alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Lapas Perempuan Tiadakan Kunjungan

MARTAPURA – Di tengah pandemi virus corona, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura memutuskan untuk meniadakan jam kunjungan bagi para keluarga yang ingin membesuk narapidana.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, Yunengsih menyampaikan, peniadaan jam besuk mulai mereka berlakukan Rabu (18/3) tadi. “Sebelumnya kami sudah menyosialisasikan kebijakan ini selama dua hari, baik kepada warga binaan maupun para keluarganya,” ucapnya.

Namun, meski tidak ada jam besuk, bukan berarti napi tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga. Yunengsih menuturkan bahwa pihaknya menambah alat komunikasi di Warung Telekomunikasi Khusus Lembaga Pemasyarakatan (Wartelsuspas). “Dengan begitu, semua WBP bisa berkomunikasi dengan keluarga lewat telepon,” tuturnya.

Bahkan dia menyampaikan, pihak lapas berencana menyediakan fasilitas video call untuk para napi dan keluarga. “Napi juga masih boleh menerima kiriman makanan dari keluarga,” ucapnya.

Peniadaan kunjungan sendiri menurut Yunengsih sebagai antisipasi pencegahan dan pengendalian virus corona. “Kebijakan ini kami lakukan hingga 31 Maret 2020, sambil melihat perkembangan yang terjadi,” ujarnya.

Selain meniadakan kunjungan, dia mengungkapkan, lapas juga menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer dan tisu di titik kumpul/interaksi lalu lintas petugas dan warga binaan. “Kami juga rutin melakukan disinfeksi dan memeriksa suhu tubuh para WBP dan petugas,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan lapas lain? Kasi Pembinaan Anak Didik dan Kegiatan Kerja pada Lapas Banjarbaru, Hardiyanto menyampaikan bahwa pihaknya masih membolehkan keluarga napi berkunjung. Hanya saja, jumlahnya dibatasi.

“Biasanya keluarga yang berkunjung tidak dibatasi. Tapi, semenjak mewabahnya virus corona kami batasi, satu napi hanya boleh dijenguk oleh lima orang,” ucapnya.

Dia membeberkan, pembatasan kunjungan dilakukan sesuai dengan surat edaran dari Sekretaris Jenderal Kemenkumham terkait langkah-langkah pencegahan Covid-19. “Langkah-langkah lain yang kita lakukan ialah, menyediakan alat cuci tangan di beberapa titik,” bebernya.

Bukan hanya itu, Hardiyanto menyampaikan, Lapas Banjarbaru juga bekerja sama dengan RSD Idaman untuk menyosialisasikan informasi tentang virus corona ke para napi. “Hari ini (kemarin) tadi ada dokter datang untuk bersosialisasi,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

MARTAPURA – Di tengah pandemi virus corona, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura memutuskan untuk meniadakan jam kunjungan bagi para keluarga yang ingin membesuk narapidana.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, Yunengsih menyampaikan, peniadaan jam besuk mulai mereka berlakukan Rabu (18/3) tadi. “Sebelumnya kami sudah menyosialisasikan kebijakan ini selama dua hari, baik kepada warga binaan maupun para keluarganya,” ucapnya.

Namun, meski tidak ada jam besuk, bukan berarti napi tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga. Yunengsih menuturkan bahwa pihaknya menambah alat komunikasi di Warung Telekomunikasi Khusus Lembaga Pemasyarakatan (Wartelsuspas). “Dengan begitu, semua WBP bisa berkomunikasi dengan keluarga lewat telepon,” tuturnya.

Bahkan dia menyampaikan, pihak lapas berencana menyediakan fasilitas video call untuk para napi dan keluarga. “Napi juga masih boleh menerima kiriman makanan dari keluarga,” ucapnya.

Peniadaan kunjungan sendiri menurut Yunengsih sebagai antisipasi pencegahan dan pengendalian virus corona. “Kebijakan ini kami lakukan hingga 31 Maret 2020, sambil melihat perkembangan yang terjadi,” ujarnya.

Selain meniadakan kunjungan, dia mengungkapkan, lapas juga menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer dan tisu di titik kumpul/interaksi lalu lintas petugas dan warga binaan. “Kami juga rutin melakukan disinfeksi dan memeriksa suhu tubuh para WBP dan petugas,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan lapas lain? Kasi Pembinaan Anak Didik dan Kegiatan Kerja pada Lapas Banjarbaru, Hardiyanto menyampaikan bahwa pihaknya masih membolehkan keluarga napi berkunjung. Hanya saja, jumlahnya dibatasi.

“Biasanya keluarga yang berkunjung tidak dibatasi. Tapi, semenjak mewabahnya virus corona kami batasi, satu napi hanya boleh dijenguk oleh lima orang,” ucapnya.

Dia membeberkan, pembatasan kunjungan dilakukan sesuai dengan surat edaran dari Sekretaris Jenderal Kemenkumham terkait langkah-langkah pencegahan Covid-19. “Langkah-langkah lain yang kita lakukan ialah, menyediakan alat cuci tangan di beberapa titik,” bebernya.

Bukan hanya itu, Hardiyanto menyampaikan, Lapas Banjarbaru juga bekerja sama dengan RSD Idaman untuk menyosialisasikan informasi tentang virus corona ke para napi. “Hari ini (kemarin) tadi ada dokter datang untuk bersosialisasi,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/