alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Masuk dari Kotabaru, ABK Kapal Cina Ingin ke Banjarmasin; Tawarkan Jutaan Rupiah ke Pihak Travel

Berada di jalur laut internasional, kapal-kapal luar negeri kerap singgah ke Kotabaru. Mereka membawa batubara, bijih besi dan kelapa sawit. Satu yang ditakutkan: bawa virus corona.

—-
Walau ditawari jutaan rupiah, seorang pengusaha travel menolak mengantar anak buah kapal (ABK) Cina ke daratan. Menurutnya, tidak ada jaminan orang kapal bebas corona, karena lemahnya prosedur di Kotabaru.

“Barusan saya ditelepon agen pelayaran. Minta antar ABK kapal ke Banjarmasin. Tiga juta carter, biasanya dua juta. Saya tolak,” ujar pengusaha travel yang enggan namanya dikorankan, kepada Radar Banjarmasin, Kamis (19/3) kemarin.

Lanjutnya, belum lama tadi, temannya seorang sopir travel menderita batuk. Usai menjemput tamu asing di Kotabaru. “Kotabaru saya lihat kurang aman dari sisi prosedural pencegahan corona. Kita diminta terus jangan takut. Bukan takut, tapi baiknya kita mencegah. Mestinya libur dulu kegiatan, kayak sekolah,” cecarnya.

Kotabaru jika dilihat dari data, memang rawan corona. Faktanya, dalam sebulan paling sedikit 50 kapal asing berlabuh di Selat Pulau Laut. Tiga puluh persen dari jumlah kapal berasal dari Cina. Data itu diungkap Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kotabaru.

“Mereka (para awak kapal) harus di laut dulu selama 14 hari. Jika aman baru boleh ke darat. Begitu aturannya,” kata Kepala KKP Kotabaru Andi Syarif, Rabu (18/3) tadi.

Sementara itu, Kamis kemarin, saat dikonfirmasi, Andi mengaku belum ada mendengar jika ada ABK kapal asing mau ke darat. Ia berjanji akan menelusuri informasi itu.

Namun ujarnya, untuk warga asing, harus ada izin dari Kantor Imigrasi Batulicin. Dan sudah harus berada di laut selama empat belas hari.

Banyaknya kapal asing di Selat Pulau Laut karena perairan ini masuk wilayah jalur laut internasional, ALKI II. Kapal-kapal itu mengangkut batubara, bijih besi dan kelapa sawit

Para ABK kapal biasa naik ke darat. Memakai sarana speedboat. Dalam seminggu ini, ABK asing dari informasi lapangan ada naik ke darat hiburan karaoke atau ke salon.

Hingga kini, pemerintah daerah belum meliburkan sekolah. Atau menutup tempat hiburan yang dianggap publik berpotensi penyebaran corona.

Pemerintah baru mengeluarkan imbauan seperti yang diinstruksikan pemerintah pusat. Yaitu larangan perjalanan dinas ke luar daerah.

Ada 11 item dalam surat edaran yang diteken Bupati Sayed Jafar pada 16 Maret tadi. Lima item berisi soal hidup sehat, gunakan masker dan sebagainya. Satu item soal larangan perjalanan ke daerah yang terjangkit corona.

Dua item arahan tentang tindakan jika warga mengalami gejala panas dan batuk. Item sisanya mengimbau digencarkan sosialisasi pencegahan, dan permintaan agar warga jangan panik.

Sementara itu, pantauan wartawan di lapangan, terjadi penurunan jumlah pengunjung ke pusat keramaian. Salah satunya di Siring Laut. Jelang Magrib kemarin, Siring Laut yang berhadapan langsung dengan Selat Pulau Laut itu tidak seramai biasanya. (zal/ran/ema)

Berada di jalur laut internasional, kapal-kapal luar negeri kerap singgah ke Kotabaru. Mereka membawa batubara, bijih besi dan kelapa sawit. Satu yang ditakutkan: bawa virus corona.

—-
Walau ditawari jutaan rupiah, seorang pengusaha travel menolak mengantar anak buah kapal (ABK) Cina ke daratan. Menurutnya, tidak ada jaminan orang kapal bebas corona, karena lemahnya prosedur di Kotabaru.

“Barusan saya ditelepon agen pelayaran. Minta antar ABK kapal ke Banjarmasin. Tiga juta carter, biasanya dua juta. Saya tolak,” ujar pengusaha travel yang enggan namanya dikorankan, kepada Radar Banjarmasin, Kamis (19/3) kemarin.

Lanjutnya, belum lama tadi, temannya seorang sopir travel menderita batuk. Usai menjemput tamu asing di Kotabaru. “Kotabaru saya lihat kurang aman dari sisi prosedural pencegahan corona. Kita diminta terus jangan takut. Bukan takut, tapi baiknya kita mencegah. Mestinya libur dulu kegiatan, kayak sekolah,” cecarnya.

Kotabaru jika dilihat dari data, memang rawan corona. Faktanya, dalam sebulan paling sedikit 50 kapal asing berlabuh di Selat Pulau Laut. Tiga puluh persen dari jumlah kapal berasal dari Cina. Data itu diungkap Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kotabaru.

“Mereka (para awak kapal) harus di laut dulu selama 14 hari. Jika aman baru boleh ke darat. Begitu aturannya,” kata Kepala KKP Kotabaru Andi Syarif, Rabu (18/3) tadi.

Sementara itu, Kamis kemarin, saat dikonfirmasi, Andi mengaku belum ada mendengar jika ada ABK kapal asing mau ke darat. Ia berjanji akan menelusuri informasi itu.

Namun ujarnya, untuk warga asing, harus ada izin dari Kantor Imigrasi Batulicin. Dan sudah harus berada di laut selama empat belas hari.

Banyaknya kapal asing di Selat Pulau Laut karena perairan ini masuk wilayah jalur laut internasional, ALKI II. Kapal-kapal itu mengangkut batubara, bijih besi dan kelapa sawit

Para ABK kapal biasa naik ke darat. Memakai sarana speedboat. Dalam seminggu ini, ABK asing dari informasi lapangan ada naik ke darat hiburan karaoke atau ke salon.

Hingga kini, pemerintah daerah belum meliburkan sekolah. Atau menutup tempat hiburan yang dianggap publik berpotensi penyebaran corona.

Pemerintah baru mengeluarkan imbauan seperti yang diinstruksikan pemerintah pusat. Yaitu larangan perjalanan dinas ke luar daerah.

Ada 11 item dalam surat edaran yang diteken Bupati Sayed Jafar pada 16 Maret tadi. Lima item berisi soal hidup sehat, gunakan masker dan sebagainya. Satu item soal larangan perjalanan ke daerah yang terjangkit corona.

Dua item arahan tentang tindakan jika warga mengalami gejala panas dan batuk. Item sisanya mengimbau digencarkan sosialisasi pencegahan, dan permintaan agar warga jangan panik.

Sementara itu, pantauan wartawan di lapangan, terjadi penurunan jumlah pengunjung ke pusat keramaian. Salah satunya di Siring Laut. Jelang Magrib kemarin, Siring Laut yang berhadapan langsung dengan Selat Pulau Laut itu tidak seramai biasanya. (zal/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/