alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Pulang Umrah, Warga Banua Suspect Corona; Begini Tanggapan Paman Birin

BANJARMASIN – Banua mulai direpotkan oleh penyebaran virus corona. Tiga orang warga di Kalsel yang diduga suspect virus Covid-19 baru-baru tadi dibawa ke RSUD Ulin, Banjarmasin.

Mereka yang dibawa, dua orang berjenis kelamin laki-laki, masing-masing berusia 64 tahun dan 46 tahun sedangkan seorang lagi adalah perempuan berusia 62 tahun.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Hj Suciati membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan dua dari pasien itu adalahh rujukan dari Kabupaten Tanah Bumbu. Sementara seorang lagi merupakan rujukan dari Rumah Sakit Suaka Insan.

“Sudah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Klaster Bougenville,” kata Suci dikonfirmasi, Minggu (15/3) siang.

Suci belum dapat memberikan keterangan mengenai hasilnya. Tim medis RSUD Ulin akan melakukan swab tenggorokan untuk pemeriksaan terkait gejala yang dialami ketiga pasien tersebut.

Sementara itu, Sekda Tanbu Rooswandi Salem malah membenarkan ada warga Tanah Bumbu yang dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin karena suspect corona. Pasien wanita ini sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor.

“Satu orang yang dirujuk belum positif corona, karena masih dilakukan pemeriksaan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin. Sementara diagnosa RSUD Tanbu masih permasalahan pernapasan bronkhitis,” jelas sekda, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Tak seperti Suci, dia membantah informasi yang menyebutkan ada dua orang pasien suspect corona dari Tanbu yang dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin. “Hanya satu orang,” ucapnya.

Informasi dari salah satu pejabat di Dinkes Tanbu, pasien suspect corona ini masuk rumah sakit pada hari Jumat (13/3), malam. Namun, keesokan harinya dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

“Gejalanya batuk dan panas,” katanya seraya minta wartawan Radar Banjarmasin untuk langsung mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Tanbu H Setia Budi.

Sayangnya, saat dikonfirmasi via telepon, H Setia Budi tidak merespons. Dia hanya memberikan jawaban via Whatsapp.

“Kita masih menunggu konfirmasi dari propinsi. Ini saja yang bisa saya sampaikan, sambil menunggu info dari RSUD Ulin Banjarmasin, baru nanti kami sampaikan,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ulin karena suspect corona, H Setia Budi belum bisa memberikan jawaban pasti dengan alasan belum terima laporan.

“Kita tunggu saja infonya yang resmi,” pungkasnya.

Sebelumnya, informasi yang beredar luas adalah pasien suspect corona yang dibawa ke RSUD Ulin mendapatkan gejala yang mirip corona setelah pulang dari ibadah umrah.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengimbau masyarakat Kalimantan Selatan untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi virus corona. Pemerintah Provinsi Kalsel sudah melakukan berbagai tindakan atau langkah antisipasi pengendalian.

Baca Juga :  Angka Stunting di Banjarbaru Masih Tinggi

“Instansi terkait tetap siaga, terus giat melakukan langkah pencegahan, ” imbaunya, Minggu (15/3).

Paman Birin juga mengatakan pihaknya telah memberi instruksi khusus kepada pihak-pihak terkait untuk lebih mengutamakan pencegahan sejak dini.

Dia juga telah mengarahkan Kadis Kesehatan Kalsel untuk terus memantapkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dalam hal pencegahan dan antipasi corona.

“Segera lakukan langkah konkret apapun bentuknya, dan mengupayakan pencegahan dulu, ” pintanya.

Pemerintah provinsi juga telah membentuk Satgas Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona. Termasuk Pembentukan Tim Gerak Cepat Pencegahan dan Pengendalian Corona.

“Saya juga mengimbau mengindari melakukan kontak tangan atau berjabat tangan secara langsung bila ketemu kolega atau kerabat. Tetapi cukup melambaikan tangan,” imbaunya.

Pencegahan atau penangan virus corona harus dilakukan secara bersama. Semua harus bersatu untuk mencegah dan mengantisipasi virus COVID-19.

Kadinkes Kalsel HM Muslim mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan peran sektor terkait melalui pembentukan Tim Gerak Cepat. Tim bertugas mengkoordinasikan di tingkat Kabupaten dan Kota serta institusi vertikal Kemenkes seperti KKP & BBTKL.

” Langkah edukasi juga dilkaukan antara lain meningkatkan edaran, terkait pesan pesan pencegahan, ” terangnya 

 —

Jangan Sembarang Masukkan Kapal Asing

Meluasnya wabah virus corona atau Covid-19 membuat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin semakin memperketat pemeriksaan di semua pintu masuk Kalsel, seperti pelabuhan dan bandara.

Untuk di pelabuhan, Kepala KKP Banjarmasin Ruslan Fajar mengatakan, pihaknya bakal menyeleksi kapal-kapal asing yang berlabuh “Kalau kapal asing berlayar sebelum 14 hari dari asal negara mereka, maka kami larang melakukan bongkar muat atau menurunkan penumpang,” katanya.

Lanjutnya, kecuali kapal sudah berlayar 14 hari atau lebih, maka dipersilakan untuk melakukan bongkar muat dan menurunkan penumpang. Itu pun harus melalui pemeriksaan kesehatan. “Karena seseorang positif Covid-19 baru ketahuan ciri-cirinya setelah 14 hari terinfeksi. Kalau dalam pemeriksaan aman, baru kapal kami perbolehkan melakukan bongkar muat,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan kapal pesiar MV Coral Adventurer berbendera Australia yang beberapa hari lalu berlabuh di Pelabuhan Trisakti? Ruslan menyampaikan, KKP Banjarmasin mempersilakan semua penumpangnya turun lantaran seluruhnya dalam kondisi sehat. “Karena mereka berlayar sudah 14 hari lebih. Sebelum ke Banjarmasin, mereka sudah ke Makassar dan Nusa Tenggara Barat,” bebernya.

Baca Juga :  Angka Stunting di Banjarbaru Masih Tinggi

Dia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan oleh Tim KKP Banjarmasin, 85 orang di dalam kapal yang terdiri dari 50 penumpang dan 35 ABK yang sebagian besar berkewarganegaraan Australia tersebut tidak ada yang memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius. “Semua aman dan dalam kondisi sehat,” ungkapnya.

Sementara untuk perketatan di bandara, dia menyampaikan bahwa pihaknya pekan depan bakal menambah alat pemindai suhu tubuh atau Thermal Scanner di terminal keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor. “Sekarang ‘kan alat itu cuma ada di terminal kedatangan. Jadi nanti di keberangkatan juga ada. Sehingga, penumpang yang datang dan berangkat bisa dipantau,” ucapnya.

Melalui alat itu, suhu tubuh para penumpang bisa terdeteksi. Jika ada yang memiliki suhu tubuh tinggi di atas 38 derajat celsius, maka KKP Banjarmasin akan segera mengobservasi penumpang tersebut. “Setelah selesai diobservasi, penumpang selanjutnya kami rujuk ke rumah sakit untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya,” beber Ruslan.

Namun, dia menuturkan, untuk mengidentifikasi orang yang baru terinfeksi virus memang susah. Pasalnya, jika hanya dalam satu atau dua hari setelah terinfeksi, penderita tidak langsung memberikan gejala. “Mungkin tiga sampai lima hari baru ada gejalanya. Seperti badan panas, batuk dan lain-lain. Tergantung daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuhnya kuat, bisa satu pekan baru ada gejala,” tuturnya.

Meski begitu, Ruslan menuturkan KKP Banjarmasin selalu berusaha menjaga pintu-pintu masuk di Kalsel. Supaya, virus corona tidak sampai masuk. “Sejauh ini belum ada kami temukan orang yang terindikasi terinfeksi Covid-19,” paparnya.

Terus bagaimana dengan antisipasi Pemprov Kalsel, melihat semakin meningkatnya pasien suspect corona di Banua? Saat dihubungi Radar Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim tak merespon. Meski saat ditelpon ponselnya dalam kondisi aktif.

Namun sebelumnya, Muslim meminta agar masyarakat tidak cemas dan waspada secara berlebihan akibat masuknya virus corona di Indonesia. “Yang penting kita bisa menjaga daya tahan tubuh dan membiasakan diri berprilaku hidup bersih,” imbaunya.

Dia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berwaspada bagaimana agar Covid-19 tidak sampai masuk ke Banua. “Sejak awal virus merebak kita sudah melakukan kesiapsiagaan. Sekarang kita lebih memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pihak KKP Banjarmasin, fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan,” ucapnya. (gmp/ris/bdm/ran)

BANJARMASIN – Banua mulai direpotkan oleh penyebaran virus corona. Tiga orang warga di Kalsel yang diduga suspect virus Covid-19 baru-baru tadi dibawa ke RSUD Ulin, Banjarmasin.

Mereka yang dibawa, dua orang berjenis kelamin laki-laki, masing-masing berusia 64 tahun dan 46 tahun sedangkan seorang lagi adalah perempuan berusia 62 tahun.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Hj Suciati membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan dua dari pasien itu adalahh rujukan dari Kabupaten Tanah Bumbu. Sementara seorang lagi merupakan rujukan dari Rumah Sakit Suaka Insan.

“Sudah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Klaster Bougenville,” kata Suci dikonfirmasi, Minggu (15/3) siang.

Suci belum dapat memberikan keterangan mengenai hasilnya. Tim medis RSUD Ulin akan melakukan swab tenggorokan untuk pemeriksaan terkait gejala yang dialami ketiga pasien tersebut.

Sementara itu, Sekda Tanbu Rooswandi Salem malah membenarkan ada warga Tanah Bumbu yang dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin karena suspect corona. Pasien wanita ini sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor.

“Satu orang yang dirujuk belum positif corona, karena masih dilakukan pemeriksaan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin. Sementara diagnosa RSUD Tanbu masih permasalahan pernapasan bronkhitis,” jelas sekda, kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Tak seperti Suci, dia membantah informasi yang menyebutkan ada dua orang pasien suspect corona dari Tanbu yang dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin. “Hanya satu orang,” ucapnya.

Informasi dari salah satu pejabat di Dinkes Tanbu, pasien suspect corona ini masuk rumah sakit pada hari Jumat (13/3), malam. Namun, keesokan harinya dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

“Gejalanya batuk dan panas,” katanya seraya minta wartawan Radar Banjarmasin untuk langsung mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Tanbu H Setia Budi.

Sayangnya, saat dikonfirmasi via telepon, H Setia Budi tidak merespons. Dia hanya memberikan jawaban via Whatsapp.

“Kita masih menunggu konfirmasi dari propinsi. Ini saja yang bisa saya sampaikan, sambil menunggu info dari RSUD Ulin Banjarmasin, baru nanti kami sampaikan,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi jumlah pasien yang dirujuk ke RSUD Ulin karena suspect corona, H Setia Budi belum bisa memberikan jawaban pasti dengan alasan belum terima laporan.

“Kita tunggu saja infonya yang resmi,” pungkasnya.

Sebelumnya, informasi yang beredar luas adalah pasien suspect corona yang dibawa ke RSUD Ulin mendapatkan gejala yang mirip corona setelah pulang dari ibadah umrah.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengimbau masyarakat Kalimantan Selatan untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi virus corona. Pemerintah Provinsi Kalsel sudah melakukan berbagai tindakan atau langkah antisipasi pengendalian.

Baca Juga :  Angka Stunting di Banjarbaru Masih Tinggi

“Instansi terkait tetap siaga, terus giat melakukan langkah pencegahan, ” imbaunya, Minggu (15/3).

Paman Birin juga mengatakan pihaknya telah memberi instruksi khusus kepada pihak-pihak terkait untuk lebih mengutamakan pencegahan sejak dini.

Dia juga telah mengarahkan Kadis Kesehatan Kalsel untuk terus memantapkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dalam hal pencegahan dan antipasi corona.

“Segera lakukan langkah konkret apapun bentuknya, dan mengupayakan pencegahan dulu, ” pintanya.

Pemerintah provinsi juga telah membentuk Satgas Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona. Termasuk Pembentukan Tim Gerak Cepat Pencegahan dan Pengendalian Corona.

“Saya juga mengimbau mengindari melakukan kontak tangan atau berjabat tangan secara langsung bila ketemu kolega atau kerabat. Tetapi cukup melambaikan tangan,” imbaunya.

Pencegahan atau penangan virus corona harus dilakukan secara bersama. Semua harus bersatu untuk mencegah dan mengantisipasi virus COVID-19.

Kadinkes Kalsel HM Muslim mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan peran sektor terkait melalui pembentukan Tim Gerak Cepat. Tim bertugas mengkoordinasikan di tingkat Kabupaten dan Kota serta institusi vertikal Kemenkes seperti KKP & BBTKL.

” Langkah edukasi juga dilkaukan antara lain meningkatkan edaran, terkait pesan pesan pencegahan, ” terangnya 

 —

Jangan Sembarang Masukkan Kapal Asing

Meluasnya wabah virus corona atau Covid-19 membuat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin semakin memperketat pemeriksaan di semua pintu masuk Kalsel, seperti pelabuhan dan bandara.

Untuk di pelabuhan, Kepala KKP Banjarmasin Ruslan Fajar mengatakan, pihaknya bakal menyeleksi kapal-kapal asing yang berlabuh “Kalau kapal asing berlayar sebelum 14 hari dari asal negara mereka, maka kami larang melakukan bongkar muat atau menurunkan penumpang,” katanya.

Lanjutnya, kecuali kapal sudah berlayar 14 hari atau lebih, maka dipersilakan untuk melakukan bongkar muat dan menurunkan penumpang. Itu pun harus melalui pemeriksaan kesehatan. “Karena seseorang positif Covid-19 baru ketahuan ciri-cirinya setelah 14 hari terinfeksi. Kalau dalam pemeriksaan aman, baru kapal kami perbolehkan melakukan bongkar muat,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan kapal pesiar MV Coral Adventurer berbendera Australia yang beberapa hari lalu berlabuh di Pelabuhan Trisakti? Ruslan menyampaikan, KKP Banjarmasin mempersilakan semua penumpangnya turun lantaran seluruhnya dalam kondisi sehat. “Karena mereka berlayar sudah 14 hari lebih. Sebelum ke Banjarmasin, mereka sudah ke Makassar dan Nusa Tenggara Barat,” bebernya.

Baca Juga :  Angka Stunting di Banjarbaru Masih Tinggi

Dia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan oleh Tim KKP Banjarmasin, 85 orang di dalam kapal yang terdiri dari 50 penumpang dan 35 ABK yang sebagian besar berkewarganegaraan Australia tersebut tidak ada yang memiliki suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius. “Semua aman dan dalam kondisi sehat,” ungkapnya.

Sementara untuk perketatan di bandara, dia menyampaikan bahwa pihaknya pekan depan bakal menambah alat pemindai suhu tubuh atau Thermal Scanner di terminal keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor. “Sekarang ‘kan alat itu cuma ada di terminal kedatangan. Jadi nanti di keberangkatan juga ada. Sehingga, penumpang yang datang dan berangkat bisa dipantau,” ucapnya.

Melalui alat itu, suhu tubuh para penumpang bisa terdeteksi. Jika ada yang memiliki suhu tubuh tinggi di atas 38 derajat celsius, maka KKP Banjarmasin akan segera mengobservasi penumpang tersebut. “Setelah selesai diobservasi, penumpang selanjutnya kami rujuk ke rumah sakit untuk memastikan penyakit apa yang dideritanya,” beber Ruslan.

Namun, dia menuturkan, untuk mengidentifikasi orang yang baru terinfeksi virus memang susah. Pasalnya, jika hanya dalam satu atau dua hari setelah terinfeksi, penderita tidak langsung memberikan gejala. “Mungkin tiga sampai lima hari baru ada gejalanya. Seperti badan panas, batuk dan lain-lain. Tergantung daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuhnya kuat, bisa satu pekan baru ada gejala,” tuturnya.

Meski begitu, Ruslan menuturkan KKP Banjarmasin selalu berusaha menjaga pintu-pintu masuk di Kalsel. Supaya, virus corona tidak sampai masuk. “Sejauh ini belum ada kami temukan orang yang terindikasi terinfeksi Covid-19,” paparnya.

Terus bagaimana dengan antisipasi Pemprov Kalsel, melihat semakin meningkatnya pasien suspect corona di Banua? Saat dihubungi Radar Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim tak merespon. Meski saat ditelpon ponselnya dalam kondisi aktif.

Namun sebelumnya, Muslim meminta agar masyarakat tidak cemas dan waspada secara berlebihan akibat masuknya virus corona di Indonesia. “Yang penting kita bisa menjaga daya tahan tubuh dan membiasakan diri berprilaku hidup bersih,” imbaunya.

Dia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berwaspada bagaimana agar Covid-19 tidak sampai masuk ke Banua. “Sejak awal virus merebak kita sudah melakukan kesiapsiagaan. Sekarang kita lebih memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pihak KKP Banjarmasin, fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan,” ucapnya. (gmp/ris/bdm/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/