alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Dinkes banjarbaru Kehabisan Bahan Disinfektan

BANJARBARU – Di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru ternyata sedang kehabisan bahan disinfektan. Padahal, masih ada sejumlah tempat yang perlu dilakukan disinfeksi guna mencegah penularan virus berasal dari Cina tersebut.

Habisnya bahan disinfektan disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza. Dia menyebut, mereka kehabisan cairan untuk disinfeksi, lantaran stoknya kini kosong di pasaran.

“Kami tidak mempunyai bahan disinfektan. Di pasaran lagi kosong,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, Dinkes Banjarbaru beberapa hari lalu sempat mendapat sumbangan beberapa botol disinfektan dari orang-orang yang peduli dengan Banjarbaru. Namun, sekarang sudah habis digunakan. “Sekarang kami masih menunggu pembelian datang,” ungkapnya.

Lalu bagaimana jika ada kantor instansi atau tempat pelayanan publik memerlukan disinfektan? Pria yang akrab disapa Riza ini menyarankan supaya melakukan disinfeksi secara mandiri, dengan membeli bahan disinfektan sendiri.

“Sebaiknya dapat dilakukan secara mandiri, dengan membeli alat semprotnya di pasar. Tapi bahan disinfektannya kosong, jadi bisa membuat bahannya sendiri dengan campuran cairan pembersih dan lain-lain,” sarannya.

Dia menyampaikan, dengan kondisi seperti ini, sejumlah instansi sekarang memilih untuk membeli alat semprot sendiri, agar bisa melakukan disinfeksi secara mandiri. “Dan mereka masing-masing berusaha membantu mencari informasi di mana disinfektan itu bisa didapatkan,” ucapnya.

Lanjutnya, para instansi memang perlu melakukan disinfeksi sendiri, pasalnya selain kekurangan bahan Dinkes Banjarbaru juga minim petugas. “Tenaga kami terbatas kalau semua institusi minta disemprot. Jadi, kami sarankan disinfeksi sendiri,” pungkasnya. (ris/ema)

BANJARBARU – Di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru ternyata sedang kehabisan bahan disinfektan. Padahal, masih ada sejumlah tempat yang perlu dilakukan disinfeksi guna mencegah penularan virus berasal dari Cina tersebut.

Habisnya bahan disinfektan disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza. Dia menyebut, mereka kehabisan cairan untuk disinfeksi, lantaran stoknya kini kosong di pasaran.

“Kami tidak mempunyai bahan disinfektan. Di pasaran lagi kosong,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, Dinkes Banjarbaru beberapa hari lalu sempat mendapat sumbangan beberapa botol disinfektan dari orang-orang yang peduli dengan Banjarbaru. Namun, sekarang sudah habis digunakan. “Sekarang kami masih menunggu pembelian datang,” ungkapnya.

Lalu bagaimana jika ada kantor instansi atau tempat pelayanan publik memerlukan disinfektan? Pria yang akrab disapa Riza ini menyarankan supaya melakukan disinfeksi secara mandiri, dengan membeli bahan disinfektan sendiri.

“Sebaiknya dapat dilakukan secara mandiri, dengan membeli alat semprotnya di pasar. Tapi bahan disinfektannya kosong, jadi bisa membuat bahannya sendiri dengan campuran cairan pembersih dan lain-lain,” sarannya.

Dia menyampaikan, dengan kondisi seperti ini, sejumlah instansi sekarang memilih untuk membeli alat semprot sendiri, agar bisa melakukan disinfeksi secara mandiri. “Dan mereka masing-masing berusaha membantu mencari informasi di mana disinfektan itu bisa didapatkan,” ucapnya.

Lanjutnya, para instansi memang perlu melakukan disinfeksi sendiri, pasalnya selain kekurangan bahan Dinkes Banjarbaru juga minim petugas. “Tenaga kami terbatas kalau semua institusi minta disemprot. Jadi, kami sarankan disinfeksi sendiri,” pungkasnya. (ris/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/