alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Langka di Pasaran, DPRD Dorong Produksi Masker dan Cairan Antiseptik Sendiri

BANJARMASIN – Masker dan cairan antiseptik (hand sanitizer) langka di pasaran. Stok di apotek dan toko penjual alat kesehatan banyak kosong. Kalaupun ada, harganya selangit. Kesulitan masyarakat ini menjadi perhatian DPRD Kalsel.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin meminta instansi terkait cepat tanggap melihat masalah ini. Ia juga mendorong perusahaan daerah maupun swasta untuk berpartisipasi memproduksi alat kesehatan tersebut sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah daerah harus mendorong BUMD atau swasta yang bisa memproduksi kedua alkes tersebut. Tentu ditunjang dengan bantuan APBD,” kata politikus PDIP ini.

Menurutnya, pemda harus cepat tanggap mengatasi persoalan tersebut. Lakukan langkah cepat untuk mengantisipasi kepanikan warga. Jadikan kelangkaan ini sebagai tantangan yang harus dijawab. Bukan dibiarkan berlarut-larut.

Virus Corona yang sudah menggegerkan seluruh dunia ini harus disikapi serius. Jangan sampai ada sedikit pun nada meremehkan yang terlontar.

“Jangan sampai tersebar luas, baru kita sibuk mencegah. Baiknya dilakukan sedini mungkin,” ujarnya.

Dia menyarankan, pemda dengan DPRD kabupaten dan kota harus sinergi untuk mengontrol harga masker dan cairan antiseptik agar tidak melonjak naik di pasaran. Karena beberapa hari sebelumnya, ketika dewan berkunjung ke salah satu perusahaan alkes di Banjarmasin, tak satu pun masker maupun cairan antiseptik tersisa. Semuanya ludes terjual.

Perusahaan alkes tak bisa memastikan kapan barang datang, karena juga menunggu kiriman dari kantor cabangnya. Untuk mendapatkan masker dan cairan antiseptik, masyarakat rela ngantre berpanas-panasan hanya demi mendapatkan satu boks masker dan satu botol cairan antiseptik.

“Saya harap pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi tersebut untuk mengeruk keuntungan pribadi atas peristiwa ini,” katanya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Masker dan cairan antiseptik (hand sanitizer) langka di pasaran. Stok di apotek dan toko penjual alat kesehatan banyak kosong. Kalaupun ada, harganya selangit. Kesulitan masyarakat ini menjadi perhatian DPRD Kalsel.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin meminta instansi terkait cepat tanggap melihat masalah ini. Ia juga mendorong perusahaan daerah maupun swasta untuk berpartisipasi memproduksi alat kesehatan tersebut sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah daerah harus mendorong BUMD atau swasta yang bisa memproduksi kedua alkes tersebut. Tentu ditunjang dengan bantuan APBD,” kata politikus PDIP ini.

Menurutnya, pemda harus cepat tanggap mengatasi persoalan tersebut. Lakukan langkah cepat untuk mengantisipasi kepanikan warga. Jadikan kelangkaan ini sebagai tantangan yang harus dijawab. Bukan dibiarkan berlarut-larut.

Virus Corona yang sudah menggegerkan seluruh dunia ini harus disikapi serius. Jangan sampai ada sedikit pun nada meremehkan yang terlontar.

“Jangan sampai tersebar luas, baru kita sibuk mencegah. Baiknya dilakukan sedini mungkin,” ujarnya.

Dia menyarankan, pemda dengan DPRD kabupaten dan kota harus sinergi untuk mengontrol harga masker dan cairan antiseptik agar tidak melonjak naik di pasaran. Karena beberapa hari sebelumnya, ketika dewan berkunjung ke salah satu perusahaan alkes di Banjarmasin, tak satu pun masker maupun cairan antiseptik tersisa. Semuanya ludes terjual.

Perusahaan alkes tak bisa memastikan kapan barang datang, karena juga menunggu kiriman dari kantor cabangnya. Untuk mendapatkan masker dan cairan antiseptik, masyarakat rela ngantre berpanas-panasan hanya demi mendapatkan satu boks masker dan satu botol cairan antiseptik.

“Saya harap pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi tersebut untuk mengeruk keuntungan pribadi atas peristiwa ini,” katanya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/