alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Meski Corona Sedang Merebak, Proyek Jembatan Alalak Tetap Berjalan

BANJARMASIN – Aktivitas proyek pembangunan Jembatan Alalak I lengang, kemarin (19/3). Tak banyak yang sedang bekerja. Bahkan nyaris kosong. Pemandangan itu dampak dari mulai mewabahnya virus corona di Indonesia.

Di Kalsel, khususnya di Banjarmasin memang belum ada pasien yang positif dinyatakan terinfeksi. Namun penanggung jawab proyek tetap memasang status waspada.

Manajer Proyek Jembatan Alalak I, Wika-Pandji.KSO, Sijadul Jamal mengatakan dalam dua hari ini mereka intens mengecek kesehatan para pekerja. Untuk memastikan tak ada yang terindikasi terpapar virus berkode Covid-19 itu. “Makanya terlihat lebih lengang dari biasanya. Karena pekerja secara bergantian menjalani cek kesehatan,” jelasnya.

Mereka tak ingin abai. Mengingat virus ini begitu mudah menular. Apalagi dengan bersentuhan langsung, atau melalui benda sebagai perantara.

Sejauh ini, belum ada pekerja yang terindikasi terkena virus tersebut. Namun, pihak penanggung jawab proyek menerapkan prosedur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan para pekerja.

Jamal memastikan bahwa proyek pembangunan jembatan ini tak akan terganggu. Segala aktivitas pekerjaan dijalankan sesuai timeline. “Jadi semua pekerjaan tetap berjalan seperti biasanya,” ucapnya.
Secara kasat mata, bentuk rupanya mulai terlihat. Oprit di kedua sisi sudah berdiri. Tinggal bagian bentang tengah jembatan.

Jika menengok dokumen pelaksanaan kontrak, proyek senilai Rp278 miliar itu ditargetkan rampung pada Maret 2021. Namun, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin ingin lebih cepat. Mereka mengupayakan rampung akhir tahun ini.

Artinya, pekerjaan menyisakan waktu kurang dari setahun. Karena itu proyek akan mulai fokus pada pemasangan cable stayed. Ini akan menjadi ciri khas jembatan penghubung Banjarmasin dan Barito Kuala ini. (nur/dye/ema)

BANJARMASIN – Aktivitas proyek pembangunan Jembatan Alalak I lengang, kemarin (19/3). Tak banyak yang sedang bekerja. Bahkan nyaris kosong. Pemandangan itu dampak dari mulai mewabahnya virus corona di Indonesia.

Di Kalsel, khususnya di Banjarmasin memang belum ada pasien yang positif dinyatakan terinfeksi. Namun penanggung jawab proyek tetap memasang status waspada.

Manajer Proyek Jembatan Alalak I, Wika-Pandji.KSO, Sijadul Jamal mengatakan dalam dua hari ini mereka intens mengecek kesehatan para pekerja. Untuk memastikan tak ada yang terindikasi terpapar virus berkode Covid-19 itu. “Makanya terlihat lebih lengang dari biasanya. Karena pekerja secara bergantian menjalani cek kesehatan,” jelasnya.

Mereka tak ingin abai. Mengingat virus ini begitu mudah menular. Apalagi dengan bersentuhan langsung, atau melalui benda sebagai perantara.

Sejauh ini, belum ada pekerja yang terindikasi terkena virus tersebut. Namun, pihak penanggung jawab proyek menerapkan prosedur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan para pekerja.

Jamal memastikan bahwa proyek pembangunan jembatan ini tak akan terganggu. Segala aktivitas pekerjaan dijalankan sesuai timeline. “Jadi semua pekerjaan tetap berjalan seperti biasanya,” ucapnya.
Secara kasat mata, bentuk rupanya mulai terlihat. Oprit di kedua sisi sudah berdiri. Tinggal bagian bentang tengah jembatan.

Jika menengok dokumen pelaksanaan kontrak, proyek senilai Rp278 miliar itu ditargetkan rampung pada Maret 2021. Namun, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin ingin lebih cepat. Mereka mengupayakan rampung akhir tahun ini.

Artinya, pekerjaan menyisakan waktu kurang dari setahun. Karena itu proyek akan mulai fokus pada pemasangan cable stayed. Ini akan menjadi ciri khas jembatan penghubung Banjarmasin dan Barito Kuala ini. (nur/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/