alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Golkar Rekomendasikan Aditya-Iwansyah Supian: Itu Bukan Dukungan, Hanya Surat Tugas

BANJARBARU – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Sabtu (21/3) kemarin bagi-bagi Surat Keterangan (SK) Rekomendasi untuk para calon kepala daerah yang mereka usung pada Pilkada 2020 di Kalimantan Selatan.

Kejutan pun terjadi di Pilkada Banjarbaru, pasalnya Golkar ternyata memberikan rekomendasi kepada pasangan calon Aditya Mufti Ariffin – AR Iwansyah. Padahal, sebelumnya partai berlambang pohon beringin ini disebut-sebut condong ke pasangan petahana: Nadjmi Adhani – Darmawan Jaya Setiawan.

SK Rekomendasi sendiri diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, didampingi Ketua Korwil Kalimatan Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar, Drs H Bambang Heri Purnama.

Selain Aditya-Iwansyah, calon di daerah lain yang juga menerima SK dari Golkar ialah, Hj Ananda untuk Pilkada Banjarmasin, pasangan H Rusli – Guru Fadlan (Banjar), H Ansharuddin (Balangan) dan H Sayyid Ja’far (Kotabaru).

Saat dihubungi, Aditya Mufti Ariffin mengaku bersyukur akhirnya mereka menerima SK dari Golkar. “Alhamdulillah, ini merupakan kado terindah. Penyerahan surat dukungan dari DPP Golkar hari ini (kemarin) bertepatan dengan hari lahir saya yang ke-36. Sungguh benar-benar kado terindah,” katanya.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Partai Golkar. Baik di tingkat DPD Kota Banjarbaru, DPD Provinsi Kalsel, hingga DPP Golkar di Jakarta. “Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Dukungan Golkar semakin menambah semangat kami, semangat kita semua. Alhamdulillah, merah (PDIP), kuning (Golkar), dan hijau (PPP) kini menjadi satu. Mudah-mudahan nanti bergabung lagi yang warna biru,” terangnya.

Seperti yang diketahui Aditya-Iwansyah sebelumnya telah mengantongi SK rekomendasi dukungan dari PPP dan PDIP. Dengan adanya sokongan penuh dari partai beringin, semakin menambah kekuatan mesin politik pasangan ini untuk memenangkan Pilkada Banjarbaru 2020.

Meskipun sudah ada koalisi tiga partai besar yang mendukungnya, Aditya mengaku masih tetap menunggu jika ada partai lain yang ingin bergabung. Dia juga menegaskan bahwa dukungan dari partai tidak ada kaitannya dengan politik mahar atau uang.

“Dukungan partai kepada kita, benar-benar tanpa embel-embel mahar. Kita akan mendaftar ke KPU sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Sembari berjalan, kita persilakan jika ada partai yang mau bergabung,” bebernya.

Wakil Aditya, AR Iwansyah juga mengaku bersyukur dengan diterimanya SK Rekomendasi Partai Golkar. “Alhamdulillah, kami sangat terharu dan bangga atas surat resmi dari DPP Golkar ini. Sebagai Ketua DPD dan kader Partai Golkar, tahun ini merupakan momentum 33 tahun pengabdian saya di Golkar,” ungkapnya.

Dirinya berjanji akan mempergunakan kepercayaan dan menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. “Ini merupakan penghargaan dan amanah luar biasa bagi kami. Karena itu, kami akan berjuang bersama, berjuang sepenuh upaya. Insya Allah, Pemilukada Banjarbaru 2020 akan kita menangkan,” ujar Iwan.

Dengan diterimanya SK dari Golkar, maka pasangan Aditya-Iwansyah sudah punya modal 12 kursi untuk melenggang ke Pilkada Banjarbaru. Yakni, lima kursi dari Golkar, tiga dari PDIP dan empat dari PPP. Padahal, untuk maju ke Pilkada Banjarbaru para calon hanya memerlukan 6 kursi.

Sementara itu, saat dimintai tanggapan terkait keputusan Golkar yang lebih memilih mengusung paslon penantang, pihak petahana enggan berkomentar. Nadjmi Adhani memilih tidak membalas ketika dihubungi wartawan koran ini via WhatsApp.

Anehnya dukungan Golkar kepada para calon Pilkada di banua tak dianggap serius oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel, Supian HK. Dia mengatakan, surat yang diperlihatkan masing-masing oleh pimpinan Partai Golkar tingkat kabupaten/kota, termasuk Aditya-Irwansyah, hanyalah surat tugas untuk membangun komunikasi atau koalisi kepada partai lain.

“Bukan SK hanya surat tugas untuk membangun koalisi,” ucapnya seraya mengatakan SK DPP dijadwalkan keluar pada bulan Mei mendatang.

Kehadiran para Ketua DPD Partai Golkar tingkat kabupaten/kota di Kalsel ke Jakarta ucap Supian, dalam rangka untuk memenuhi undangan dari DPP Partai Golkar terkait surat tugas dalam rangka mencari koalisi partai. 

Untuk diketahui, dalam foto yang tersebar di medsos, Para pimpinan partai golkar tingkat kabupaten dan kota terlihat foto bersama dengan memegang selembar surat dengan lambang partai golkar. Mereka adalah, Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin, Ananda, Ketua DPD Partai Kota Banjarbaru, AR Iwansyah.

Selain itu terlihat pula Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar, Rusli, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sa’ban Efendie, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kotabaru, Sayed Jafar Alaydrus, dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Balangan, Ansharuddin. (ris/mof/ran/ema)

BANJARBARU – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Sabtu (21/3) kemarin bagi-bagi Surat Keterangan (SK) Rekomendasi untuk para calon kepala daerah yang mereka usung pada Pilkada 2020 di Kalimantan Selatan.

Kejutan pun terjadi di Pilkada Banjarbaru, pasalnya Golkar ternyata memberikan rekomendasi kepada pasangan calon Aditya Mufti Ariffin – AR Iwansyah. Padahal, sebelumnya partai berlambang pohon beringin ini disebut-sebut condong ke pasangan petahana: Nadjmi Adhani – Darmawan Jaya Setiawan.

SK Rekomendasi sendiri diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, didampingi Ketua Korwil Kalimatan Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar, Drs H Bambang Heri Purnama.

Selain Aditya-Iwansyah, calon di daerah lain yang juga menerima SK dari Golkar ialah, Hj Ananda untuk Pilkada Banjarmasin, pasangan H Rusli – Guru Fadlan (Banjar), H Ansharuddin (Balangan) dan H Sayyid Ja’far (Kotabaru).

Saat dihubungi, Aditya Mufti Ariffin mengaku bersyukur akhirnya mereka menerima SK dari Golkar. “Alhamdulillah, ini merupakan kado terindah. Penyerahan surat dukungan dari DPP Golkar hari ini (kemarin) bertepatan dengan hari lahir saya yang ke-36. Sungguh benar-benar kado terindah,” katanya.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Partai Golkar. Baik di tingkat DPD Kota Banjarbaru, DPD Provinsi Kalsel, hingga DPP Golkar di Jakarta. “Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Dukungan Golkar semakin menambah semangat kami, semangat kita semua. Alhamdulillah, merah (PDIP), kuning (Golkar), dan hijau (PPP) kini menjadi satu. Mudah-mudahan nanti bergabung lagi yang warna biru,” terangnya.

Seperti yang diketahui Aditya-Iwansyah sebelumnya telah mengantongi SK rekomendasi dukungan dari PPP dan PDIP. Dengan adanya sokongan penuh dari partai beringin, semakin menambah kekuatan mesin politik pasangan ini untuk memenangkan Pilkada Banjarbaru 2020.

Meskipun sudah ada koalisi tiga partai besar yang mendukungnya, Aditya mengaku masih tetap menunggu jika ada partai lain yang ingin bergabung. Dia juga menegaskan bahwa dukungan dari partai tidak ada kaitannya dengan politik mahar atau uang.

“Dukungan partai kepada kita, benar-benar tanpa embel-embel mahar. Kita akan mendaftar ke KPU sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Sembari berjalan, kita persilakan jika ada partai yang mau bergabung,” bebernya.

Wakil Aditya, AR Iwansyah juga mengaku bersyukur dengan diterimanya SK Rekomendasi Partai Golkar. “Alhamdulillah, kami sangat terharu dan bangga atas surat resmi dari DPP Golkar ini. Sebagai Ketua DPD dan kader Partai Golkar, tahun ini merupakan momentum 33 tahun pengabdian saya di Golkar,” ungkapnya.

Dirinya berjanji akan mempergunakan kepercayaan dan menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya. “Ini merupakan penghargaan dan amanah luar biasa bagi kami. Karena itu, kami akan berjuang bersama, berjuang sepenuh upaya. Insya Allah, Pemilukada Banjarbaru 2020 akan kita menangkan,” ujar Iwan.

Dengan diterimanya SK dari Golkar, maka pasangan Aditya-Iwansyah sudah punya modal 12 kursi untuk melenggang ke Pilkada Banjarbaru. Yakni, lima kursi dari Golkar, tiga dari PDIP dan empat dari PPP. Padahal, untuk maju ke Pilkada Banjarbaru para calon hanya memerlukan 6 kursi.

Sementara itu, saat dimintai tanggapan terkait keputusan Golkar yang lebih memilih mengusung paslon penantang, pihak petahana enggan berkomentar. Nadjmi Adhani memilih tidak membalas ketika dihubungi wartawan koran ini via WhatsApp.

Anehnya dukungan Golkar kepada para calon Pilkada di banua tak dianggap serius oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel, Supian HK. Dia mengatakan, surat yang diperlihatkan masing-masing oleh pimpinan Partai Golkar tingkat kabupaten/kota, termasuk Aditya-Irwansyah, hanyalah surat tugas untuk membangun komunikasi atau koalisi kepada partai lain.

“Bukan SK hanya surat tugas untuk membangun koalisi,” ucapnya seraya mengatakan SK DPP dijadwalkan keluar pada bulan Mei mendatang.

Kehadiran para Ketua DPD Partai Golkar tingkat kabupaten/kota di Kalsel ke Jakarta ucap Supian, dalam rangka untuk memenuhi undangan dari DPP Partai Golkar terkait surat tugas dalam rangka mencari koalisi partai. 

Untuk diketahui, dalam foto yang tersebar di medsos, Para pimpinan partai golkar tingkat kabupaten dan kota terlihat foto bersama dengan memegang selembar surat dengan lambang partai golkar. Mereka adalah, Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin, Ananda, Ketua DPD Partai Kota Banjarbaru, AR Iwansyah.

Selain itu terlihat pula Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar, Rusli, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sa’ban Efendie, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kotabaru, Sayed Jafar Alaydrus, dan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Balangan, Ansharuddin. (ris/mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/