alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Menilik Kesiapan Banjarbaru Menangkal Penyebaran Covid-19

Ancaman pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) membuat publik khawatir. Warga menaruh harapan besar terhadap langkah pemerintah untuk menjamin keselamatan masyarakatnya.

Indonesia positif terpapar virus mematikan ini. Angkanya terus bertambah, korban jiwa pun berjatuhan. Di Kalsel, 5 Pasien Dalam Pengawasan di RS Ulin, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sembari dirawat.

Meski sampai kemarin tidak ada kasus corona mencuat dari Banjarbaru. Namun banyak warga yang mulai waspada.

Ida Wahyunita, warga asal Kemuning Banjarbaru misalnya, berharap ada keterbukaan dari pemerintah.

“Memang imbauan sudah ada, kita diminta tidak panik. Tapi saya pribadi khawatir, apalagi di berita sudah banyak yang terinfeksi. Di Kalsel juga beberapa diisolasi, wajar agak takut,” cerita ibu satu anak ini.

Senada, Maulida mahasiswi asal Landasan Ulin Banjarbaru, turut meminta pemerintah untuk benar-benar serius. “Jangan setelah ada yang positif baru panik. Saya ingin kita bisa terhindar lewat upaya pencegahan yang riil,” ujarnya.

Lantas, bagaimana sebetulnya langkah yang sudah dilakukan pemerintah Kota Banjarbaru?

Dari sisi koordinasi, penanganan Covid-19 sudah diserahkan kepada Gugus Tugas, Ketuanya Said Abdullah, Sekda Kota Banjarbaru.

Diikuti penetapan ancaman corona sebagai Siaga Darurat Bencana non Alam.

Ditanya tindakan nyata mencegah corona, Rabu (18/3) petang Said menyebut dimulai dengan Rapat Koordinasi khusus, Senin (16/3) lalu.

“Hari ini (Rabu) kita rapat lagi untuk menyempurnakan Gugus Tugas ini. Sekarang ada empat bidang dalam Gugus ini dan bidang penunjang lainnya,” jabarnya.

Bidang ini katanya adalah Kesehatan, Pendidikan, Komunikasi Publik dan Bidang Ekonomi Sosial. Keempat bidang ini memakai formasi SKPD-SKPD yang berkaitan di dalamnya.

“Di pendidikan sudah ada kebijakan meliburkan sekolah. Di Kesehatan ada pengawasan dan pemantauan terhadap potensi virus ini,” ujarnya.

Di bidang Komunikasi Publik, bertugas menyosialisasikan soal pencegahan corona maupun mengawasi informasi-informasi keliru. Untuk bidang Ekonomi Sosial, ini ujarnya fokus pada pengawasan dampak ekonomi dari merebaknya penyebaran virus tersebut.

Adapun soal penanganan jika ditemukan dugaan corona. Menurut Said menggunakan metode sederhana.

“Kita metode sederhana. Kalau gejalanya ada dari pengawasan dan pemantauan kita, maka langsung dirujuk ke RS rujukan. Untuk SOP di rumah sakit sudah ada, sifatnya khusus. Hal ini telah diatur oleh pihak RS, termasuk hingga tingkat Puskesmas,” bebernya.

Warga juga diminta mendeteksi kesehatan diri masing-masing. Tak perlu menunggu alat pendeteksi seperti thermal gun.

“Mengecek suhu kan bisa dengan tangan sendiri. Kalau merasa demam, segera ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesannya.

Bagaimana dengan kesiapan alat? Said mengaku pihaknya terkendala di sini. Khususnya alat pelindung diri.

“Makanya ketika ada permintaan dari Provinsi agar RSD Idaman jadi RS Rujukan tambahan, kita tidak siap. Bukan masalah SDM nya, tetapi logistiknya ini, seperti alat pelindung diri. Stoknya memang sulit, ini terus kita ajukan ke pusat,” cerita Sekda.

Sehingga meski RSD Idaman memiliki ruang isolasi, tanpa kelengkapan pendukung, justru akan menjadi ancaman bagi dokter dan perawat.

“Kami minta penundaan untuk menjadi rujukan, sampai semua alat lengkap,” jawabnya.

Sementara itu, kemarin juga mulai dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di Balai Kota Banjarbaru. Ini untuk menambah keyakinan karyawan/karyawati di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru.

Adapun soal dugaan kasus corona, menurut Said sampai hari ini di Banjarbaru belum ada. “Tetapi memang ada yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Misalnya yang datang dari luar daerah,” tukasnya.

 

ASN ke Thailand Orang Dalam Pemantauan

 

BANJARBARU – Beberapa hari lalu, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menyatakan bahwa ada satu orang ASN yang dalam kondisi dirumahkan. Ini pasca, ASN tersebut baru pulang cuti dari Thailand. Yang notabene negara ini juga positif terpapar Covid-19.

 

Lalu bagaimana perkembangannya sekarang? Ketua Gugus Tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Banjarbaru, Said Abdullah mengonfirmasi jika yang bersangkutan masih belum masuk kerja.

 

Said memang tak menerangkan secara rinci soal kondisi terakhirnya. Ia hanya menjawab jika ASN tersebut masih dalam status pemantauan pihaknya.

 

“Sekarang dalam pemantauan. Kita meminta juga kepada Dinkes agar jangan berlebihan (pengawasannya),” singkat Sekda.

 

Selain ASN yang cuti ke luar negeri ini. Badan Kepegawaian, Pendidikan & Pelatihan (BKPP) Banjarbaru sebut Sekda juga diminta untuk memetakan pegawai yang cuti.

 

“BKPP diminta memantau pegawai yang melakukan cuti. Dia cuti kemana itu dipantau. Ini sebagai bentuk upaya pencegahan yang kita lakukan di lingkup Pemko,” sebutnya.

 

Adapun, Said juga akan mengintruksikan Diskominfo Banjarbaru untuk melakukan pemantauan terhadap informasi atau berita yang beredar. Ia pun memastikan akan ada pembatasan soal berita-berita terkait corona tersebut.

 

“Kita akan memang membatasi penyebaran berita, karena yang jadi masalah, kita tidak tahu mana yang benar atau salah. Pembatasan ini agar tidak menyebabkan kepanikan, karena sekarang ini banyak hoaks,” tukasnya. (rvn/bin/ema)

Ancaman pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) membuat publik khawatir. Warga menaruh harapan besar terhadap langkah pemerintah untuk menjamin keselamatan masyarakatnya.

Indonesia positif terpapar virus mematikan ini. Angkanya terus bertambah, korban jiwa pun berjatuhan. Di Kalsel, 5 Pasien Dalam Pengawasan di RS Ulin, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sembari dirawat.

Meski sampai kemarin tidak ada kasus corona mencuat dari Banjarbaru. Namun banyak warga yang mulai waspada.

Ida Wahyunita, warga asal Kemuning Banjarbaru misalnya, berharap ada keterbukaan dari pemerintah.

“Memang imbauan sudah ada, kita diminta tidak panik. Tapi saya pribadi khawatir, apalagi di berita sudah banyak yang terinfeksi. Di Kalsel juga beberapa diisolasi, wajar agak takut,” cerita ibu satu anak ini.

Senada, Maulida mahasiswi asal Landasan Ulin Banjarbaru, turut meminta pemerintah untuk benar-benar serius. “Jangan setelah ada yang positif baru panik. Saya ingin kita bisa terhindar lewat upaya pencegahan yang riil,” ujarnya.

Lantas, bagaimana sebetulnya langkah yang sudah dilakukan pemerintah Kota Banjarbaru?

Dari sisi koordinasi, penanganan Covid-19 sudah diserahkan kepada Gugus Tugas, Ketuanya Said Abdullah, Sekda Kota Banjarbaru.

Diikuti penetapan ancaman corona sebagai Siaga Darurat Bencana non Alam.

Ditanya tindakan nyata mencegah corona, Rabu (18/3) petang Said menyebut dimulai dengan Rapat Koordinasi khusus, Senin (16/3) lalu.

“Hari ini (Rabu) kita rapat lagi untuk menyempurnakan Gugus Tugas ini. Sekarang ada empat bidang dalam Gugus ini dan bidang penunjang lainnya,” jabarnya.

Bidang ini katanya adalah Kesehatan, Pendidikan, Komunikasi Publik dan Bidang Ekonomi Sosial. Keempat bidang ini memakai formasi SKPD-SKPD yang berkaitan di dalamnya.

“Di pendidikan sudah ada kebijakan meliburkan sekolah. Di Kesehatan ada pengawasan dan pemantauan terhadap potensi virus ini,” ujarnya.

Di bidang Komunikasi Publik, bertugas menyosialisasikan soal pencegahan corona maupun mengawasi informasi-informasi keliru. Untuk bidang Ekonomi Sosial, ini ujarnya fokus pada pengawasan dampak ekonomi dari merebaknya penyebaran virus tersebut.

Adapun soal penanganan jika ditemukan dugaan corona. Menurut Said menggunakan metode sederhana.

“Kita metode sederhana. Kalau gejalanya ada dari pengawasan dan pemantauan kita, maka langsung dirujuk ke RS rujukan. Untuk SOP di rumah sakit sudah ada, sifatnya khusus. Hal ini telah diatur oleh pihak RS, termasuk hingga tingkat Puskesmas,” bebernya.

Warga juga diminta mendeteksi kesehatan diri masing-masing. Tak perlu menunggu alat pendeteksi seperti thermal gun.

“Mengecek suhu kan bisa dengan tangan sendiri. Kalau merasa demam, segera ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesannya.

Bagaimana dengan kesiapan alat? Said mengaku pihaknya terkendala di sini. Khususnya alat pelindung diri.

“Makanya ketika ada permintaan dari Provinsi agar RSD Idaman jadi RS Rujukan tambahan, kita tidak siap. Bukan masalah SDM nya, tetapi logistiknya ini, seperti alat pelindung diri. Stoknya memang sulit, ini terus kita ajukan ke pusat,” cerita Sekda.

Sehingga meski RSD Idaman memiliki ruang isolasi, tanpa kelengkapan pendukung, justru akan menjadi ancaman bagi dokter dan perawat.

“Kami minta penundaan untuk menjadi rujukan, sampai semua alat lengkap,” jawabnya.

Sementara itu, kemarin juga mulai dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di Balai Kota Banjarbaru. Ini untuk menambah keyakinan karyawan/karyawati di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru.

Adapun soal dugaan kasus corona, menurut Said sampai hari ini di Banjarbaru belum ada. “Tetapi memang ada yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Misalnya yang datang dari luar daerah,” tukasnya.

 

ASN ke Thailand Orang Dalam Pemantauan

 

BANJARBARU – Beberapa hari lalu, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menyatakan bahwa ada satu orang ASN yang dalam kondisi dirumahkan. Ini pasca, ASN tersebut baru pulang cuti dari Thailand. Yang notabene negara ini juga positif terpapar Covid-19.

 

Lalu bagaimana perkembangannya sekarang? Ketua Gugus Tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 Banjarbaru, Said Abdullah mengonfirmasi jika yang bersangkutan masih belum masuk kerja.

 

Said memang tak menerangkan secara rinci soal kondisi terakhirnya. Ia hanya menjawab jika ASN tersebut masih dalam status pemantauan pihaknya.

 

“Sekarang dalam pemantauan. Kita meminta juga kepada Dinkes agar jangan berlebihan (pengawasannya),” singkat Sekda.

 

Selain ASN yang cuti ke luar negeri ini. Badan Kepegawaian, Pendidikan & Pelatihan (BKPP) Banjarbaru sebut Sekda juga diminta untuk memetakan pegawai yang cuti.

 

“BKPP diminta memantau pegawai yang melakukan cuti. Dia cuti kemana itu dipantau. Ini sebagai bentuk upaya pencegahan yang kita lakukan di lingkup Pemko,” sebutnya.

 

Adapun, Said juga akan mengintruksikan Diskominfo Banjarbaru untuk melakukan pemantauan terhadap informasi atau berita yang beredar. Ia pun memastikan akan ada pembatasan soal berita-berita terkait corona tersebut.

 

“Kita akan memang membatasi penyebaran berita, karena yang jadi masalah, kita tidak tahu mana yang benar atau salah. Pembatasan ini agar tidak menyebabkan kepanikan, karena sekarang ini banyak hoaks,” tukasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/