alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

RS Datu Sanggul Simulasi Covid-19

RANTAU – RSUD Datu Sanggul Rantau melakukan langkah antisipasi seandainya ada kasus Covid-19 di Tapin. Mereka mempraktikkan simulasi penanganan dengan melibatkan para petugas medis.

Dokter Rini Restiyati menjelaskan simulasi ini sudah yang kedua kali. Pertama tentang simulasi bagaimana menerima pasien di Instansi Gawat Darurat. Kedua, simulasi penanganan pasien. “Ada dua skenario. Saat merawat pasien, maupun merujuk pasien ke RSUD Ulin Banjarmasin,” tutur juru bicara RSUD Datu Sanggul itu, Kamis (19/3).

Diawali ketika petugas IGD menerima laporan baik dari puskesmas atau masyarakat bahwa ada pasien yang suspect atau pasien dengan pengawasan. Kepala IGD langsung memberitahukan surveillance.

“Sebelum pasien sampai ke IGD, petugas keamanan mensterilkan ruangan IGD dari pengunjung, keluarga pasien, dan petugas yang tidak berkepentingan,” ucapnya.

Petugas penerima pasien juga terlebih dahulu harus menggunakan alat perlindungan diri lengkap. Sebelum membawa pasien ke ruang isolasi IGD untuk pemeriksaan.

“Petugas lain menyiapkan ambulans dan perawat. Kalau memang harus dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin,” tuturnya.

Kemungkinan terburuk kalau RS Ulin sudah tidak sanggup menampung pasien. Langkah antisipasi selanjutnya menyiapkan ruang inap isolasi di RSUD Datu Sanggul.

“Saat membawa pasien ke ruang isolasi, jalan yang ada juga disterilkan,” tuturnya.

Selain melakukan simulasi, RSUD Datu Sanggul sendiri menerapkan langkah antisipasi lain. Pasien rawat inap tidak diperbolehkan dibesuk, mencuci tangan 6 langkah baik saat masuk dan keluar rumah sakit. Lalu, pasien hanya boleh ditunggu maksimal dua orang, ini secara bergantian.

“Semua pengunjung rumah sakit masuk melalui pintu utama, dan anak di bawah umur 12 tahun tidak diperbolehkan masuk area rawat inap,” tuturnya.

Alat pelindung diri (APD) di RSUD masih terbatas. Hanya ada baju sebanyak 25 lembar. Ini pun digunakan hanya satu kali pakai.

“Tapi, kami sudah mesan sebanyak 500 lembar. Semoga barangnya cepat datang,” bebernya.

Direktur RSUD Datu Sanggul Rantau, Dokter Milhan menuturkan bahwa simulasi ini juga untuk memastikan kesiapan petugas rumah sakit. “Semoga saja Tapin tidak ada,” harapnya.(dly/jy/dye)

RANTAU – RSUD Datu Sanggul Rantau melakukan langkah antisipasi seandainya ada kasus Covid-19 di Tapin. Mereka mempraktikkan simulasi penanganan dengan melibatkan para petugas medis.

Dokter Rini Restiyati menjelaskan simulasi ini sudah yang kedua kali. Pertama tentang simulasi bagaimana menerima pasien di Instansi Gawat Darurat. Kedua, simulasi penanganan pasien. “Ada dua skenario. Saat merawat pasien, maupun merujuk pasien ke RSUD Ulin Banjarmasin,” tutur juru bicara RSUD Datu Sanggul itu, Kamis (19/3).

Diawali ketika petugas IGD menerima laporan baik dari puskesmas atau masyarakat bahwa ada pasien yang suspect atau pasien dengan pengawasan. Kepala IGD langsung memberitahukan surveillance.

“Sebelum pasien sampai ke IGD, petugas keamanan mensterilkan ruangan IGD dari pengunjung, keluarga pasien, dan petugas yang tidak berkepentingan,” ucapnya.

Petugas penerima pasien juga terlebih dahulu harus menggunakan alat perlindungan diri lengkap. Sebelum membawa pasien ke ruang isolasi IGD untuk pemeriksaan.

“Petugas lain menyiapkan ambulans dan perawat. Kalau memang harus dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin,” tuturnya.

Kemungkinan terburuk kalau RS Ulin sudah tidak sanggup menampung pasien. Langkah antisipasi selanjutnya menyiapkan ruang inap isolasi di RSUD Datu Sanggul.

“Saat membawa pasien ke ruang isolasi, jalan yang ada juga disterilkan,” tuturnya.

Selain melakukan simulasi, RSUD Datu Sanggul sendiri menerapkan langkah antisipasi lain. Pasien rawat inap tidak diperbolehkan dibesuk, mencuci tangan 6 langkah baik saat masuk dan keluar rumah sakit. Lalu, pasien hanya boleh ditunggu maksimal dua orang, ini secara bergantian.

“Semua pengunjung rumah sakit masuk melalui pintu utama, dan anak di bawah umur 12 tahun tidak diperbolehkan masuk area rawat inap,” tuturnya.

Alat pelindung diri (APD) di RSUD masih terbatas. Hanya ada baju sebanyak 25 lembar. Ini pun digunakan hanya satu kali pakai.

“Tapi, kami sudah mesan sebanyak 500 lembar. Semoga barangnya cepat datang,” bebernya.

Direktur RSUD Datu Sanggul Rantau, Dokter Milhan menuturkan bahwa simulasi ini juga untuk memastikan kesiapan petugas rumah sakit. “Semoga saja Tapin tidak ada,” harapnya.(dly/jy/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/