alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir Kecamatan Bakarangan, merupakan akses utama untuk menuju beberapa sekolah, tapi kondisinya cukup memprihatinkan.

— Oleh: RASIDI FADLI, Rantau. —

Dilihat dari bangunan atas, walaupun ada sedikit berlubang, jembatan ulin dengan panjang sekitar 20 meter lebar 2 meter masih layak digunakan. Tapi, kalau diteliti bawahnya, cukup mengkhawatirkan, karena kayunya lapuk termakan usia.

Apalagi, jembatan ini akses terdekat anak-anak Desa Gadung Hilir untuk menuju tiga sekolah yang ada diseberang. Tentu, membuat was-was siswa-siswi yang setiap hari melewati jembatan tersebut.

Tidak hanya akses untuk ke Madrasah Diniyah Awwaliyah Assadah, SDN Gadung Hilir dan TK Harapan Ibu. Jembatan ini juga akses terdekat untjk menuju Kantor Desa dan Posyandu Desa.

“Memang di sini merupakan akses utama, warga ke sawah dan anak-anak untuk mengenyam pendidikan,” ungkap Muhammad Yamin, Rabu (18/3) siang saat ditemui.

Yamin yang juga bekerja sebagai guru pembantu di Madrasah Diniyah, memberitahukan sejak 2014 tadi, saat ia pertama membantu mengajar, kondisi jembatan sudah mengkhawatirkan.

“Memang sudah ada penanganan sementara, tapi kurang efektif. Bisa dilihat kondisi sekarang,” tuturnya.

Lanjut pria berumur 30 tahun ini, sejak mengetahui kondisi jembatan, yakni karena kayunya sudah lapuk. Banyak warga yang tidak berani untuk melewati jembatan ini.

“Kami takut, saat lewat bisa runtuh,” ucapnya, seraya berkata ada akses lain, tapi jaraknya cukup jauh.

Tambah warga RT 1 ini, memang sebelumnya ada beberapa yang mengontrol kondisi jembatan. Tapi, kebanyak dari mereka hanya melihat atasnya saja, tidak melihat ke bawah.

“Saya berharap jembatan ini bisa cepat diperbaiki. Karena, sangat diperlukan oleh anak-anak,” tuturnya.

Kepala Dinas PUPR Tapin, Yustan Azidin, saat dikonfirmasi diruangannya, berterima kasih atas informasi yang disampaikan. Ia berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memberitahukan bahwa untuk Desa Gadung Hilir, memang ada beberapa jembatan Ulin.

“Nanti akan ia cek ke lokasi, seberapa jauh kerusakannya,” katanya.

Setelah didata kerusakannya. Langkah selanjutnya akan ditentukan, karena anggaran 2020 sudah berjalan, bisa kita usulkan ke APBD tahun 2021.

“Kalau memang mau cepat, bisa juga memakai dana Desa, karena sekarang ada dananya. Lagipula itu untuk kepentingan pembangunan dan akses pendidikan,” sarannya. (*/ema)

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir Kecamatan Bakarangan, merupakan akses utama untuk menuju beberapa sekolah, tapi kondisinya cukup memprihatinkan.

— Oleh: RASIDI FADLI, Rantau. —

Dilihat dari bangunan atas, walaupun ada sedikit berlubang, jembatan ulin dengan panjang sekitar 20 meter lebar 2 meter masih layak digunakan. Tapi, kalau diteliti bawahnya, cukup mengkhawatirkan, karena kayunya lapuk termakan usia.

Apalagi, jembatan ini akses terdekat anak-anak Desa Gadung Hilir untuk menuju tiga sekolah yang ada diseberang. Tentu, membuat was-was siswa-siswi yang setiap hari melewati jembatan tersebut.

Tidak hanya akses untuk ke Madrasah Diniyah Awwaliyah Assadah, SDN Gadung Hilir dan TK Harapan Ibu. Jembatan ini juga akses terdekat untjk menuju Kantor Desa dan Posyandu Desa.

“Memang di sini merupakan akses utama, warga ke sawah dan anak-anak untuk mengenyam pendidikan,” ungkap Muhammad Yamin, Rabu (18/3) siang saat ditemui.

Yamin yang juga bekerja sebagai guru pembantu di Madrasah Diniyah, memberitahukan sejak 2014 tadi, saat ia pertama membantu mengajar, kondisi jembatan sudah mengkhawatirkan.

“Memang sudah ada penanganan sementara, tapi kurang efektif. Bisa dilihat kondisi sekarang,” tuturnya.

Lanjut pria berumur 30 tahun ini, sejak mengetahui kondisi jembatan, yakni karena kayunya sudah lapuk. Banyak warga yang tidak berani untuk melewati jembatan ini.

“Kami takut, saat lewat bisa runtuh,” ucapnya, seraya berkata ada akses lain, tapi jaraknya cukup jauh.

Tambah warga RT 1 ini, memang sebelumnya ada beberapa yang mengontrol kondisi jembatan. Tapi, kebanyak dari mereka hanya melihat atasnya saja, tidak melihat ke bawah.

“Saya berharap jembatan ini bisa cepat diperbaiki. Karena, sangat diperlukan oleh anak-anak,” tuturnya.

Kepala Dinas PUPR Tapin, Yustan Azidin, saat dikonfirmasi diruangannya, berterima kasih atas informasi yang disampaikan. Ia berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memberitahukan bahwa untuk Desa Gadung Hilir, memang ada beberapa jembatan Ulin.

“Nanti akan ia cek ke lokasi, seberapa jauh kerusakannya,” katanya.

Setelah didata kerusakannya. Langkah selanjutnya akan ditentukan, karena anggaran 2020 sudah berjalan, bisa kita usulkan ke APBD tahun 2021.

“Kalau memang mau cepat, bisa juga memakai dana Desa, karena sekarang ada dananya. Lagipula itu untuk kepentingan pembangunan dan akses pendidikan,” sarannya. (*/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/