alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Manunggal Tuntung Pandang Banyak Manfaat

PELAIHARI – Jika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menganggap program Manunggal Tuntung Pandang (MTP) sebagai program yang tidak ada manfaatnya, itu menandakan bahwasanya ASN tersebutlah yang tidak bermanfaat. Hal ini disampaikan Bupati Tala H Sukamta saat Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pembinaan Desa yang Berciri Khas di Aula Pencerahan Bappeda, Kamis (19/3).

“ASN itu tidak bisa memikirkan apa yang bisa diperbuat untuk membangun desa yang dikunjungi,” ucap Sukamta.

Sebab, dalam kegiatan MTP inilah pejabat di lingkup SKPD Pemkab Tala berkesempatan untuk membuat sebuah desa menonjolkan keunggulannya. Sehingga Desa memiliki tolak ukur untuk pembangunan desa tersebut.

“Konsep desa yang berciri khas, karena ini bagian dari pelaksanaan pembinaan desa. Bukan sekedar datang, kumpul, makan terus pulang,” jelas bupati.

Saat ini berdasar laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tala Gatot Subagyo, sudah memiliki lima desa dan lima kecamatan yang masuk dalam kategori desa berciri khas. Sehingga Sukamta mengharapkan, dari lima desa dan kecamatan yang sudah terbentuk, ada SKPD yang menjadi leading sector dibantu SKPD lainnya yang terkait.

“Leading sector ibaratnya sebagai lokomotif, ini yang perlu terus dikembangkan seperti ada desa budaya, wisata, mandiri pangan, sasirangan, krupuk atau bahkan desa lele,” ucap mantan Kabag Humas ini. 

Pada kesempatan ini, Sukamta juga berpesan kepada kepala desa, agar bisa membantu kinerja masyarakat, supaya bisa lebih maju. Sehingga penggunaan dana desa pun bisa menjadi lebih mudah. 

“Harapannya nanti dana desa bisa untuk pertumbuhan ekonomi rakyat,” ungkapnya.

Untuk itu, desa tetap semangat dalam membangun desa, apa yang membuat menjadi mempunyai harga diri adalah dedikasi semua pihak untuk rakyat, dan ini tidak semua orang bisa melakukan. (ard/bin/ema)

PELAIHARI – Jika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menganggap program Manunggal Tuntung Pandang (MTP) sebagai program yang tidak ada manfaatnya, itu menandakan bahwasanya ASN tersebutlah yang tidak bermanfaat. Hal ini disampaikan Bupati Tala H Sukamta saat Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pembinaan Desa yang Berciri Khas di Aula Pencerahan Bappeda, Kamis (19/3).

“ASN itu tidak bisa memikirkan apa yang bisa diperbuat untuk membangun desa yang dikunjungi,” ucap Sukamta.

Sebab, dalam kegiatan MTP inilah pejabat di lingkup SKPD Pemkab Tala berkesempatan untuk membuat sebuah desa menonjolkan keunggulannya. Sehingga Desa memiliki tolak ukur untuk pembangunan desa tersebut.

“Konsep desa yang berciri khas, karena ini bagian dari pelaksanaan pembinaan desa. Bukan sekedar datang, kumpul, makan terus pulang,” jelas bupati.

Saat ini berdasar laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tala Gatot Subagyo, sudah memiliki lima desa dan lima kecamatan yang masuk dalam kategori desa berciri khas. Sehingga Sukamta mengharapkan, dari lima desa dan kecamatan yang sudah terbentuk, ada SKPD yang menjadi leading sector dibantu SKPD lainnya yang terkait.

“Leading sector ibaratnya sebagai lokomotif, ini yang perlu terus dikembangkan seperti ada desa budaya, wisata, mandiri pangan, sasirangan, krupuk atau bahkan desa lele,” ucap mantan Kabag Humas ini. 

Pada kesempatan ini, Sukamta juga berpesan kepada kepala desa, agar bisa membantu kinerja masyarakat, supaya bisa lebih maju. Sehingga penggunaan dana desa pun bisa menjadi lebih mudah. 

“Harapannya nanti dana desa bisa untuk pertumbuhan ekonomi rakyat,” ungkapnya.

Untuk itu, desa tetap semangat dalam membangun desa, apa yang membuat menjadi mempunyai harga diri adalah dedikasi semua pihak untuk rakyat, dan ini tidak semua orang bisa melakukan. (ard/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/