alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Berharap Kabar Baik dari Saudi, Belum Ada Jemaah Minta Refund

BANJARMASIN – Arab Saudi hingga kini masih memberlakukan kebijakan penangguhan ibadah umrah dan ziarah bagi jemaah dari seluruh negara, akibat mewabahnya virus corona (Covid-19). Belum adanya informasi lanjutan, membuat para travel di Banua harap-harap cemas. Sebab, ada banyak jemaah yang sedang menunggu diberangkatkan.

Berdasarkan data Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel, pada bulan Maret ini saja ada sebanyak 2.819 jemaah yang gagal diberangkatkan lantaran adanya penangguhan tersebut.

Sebenarnya, Pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan kebijakan skema pengembalian (refund) biaya visa umrah. Kemenag juga menegaskan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) wajib melayani refund jika ada jemaah yang memilih membatalkan perjalanan umrahnya. Namun, sampai saat ini ternyata di Kalsel belum ada jemaah yang memintanya.

“Iya, sejauh ini memang belum ada,” kata Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kalsel, Saridi Salimin kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, para travel dan jemaah saat ini memilih untuk menunggu info lanjutan dari Pemerintah Arab Saudi. Meski beredar kabar Kerajaan Arab bakal menyetop kedatangan jemaah umrah sepanjang tahun. “Kami cuma bisa wait and see. Karena belum ada informasi sampai kapan penangguhan dilakukan,” ungkapnya.

Pemilik travel Wahyu Titian Insani ini menyatakan, jika memang nantinya penangguhan dilakukan sepanjang tahun, dipastikan bakal memberatkan bagi para PPIU. “Kalau sampai satu tahun banyak kerugian yang didapat. Sama-sama rugi, baik jemaah maupun PPIU,” ucapnya.

Dia memprediksi, jika sampai satu tahun tak ada keberangkatan jemaah umrah, PPIU akan merugi triliunan rupiah “Mudah-mudahan informasi itu tak benar. Kami pun hanya bisa menerima dengan ikhlas, dan semua ini pasti ada hikmahnya,” tandasnya.

Secara terpisah, Direktur Wahdan Tour, Faizal juga berharap ada kabar baik dari Arab Saudi. Supaya, para jemaah bisa dipermudah dalam beribadah. “Mudah-mudahan penangguhan segera berakhir. Sampai sekarang belum ada berita resmi dari Arab Saudi,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pihaknya hanya bisa menunggu informasi lanjutan dari Arab Saudi. “Sudah kami sampaikan juga ke jemaah terkait penangguhan ini. Jadi terserah jemaah mau bagaimana, karena tidak dikenakan biaya apapun kalau mau reschedule atau menunda keberangkatannya,” ucapnya.

Namun, Faizal menuturkan, hingga kini belum ada jemaah yang mengajukan reschedule atau pun refund. Sebab, sebagian besar masih memilih menunggu. “Mudah-mudahan cepat ada kabar, karena akhir Maret ini jadwal keberangkatan jemaah kami,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Albis Nusa Wisata, Utami Dewi. Dia menyampaikan, hingga kini belum ada jemaah mereka yang mengajukan refund. “Karena semua jemaah sudah mendapat informasi tentang penundaan ini. Sesuai imbauan Kemenag RI, semua keberangkatan akan dijadwal ulang setelah ada pengumuman resmi pembukaan kembali kedatangan jemaah umrah,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengatakan, terkait kebijakan Kerajaan Arab Saudi tentang disetopnya sementara kegiatan umrah, para calon jemaah dan pihak travel di Kalsel harus memahami dan dapat menerima dengan baik kebijakan tersebut.

“Saya rasa calon jemaah umrah dan pihak travel dapat memahami kondisi penghentian perjalanan umrah ini. Mereka (Arab Saudi) ingin melindungi warganya, sehingga orang dari luar dilarang sementara masuk. Ini juga demi keselamatan umat,” ujarnya. (ris/by/bin)

BANJARMASIN – Arab Saudi hingga kini masih memberlakukan kebijakan penangguhan ibadah umrah dan ziarah bagi jemaah dari seluruh negara, akibat mewabahnya virus corona (Covid-19). Belum adanya informasi lanjutan, membuat para travel di Banua harap-harap cemas. Sebab, ada banyak jemaah yang sedang menunggu diberangkatkan.

Berdasarkan data Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel, pada bulan Maret ini saja ada sebanyak 2.819 jemaah yang gagal diberangkatkan lantaran adanya penangguhan tersebut.

Sebenarnya, Pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan kebijakan skema pengembalian (refund) biaya visa umrah. Kemenag juga menegaskan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) wajib melayani refund jika ada jemaah yang memilih membatalkan perjalanan umrahnya. Namun, sampai saat ini ternyata di Kalsel belum ada jemaah yang memintanya.

“Iya, sejauh ini memang belum ada,” kata Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kalsel, Saridi Salimin kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, para travel dan jemaah saat ini memilih untuk menunggu info lanjutan dari Pemerintah Arab Saudi. Meski beredar kabar Kerajaan Arab bakal menyetop kedatangan jemaah umrah sepanjang tahun. “Kami cuma bisa wait and see. Karena belum ada informasi sampai kapan penangguhan dilakukan,” ungkapnya.

Pemilik travel Wahyu Titian Insani ini menyatakan, jika memang nantinya penangguhan dilakukan sepanjang tahun, dipastikan bakal memberatkan bagi para PPIU. “Kalau sampai satu tahun banyak kerugian yang didapat. Sama-sama rugi, baik jemaah maupun PPIU,” ucapnya.

Dia memprediksi, jika sampai satu tahun tak ada keberangkatan jemaah umrah, PPIU akan merugi triliunan rupiah “Mudah-mudahan informasi itu tak benar. Kami pun hanya bisa menerima dengan ikhlas, dan semua ini pasti ada hikmahnya,” tandasnya.

Secara terpisah, Direktur Wahdan Tour, Faizal juga berharap ada kabar baik dari Arab Saudi. Supaya, para jemaah bisa dipermudah dalam beribadah. “Mudah-mudahan penangguhan segera berakhir. Sampai sekarang belum ada berita resmi dari Arab Saudi,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pihaknya hanya bisa menunggu informasi lanjutan dari Arab Saudi. “Sudah kami sampaikan juga ke jemaah terkait penangguhan ini. Jadi terserah jemaah mau bagaimana, karena tidak dikenakan biaya apapun kalau mau reschedule atau menunda keberangkatannya,” ucapnya.

Namun, Faizal menuturkan, hingga kini belum ada jemaah yang mengajukan reschedule atau pun refund. Sebab, sebagian besar masih memilih menunggu. “Mudah-mudahan cepat ada kabar, karena akhir Maret ini jadwal keberangkatan jemaah kami,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Albis Nusa Wisata, Utami Dewi. Dia menyampaikan, hingga kini belum ada jemaah mereka yang mengajukan refund. “Karena semua jemaah sudah mendapat informasi tentang penundaan ini. Sesuai imbauan Kemenag RI, semua keberangkatan akan dijadwal ulang setelah ada pengumuman resmi pembukaan kembali kedatangan jemaah umrah,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengatakan, terkait kebijakan Kerajaan Arab Saudi tentang disetopnya sementara kegiatan umrah, para calon jemaah dan pihak travel di Kalsel harus memahami dan dapat menerima dengan baik kebijakan tersebut.

“Saya rasa calon jemaah umrah dan pihak travel dapat memahami kondisi penghentian perjalanan umrah ini. Mereka (Arab Saudi) ingin melindungi warganya, sehingga orang dari luar dilarang sementara masuk. Ini juga demi keselamatan umat,” ujarnya. (ris/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/