alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Pemkab Tala Bentuk Satgas Pencegahan Corona

PELAIHARI – Guna mencegah penularan Covid-19 atau virus corona di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Pemerintah Kabupaten Tala melakukan Rapat Koordinasi Penanganan dengan membentuk Satuan Petugas (Satgas) di Ruang Rapat Barakat Kantor Sekretariat Daerah Tala, Senin (16/03).

Kepala Dinas Kesehatan Tala Nina Sandra memaparkan, virus corona ini berasal dari Provinsi Wuhan China dan masih satu keluarga dengan Virus MERS dan SARS, dengan total penyebaran mencapai di 58 negara dan total 156.112 kasus infeksi corona, dan mengakibatkan ada korban meninggal dunia sebanyak 5.289 orang.

“Di Indonesia terdapat 117 kasus positif , ada korban meninggal dunia 5 orang dan 8 orang dinyatakan sembuh,” ungkap Nina.

Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari, Haryono menambahkan, sejak RSUD Hadji Boejasin ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien virus corona oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pihaknya terus melakukan persiapan dan menyiapkan ruangan serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan yang ada.

“Kami juga melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan covid-19 ini, dan selalu melakukan monitoring perkembangan virus corona secara nasional,” ujarnya.

Untuk kesiapan perlengkapan dan fasilitas di RSUD Hadji Boejasin, sebagai rumah sakit rujukan pasien corona. Disiapkan ruangan dan alat kesehatan khusus yang tak digunakan pasien biasa, untuk mencegah penularan kepada pasien lain. Kemudian Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas kesehatan.

“Disiapkan juga kantung jenazah dan pengelolaan jenazah secara khusus dan tersendiri,” tandasnya.

Bupati Tala Sukamta pun menetapkan status Siaga Darurat Covid-19 di Kabupaten Tala selama tiga bulan.

“Kita bentuk Satgas Penanganan Siaga Darurat Covid-19 ini dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Kita akan segera menyusun rencana aksi kita, jangan sampai Covid-19 ini masuk ke Kabupaten Tala. Tempat kerumunan masyarakat yang tidak bisa kita bubarkan atau hindarkan, akan kita disterilkan dengan disinfektan dan nanti kita tunggu rencana aksi lain,” terang Kamta.

Untuk tempat wistata, juga ada kemungkinan penutupan sementara atau memberlakukan protokol penyemprotan desinfektan kepada wisatawan yang berkunjung.

“Upaya sosialisasi dan penerangan kepada masyarakat mengenai ini akan disampaikan melalui radio pemerintah, leaflet, baliho/spanduk dan media massa, agar masyarakat Tala tidak panik dan dapat mengetahui cara pencegahan corona,” ujarnya.

Sedangkan kantor pemerintahan, sekolah, tempat ibadah dan fasilitas umum, diminta menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir serta hand sanitizer. “Anggaran pencegahan pun akan kita siapkan secepat mungkin,” ucapnya.

Kepada para pejabat lingkup Pemkab Tala, diminta tidak melakukan perjalanan dinas luar daerah, agar tidak membawa pulang corona ke Kabupaten Tala. Jika terpaksa, maka pejabat tersebut harus melakukan screening test di RSUD Hadji Boejasin setelah pulang.

Pemkab juga akan berkerja sama dengan Polres Tala dan Kejaksaan Negeri Tala, untuk menindak penimbun kebutuhan pokok maupun alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.

Rakor ini dihadiri pula Wakil Bupati Tala Abdi Rahman, Dandim 1009 Pelaihari Letkol (Inf) Adi Yoga Susetyo, Sekretaris Daerah Tala Dahnial Kifli, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tala M Rusdi Hilmi, Wakapolres Tala Kompol Fauzan Arianto, Asisten Lingkup Setda Tala, para Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Tala, Camat se-Tala serta stakeholder terkait lain. (ard/bin/ema)

 

PELAIHARI – Guna mencegah penularan Covid-19 atau virus corona di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Pemerintah Kabupaten Tala melakukan Rapat Koordinasi Penanganan dengan membentuk Satuan Petugas (Satgas) di Ruang Rapat Barakat Kantor Sekretariat Daerah Tala, Senin (16/03).

Kepala Dinas Kesehatan Tala Nina Sandra memaparkan, virus corona ini berasal dari Provinsi Wuhan China dan masih satu keluarga dengan Virus MERS dan SARS, dengan total penyebaran mencapai di 58 negara dan total 156.112 kasus infeksi corona, dan mengakibatkan ada korban meninggal dunia sebanyak 5.289 orang.

“Di Indonesia terdapat 117 kasus positif , ada korban meninggal dunia 5 orang dan 8 orang dinyatakan sembuh,” ungkap Nina.

Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari, Haryono menambahkan, sejak RSUD Hadji Boejasin ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien virus corona oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pihaknya terus melakukan persiapan dan menyiapkan ruangan serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan yang ada.

“Kami juga melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan covid-19 ini, dan selalu melakukan monitoring perkembangan virus corona secara nasional,” ujarnya.

Untuk kesiapan perlengkapan dan fasilitas di RSUD Hadji Boejasin, sebagai rumah sakit rujukan pasien corona. Disiapkan ruangan dan alat kesehatan khusus yang tak digunakan pasien biasa, untuk mencegah penularan kepada pasien lain. Kemudian Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas kesehatan.

“Disiapkan juga kantung jenazah dan pengelolaan jenazah secara khusus dan tersendiri,” tandasnya.

Bupati Tala Sukamta pun menetapkan status Siaga Darurat Covid-19 di Kabupaten Tala selama tiga bulan.

“Kita bentuk Satgas Penanganan Siaga Darurat Covid-19 ini dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Kita akan segera menyusun rencana aksi kita, jangan sampai Covid-19 ini masuk ke Kabupaten Tala. Tempat kerumunan masyarakat yang tidak bisa kita bubarkan atau hindarkan, akan kita disterilkan dengan disinfektan dan nanti kita tunggu rencana aksi lain,” terang Kamta.

Untuk tempat wistata, juga ada kemungkinan penutupan sementara atau memberlakukan protokol penyemprotan desinfektan kepada wisatawan yang berkunjung.

“Upaya sosialisasi dan penerangan kepada masyarakat mengenai ini akan disampaikan melalui radio pemerintah, leaflet, baliho/spanduk dan media massa, agar masyarakat Tala tidak panik dan dapat mengetahui cara pencegahan corona,” ujarnya.

Sedangkan kantor pemerintahan, sekolah, tempat ibadah dan fasilitas umum, diminta menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir serta hand sanitizer. “Anggaran pencegahan pun akan kita siapkan secepat mungkin,” ucapnya.

Kepada para pejabat lingkup Pemkab Tala, diminta tidak melakukan perjalanan dinas luar daerah, agar tidak membawa pulang corona ke Kabupaten Tala. Jika terpaksa, maka pejabat tersebut harus melakukan screening test di RSUD Hadji Boejasin setelah pulang.

Pemkab juga akan berkerja sama dengan Polres Tala dan Kejaksaan Negeri Tala, untuk menindak penimbun kebutuhan pokok maupun alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.

Rakor ini dihadiri pula Wakil Bupati Tala Abdi Rahman, Dandim 1009 Pelaihari Letkol (Inf) Adi Yoga Susetyo, Sekretaris Daerah Tala Dahnial Kifli, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tala M Rusdi Hilmi, Wakapolres Tala Kompol Fauzan Arianto, Asisten Lingkup Setda Tala, para Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Tala, Camat se-Tala serta stakeholder terkait lain. (ard/bin/ema)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/