alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Pemko Pantau Wabah 3 Jam Sekali, Wali Kota Koordinasikan Dinkes, IDI dan FK ULM

BANJARMASIN – Wabah Corona sudah tiba di Pulau Kalimantan. Di Pontianak, satu pasien dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19. Banjarmasin pun mulai waspada.

Kemarin (15/3) di rumah dinas Wali Kota Banjarmasin di Kompleks Dharma Praja digelar rapat darurat. Tujuannya untuk merapatkan barisan.

Bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banjarmasin dan Kalsel, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, rumah sakit, puskesmas dan apoteker, akan berada di bawah satu komando Dinas Kesehatan Banjarmasin.

“Kami telah menunjuk Kepala Dinkes Banjarmasin sebagai leading sector untuk penanganan isu ini,” kata Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Di garis terdepan, puluhan puskesmas yang tersebar di lima kecamatan akan dikerahkan. Karena mereka yang langsung bersentuhan dengan keluhan kesehatan masyarakat.

Soal data, belum ada angka pasti suspect Corona. Ditegaskannya pula, situasi Banjarmasin belum gawat. Sehingga kebijakan untuk meliburkan sekolah dan kantor pemerintahan dirasa belum perlu.

“Belum ada kondisi darurat yang memaksa kami untuk meliburkan sekolah dan aktivitas perkantoran,” tegasnya.

Perihal perizinan event yang menyedot massa, Ibnu menegaskan takkan ada pelarangan. Contoh seperti car free day di kawasan Siring Pierre Tendean dan Siring Sudirman pada Minggu pagi. Tujuannya, agar masyarakat tak bertambah panik.

Tugas satuan komando penanganan pandemi Covid-19 itu terutama deteksi dini. Jadi kebijakan bisa diambil lebih cepat dan tangkas.

Tapi warga diminta menghindari event yang menyedot massa lebih dari 50 orang. “Diberikan kelonggaran jika massa itu masyarakat lokal, yang memang belum ada kontrak dengan warga negara luar,” jelasnya.

Langkah demi langkah di atas akan dibeberkan dalam surat edaran wali kota ter-update.

Salah satunya, pengawasan orang yang baru datang dari luar kota. Lebih-lebih dari negara yang sudah terkena wabah ini. “Dalam waktu dekat, akan datang rombongan SMA yang studi banding dari Australia. Mereka akan diawasi,” tegasnya.

Imbauan selanjutnya tentang mengisolasi diri sendiri. Artinya mengarantina diri selama 14 hari. Seperti membatasi pertemuan jika sedang sakit atau menggunakan masker ketika bepergian. “Dan segera melapor ketika ada gejala,” tuntasnya.

Senada dengan Ibnu, Kadinkes Banjarmasin Machli Riyadi memberi penegasan. Bahwa belum ada temuan terkait warga Banjarmasin yang positif terinfeksi.

Namun, ia dan tim ini akan memberlakukan pemantauan lebih ketat. Jika sebelumnya pengawasan dilakukan sehari sekali, kali ini meningkat menjadi per tiga jam.

Pemantauan akan lebih ditingkatkan. Terutama kepada masyarakat yang datang dari umrah. Atau turis lokal yang baru melancong keluar negeri. “Tolong, dengan kesadaran melapor ke puskesmas, mereka akan kami pantau ke rumah hingga 14 hari,” ujarnya.

Sejauh ini, Dinkes telah menggelar edukasi degan sasaran fasilitas publik dan perhotelan. “Terlebih virus ini belum ada vaksinnya,” tuntasnya. (tia/fud/ema)

BANJARMASIN – Wabah Corona sudah tiba di Pulau Kalimantan. Di Pontianak, satu pasien dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19. Banjarmasin pun mulai waspada.

Kemarin (15/3) di rumah dinas Wali Kota Banjarmasin di Kompleks Dharma Praja digelar rapat darurat. Tujuannya untuk merapatkan barisan.

Bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banjarmasin dan Kalsel, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, rumah sakit, puskesmas dan apoteker, akan berada di bawah satu komando Dinas Kesehatan Banjarmasin.

“Kami telah menunjuk Kepala Dinkes Banjarmasin sebagai leading sector untuk penanganan isu ini,” kata Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Di garis terdepan, puluhan puskesmas yang tersebar di lima kecamatan akan dikerahkan. Karena mereka yang langsung bersentuhan dengan keluhan kesehatan masyarakat.

Soal data, belum ada angka pasti suspect Corona. Ditegaskannya pula, situasi Banjarmasin belum gawat. Sehingga kebijakan untuk meliburkan sekolah dan kantor pemerintahan dirasa belum perlu.

“Belum ada kondisi darurat yang memaksa kami untuk meliburkan sekolah dan aktivitas perkantoran,” tegasnya.

Perihal perizinan event yang menyedot massa, Ibnu menegaskan takkan ada pelarangan. Contoh seperti car free day di kawasan Siring Pierre Tendean dan Siring Sudirman pada Minggu pagi. Tujuannya, agar masyarakat tak bertambah panik.

Tugas satuan komando penanganan pandemi Covid-19 itu terutama deteksi dini. Jadi kebijakan bisa diambil lebih cepat dan tangkas.

Tapi warga diminta menghindari event yang menyedot massa lebih dari 50 orang. “Diberikan kelonggaran jika massa itu masyarakat lokal, yang memang belum ada kontrak dengan warga negara luar,” jelasnya.

Langkah demi langkah di atas akan dibeberkan dalam surat edaran wali kota ter-update.

Salah satunya, pengawasan orang yang baru datang dari luar kota. Lebih-lebih dari negara yang sudah terkena wabah ini. “Dalam waktu dekat, akan datang rombongan SMA yang studi banding dari Australia. Mereka akan diawasi,” tegasnya.

Imbauan selanjutnya tentang mengisolasi diri sendiri. Artinya mengarantina diri selama 14 hari. Seperti membatasi pertemuan jika sedang sakit atau menggunakan masker ketika bepergian. “Dan segera melapor ketika ada gejala,” tuntasnya.

Senada dengan Ibnu, Kadinkes Banjarmasin Machli Riyadi memberi penegasan. Bahwa belum ada temuan terkait warga Banjarmasin yang positif terinfeksi.

Namun, ia dan tim ini akan memberlakukan pemantauan lebih ketat. Jika sebelumnya pengawasan dilakukan sehari sekali, kali ini meningkat menjadi per tiga jam.

Pemantauan akan lebih ditingkatkan. Terutama kepada masyarakat yang datang dari umrah. Atau turis lokal yang baru melancong keluar negeri. “Tolong, dengan kesadaran melapor ke puskesmas, mereka akan kami pantau ke rumah hingga 14 hari,” ujarnya.

Sejauh ini, Dinkes telah menggelar edukasi degan sasaran fasilitas publik dan perhotelan. “Terlebih virus ini belum ada vaksinnya,” tuntasnya. (tia/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/