alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Tanbu Tunda Agenda Bulan April

BATULICIN – Pemprov Kalsel menggelar video conference bersama seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, Minggu (22/3). Terkait SK Gubernur Kalsel Nomor 188.44/200/KUM/2020 tanggal 21 Maret 2020 tentang penetapan status tanggap darurat Covid-19 di Kalsel.

Di Kabupaten Tanah Bumbu video conference dilaksanakan di ruang Digital Live Room lantai 4 Kantor Bupati Tanah Bumbu, dihadiri Sekda Tanbu H Rooswandi Salem beserta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pemerintah yang termasuk dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Gubernur menyampaikan bahwa Kalsel sekarang sudah berada dalam kondisi Tanggap Darurat atas bahaya virus Corona.

“Menyikapi musibah besar yang sudah dialami oleh berbagai negara di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia, dimana Pemerintah Indonesia sendiri sudah menyatakan bahwa Covid-19 adalah bencana nasional,” ujar gubernur.

Oleh karena itu, katanya seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menghadapi masalah ini dalam upaya menekan penyebaran virus tersebut.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Kalsel agar jangan panik atas permasalahan virus Covid-19 ini,” ujar Paman Birin-begitu sapaan akrabnya.

Sementara itu, Sekda Tanbu H Rooswandi Salem dalam video conference tersebut menyampaikan bahwa untuk menekan perkembangan virus Covid-19, Pemkab Tanbu pada tanggal 15 Maret lalu merubah status menjadi siaga darurat virus Covid-19.

Untuk bersinergi dengan apa yang sudah diprogramkan pemerintah pusat, Pemkab Tanbu sudah melakukan beberapa langkah pencegahan di antaranya antara lain, menunda pelaksanaan HUT Tanbu ke-17 beserta semua rangkaian yang seharusnya dimulai pada tanggal 1 hingga 19 April mendatang. Kemudian sejak tanggal 18 Maret pemerintah sudah meliburkan sekolah dari PAUD hingga SMP selama 14 hari kedepan. Selanjutnya menutup tempat wisata dan melakukan imbauan kepada masyarakat agar menghindari keramaian serta melakukan pola hidup sehat dan lainnya.

“Pemkab Tanbu juga sudah menetapkan Tim Gugus Pencegahan virus Covid-19 dengan melibatkan semua unsur terkait guna menekan penularan virus tersebut,” jelas Sekda.

Guna memenuhi kebutuhan logistik peralatan medis serta dan bahan medis, pemerintah juga sudah memiliki anggaran pergeseran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan yang nantinya akan dibelanjakan kebutuhan seperti, masker, Alat Pelindung Diri (APD), Rapid Test, anti septik serta keperluan lainnya.

Usai melaksanakan video conference, sekda langsung menggelar rapat bersama seluruh Tim Gugus pencegahan Covid-19 Tanbu. Dalam kesempatan itu, sekda berharap agar semua bidang dalam tim ini bergerak.

“Dengan adanya tim ini saya berharap kita bisa bekerja bersama agar mampu menekan penularan virus tersebut di Tanah Bumbu, karena tugas kita selaku pemerintah yaitu memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat kita,” papar Sekda.

Sekda juga mengimbau kepada semua pihak untuk dapat bekerja sama, bergotong royong dan saling membantu.

“Bukan saatnya kita saling kritisi, tapi kita ikuti kebijakan pemerintah, yang pasti untuk keselamatan warga kita semua. Virus ini bukan main-main, jangan dibandingkan dengan wabah lainnya yang sudah ada obatnya, untuk itu perlu kewaspadaan kita semua,” pungkas sekda. (kry/ram/ema)

BATULICIN – Pemprov Kalsel menggelar video conference bersama seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, Minggu (22/3). Terkait SK Gubernur Kalsel Nomor 188.44/200/KUM/2020 tanggal 21 Maret 2020 tentang penetapan status tanggap darurat Covid-19 di Kalsel.

Di Kabupaten Tanah Bumbu video conference dilaksanakan di ruang Digital Live Room lantai 4 Kantor Bupati Tanah Bumbu, dihadiri Sekda Tanbu H Rooswandi Salem beserta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pemerintah yang termasuk dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Gubernur menyampaikan bahwa Kalsel sekarang sudah berada dalam kondisi Tanggap Darurat atas bahaya virus Corona.

“Menyikapi musibah besar yang sudah dialami oleh berbagai negara di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia, dimana Pemerintah Indonesia sendiri sudah menyatakan bahwa Covid-19 adalah bencana nasional,” ujar gubernur.

Oleh karena itu, katanya seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menghadapi masalah ini dalam upaya menekan penyebaran virus tersebut.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Kalsel agar jangan panik atas permasalahan virus Covid-19 ini,” ujar Paman Birin-begitu sapaan akrabnya.

Sementara itu, Sekda Tanbu H Rooswandi Salem dalam video conference tersebut menyampaikan bahwa untuk menekan perkembangan virus Covid-19, Pemkab Tanbu pada tanggal 15 Maret lalu merubah status menjadi siaga darurat virus Covid-19.

Untuk bersinergi dengan apa yang sudah diprogramkan pemerintah pusat, Pemkab Tanbu sudah melakukan beberapa langkah pencegahan di antaranya antara lain, menunda pelaksanaan HUT Tanbu ke-17 beserta semua rangkaian yang seharusnya dimulai pada tanggal 1 hingga 19 April mendatang. Kemudian sejak tanggal 18 Maret pemerintah sudah meliburkan sekolah dari PAUD hingga SMP selama 14 hari kedepan. Selanjutnya menutup tempat wisata dan melakukan imbauan kepada masyarakat agar menghindari keramaian serta melakukan pola hidup sehat dan lainnya.

“Pemkab Tanbu juga sudah menetapkan Tim Gugus Pencegahan virus Covid-19 dengan melibatkan semua unsur terkait guna menekan penularan virus tersebut,” jelas Sekda.

Guna memenuhi kebutuhan logistik peralatan medis serta dan bahan medis, pemerintah juga sudah memiliki anggaran pergeseran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan yang nantinya akan dibelanjakan kebutuhan seperti, masker, Alat Pelindung Diri (APD), Rapid Test, anti septik serta keperluan lainnya.

Usai melaksanakan video conference, sekda langsung menggelar rapat bersama seluruh Tim Gugus pencegahan Covid-19 Tanbu. Dalam kesempatan itu, sekda berharap agar semua bidang dalam tim ini bergerak.

“Dengan adanya tim ini saya berharap kita bisa bekerja bersama agar mampu menekan penularan virus tersebut di Tanah Bumbu, karena tugas kita selaku pemerintah yaitu memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat kita,” papar Sekda.

Sekda juga mengimbau kepada semua pihak untuk dapat bekerja sama, bergotong royong dan saling membantu.

“Bukan saatnya kita saling kritisi, tapi kita ikuti kebijakan pemerintah, yang pasti untuk keselamatan warga kita semua. Virus ini bukan main-main, jangan dibandingkan dengan wabah lainnya yang sudah ada obatnya, untuk itu perlu kewaspadaan kita semua,” pungkas sekda. (kry/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/