya enam swasta,” sebutnya.

Lalu, mengapa baru saja terpikir untuk meliburkan sekolah? Ditegaskannya, mereka menunggu instruksi pemprov. “Kami menunggu pemprov. Gubernur kan baru mengumumkan Minggu, Kemenag langsung menindaklanjuti,” jelasnya.

Kepala Sekolah MAN 1 Banjarmasin, Naini Pristiana mengungkapkan, keputusan meliburkan atau tidak merupakan kewenangan Kanwil Kemenag Kalsel. “Masih menunggu instruksi dari kanwil,” ucapnya singkat.

Sementara Kepala Sekolah MAN 2 Banjarmasin, Naimah mengatakan, meski sudah ada edaran dari Gubernur Kalsel untuk meliburkan sekolah, tapi mereka tetap menunggu surat edaran dari Kanwil Kemenag Kalsel. “Katanya hari ini (kemarin) dikirimkan, tapi masih menunggu juga nih,” pungkasnya.

Naimah yakin, siswa sekolahnya bisa tetap menjalani proses belajar secara online. Sebab ini bukan hal baru, beberapa tahun belakangan, sistem belajar online sudah ramai diterapkan. “Sudah biasa belajar lewat online,” yakinnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/