alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Sekolah Diliburkan, Wahana Anak Tetap Sepi

BANJARMASIN – Mencegah penyebaran virus corona sejumlah pemerintah daerah di Indonesia mengambil langkah meliburkan sekolah. Kebijakan ini cukup dilematis mengingat ada kekhawatiran anak-anak justru malah memadati wahana-wahana permainan.

Namun hal itu tak terbukti. Setidaknya tidak terjadi di Banjarmasin. Dari pantauan Radar Banjarmasin, wahana permainan anak di mall juga sepi siang kemarin.

Heny, warga Pekapuran, Banjarmasin Tengah, mengatakan ia tak akan membawa putranya untuk berkunjung ke wahana permainan meski sekolah diliburkan. “Mending di rumah saja, takut kena virus Covid-19,” ucapnya.

Pimpinan wahana permainan Amazon di Duta Mall Banjarmasin, Rudy mengungkapkan, merosotnya jumlah pengunjung yang datang sebenarnya sudah terjadi semenjak merebaknya pemberitaan di media massa tentang virus corona. Orang -orang menjaga batas sosial dan menjauhi kerumunan.

“Penurunannya sampai 55 persen,” ungkap Rudy yang ditemui Radar Banjarmasin di kantornya , Selasa (17/3) kemarin.

Sejak buka jam sepuluh pagi hingga jam tiga siang baru 12 pengunjung yang datang bermain. Padahal sebelum merebaknya kabar mengenai virus Covid-19, jumlah pengunjung di hari biasa sampai puluhan hingga ratusan.

Pemberlakuan libur bagi anak-anak tingkat SD, SMP oleh Pemerintah Kota Banjarmasin pun tak berdampak signifikan terhadap wahana permainan. “Hari minggu itu paling dominan banyak pengunjung, sekarang cuma sekitar 100 pengunjung,” ucapnya.

Agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat bermain, Rudy mengatakan sudah mengarahkan seluruh pegawai untuk selalu membersihkan seluruh alat permainan. Pihaknya juga menyiapkan cairan antiseptik di setiap sudut ruangan. Usai bermain, pengunjung dapat membersihkan tangan.

“Kami mengutamakan kenyamanan konsumen, sehingga mereka merasa nyaman saat bermain ke Amazon,” cetusnya. (gmp/ran/ema)

BANJARMASIN – Mencegah penyebaran virus corona sejumlah pemerintah daerah di Indonesia mengambil langkah meliburkan sekolah. Kebijakan ini cukup dilematis mengingat ada kekhawatiran anak-anak justru malah memadati wahana-wahana permainan.

Namun hal itu tak terbukti. Setidaknya tidak terjadi di Banjarmasin. Dari pantauan Radar Banjarmasin, wahana permainan anak di mall juga sepi siang kemarin.

Heny, warga Pekapuran, Banjarmasin Tengah, mengatakan ia tak akan membawa putranya untuk berkunjung ke wahana permainan meski sekolah diliburkan. “Mending di rumah saja, takut kena virus Covid-19,” ucapnya.

Pimpinan wahana permainan Amazon di Duta Mall Banjarmasin, Rudy mengungkapkan, merosotnya jumlah pengunjung yang datang sebenarnya sudah terjadi semenjak merebaknya pemberitaan di media massa tentang virus corona. Orang -orang menjaga batas sosial dan menjauhi kerumunan.

“Penurunannya sampai 55 persen,” ungkap Rudy yang ditemui Radar Banjarmasin di kantornya , Selasa (17/3) kemarin.

Sejak buka jam sepuluh pagi hingga jam tiga siang baru 12 pengunjung yang datang bermain. Padahal sebelum merebaknya kabar mengenai virus Covid-19, jumlah pengunjung di hari biasa sampai puluhan hingga ratusan.

Pemberlakuan libur bagi anak-anak tingkat SD, SMP oleh Pemerintah Kota Banjarmasin pun tak berdampak signifikan terhadap wahana permainan. “Hari minggu itu paling dominan banyak pengunjung, sekarang cuma sekitar 100 pengunjung,” ucapnya.

Agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat bermain, Rudy mengatakan sudah mengarahkan seluruh pegawai untuk selalu membersihkan seluruh alat permainan. Pihaknya juga menyiapkan cairan antiseptik di setiap sudut ruangan. Usai bermain, pengunjung dapat membersihkan tangan.

“Kami mengutamakan kenyamanan konsumen, sehingga mereka merasa nyaman saat bermain ke Amazon,” cetusnya. (gmp/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/