alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Harga Gula Pasir Masih Melonjak, Begini Kata Dinas Perdagangan

BANJARBARU – Harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Banua dalam beberapa pekan terakhir terus mengalami kenaikan. Dari pantauan Radar Banjarmasin di Pasar Bauntung Banjarbaru, kemarin (15/3), harganya sudah tembus Rp18 ribu per kilogramnya.

Masimah, salah seorang pedagang mengatakan, harga gula pasir sudah mulai naik sejak sepekan terakhir. “Naiknya cepat. Dari Rp13 ribu (per kilogram), langsung Rp14 ribu sampai sekarang Rp18 ribu,” katanya.

Dia mengaku tidak tahu kenapa harga gula pasir langsung melonjak cepat, padahal stoknya hingga kini masih aman. “Setiap pesan ke distributor, barangnya pasti ada. Hanya saja harganya memang sudah mahal dari sana (distributor),” bebernya.

Lanjutnya, tingginya harga gula mulai mempengaruhi penjualan mereka. Pasalnya, para pelanggannya sekarang memilih untuk membatasi pembelian gula. “Yang biasanya beli 1 kilogram, sekarang cuma beli setengah kilogram. Lantaran harganya yang mahal,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani membenarkan jika harga gula pasir saat ini sedang meroket. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran ketersediaannya sedang kritis secara nasional.

“Ketersediaan kritis disebabkan oleh pasokan tebu sebagai bahan baku gula dalam negeri terhenti, karena bulan Juni baru panen. Selain itu, gula mentah impor juga belum masuk,” bebernya.

Dia mengungkapkan, meroketnya harga gula pasir bukan hanya terjadi di Kalsel. Melainkan hampir di semua provinsi. “Bahkan daerah-daerah yang punya pabrik industri gula, seperti Jatim, Sulawesi dan Lampung pun kekurangan gula. Harga gula di daerah tersebut juga sudah mencapai Rp17 ribu hingga Rp18 ribu,” ungkapnya.

Untuk menindaklanjuti hal itu, Birhasani menyampaikan, Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan Permendag nomor 14/2020 tentang impor gula. Di mana, penugasan impor sudah diberikan kepada Bulog sebesar 29.750 ton.

“Janjinya paling lambat dua pekan ke depan gula impor sudah didistribusikan ke Bulog se-Indonesia. Izin impor gula juga diberikan kepada perusahaan-perusahaan swasta,” ucapnya.

Sambil menunggu stok gula impor masuk ke Kalsel, dia memastikan bahwa ketersediaan gula di Banua saat ini masih aman hingga satu bulan ke depan. “Pasokannya juga tetap berjalan. Jadi, masyarakat diharapkan tidak cemas,” pungkasnya. (ris/al/ris)

BANJARBARU – Harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Banua dalam beberapa pekan terakhir terus mengalami kenaikan. Dari pantauan Radar Banjarmasin di Pasar Bauntung Banjarbaru, kemarin (15/3), harganya sudah tembus Rp18 ribu per kilogramnya.

Masimah, salah seorang pedagang mengatakan, harga gula pasir sudah mulai naik sejak sepekan terakhir. “Naiknya cepat. Dari Rp13 ribu (per kilogram), langsung Rp14 ribu sampai sekarang Rp18 ribu,” katanya.

Dia mengaku tidak tahu kenapa harga gula pasir langsung melonjak cepat, padahal stoknya hingga kini masih aman. “Setiap pesan ke distributor, barangnya pasti ada. Hanya saja harganya memang sudah mahal dari sana (distributor),” bebernya.

Lanjutnya, tingginya harga gula mulai mempengaruhi penjualan mereka. Pasalnya, para pelanggannya sekarang memilih untuk membatasi pembelian gula. “Yang biasanya beli 1 kilogram, sekarang cuma beli setengah kilogram. Lantaran harganya yang mahal,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani membenarkan jika harga gula pasir saat ini sedang meroket. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran ketersediaannya sedang kritis secara nasional.

“Ketersediaan kritis disebabkan oleh pasokan tebu sebagai bahan baku gula dalam negeri terhenti, karena bulan Juni baru panen. Selain itu, gula mentah impor juga belum masuk,” bebernya.

Dia mengungkapkan, meroketnya harga gula pasir bukan hanya terjadi di Kalsel. Melainkan hampir di semua provinsi. “Bahkan daerah-daerah yang punya pabrik industri gula, seperti Jatim, Sulawesi dan Lampung pun kekurangan gula. Harga gula di daerah tersebut juga sudah mencapai Rp17 ribu hingga Rp18 ribu,” ungkapnya.

Untuk menindaklanjuti hal itu, Birhasani menyampaikan, Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan Permendag nomor 14/2020 tentang impor gula. Di mana, penugasan impor sudah diberikan kepada Bulog sebesar 29.750 ton.

“Janjinya paling lambat dua pekan ke depan gula impor sudah didistribusikan ke Bulog se-Indonesia. Izin impor gula juga diberikan kepada perusahaan-perusahaan swasta,” ucapnya.

Sambil menunggu stok gula impor masuk ke Kalsel, dia memastikan bahwa ketersediaan gula di Banua saat ini masih aman hingga satu bulan ke depan. “Pasokannya juga tetap berjalan. Jadi, masyarakat diharapkan tidak cemas,” pungkasnya. (ris/al/ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/