alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Cuci Kaki Orang Tua, Penuh Tangis Haru

BANJARMASIN – Persiapan unik terjadi di SMAN 2 Banjarmasin jelang ujian semester dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sekolah yang dipimpin Mukeniansyah ini mengadakan Acara Bakti Bersujud dan siswa membasuh kedua kaki orang tuanya. 

Tak satu dua orang tua yang meneteskan air matanya ketika anak-anak mereka mencucikan kaki, dan bersujud. Prosesi Bakti Sujud yang digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Kompleks Mulawarman Banjarmasin Tengah ini pun mengundang respons baik bagi para orang tua.

Seperti Noorjannah mengaku terharu dengan ketulusan sang anak Siti Rahmah. Siswi kelas XII IPA V itu meminta maaf dan rida serta doa darinya untuk persiapan menghadapi ujian sekolah dan ujian nasional dalam waktu dekat.

“Terharu dan bangga. Mudah-mudahan doa semua anak-anak di sini dikabulkan Allah SWT. Bisa sehat, lancar menjalani ujian, lulus, serta bisa diterima di perguruan tinggi sesuai harapan mereka,” kata warga Jalan Simpang Belitung ini.

Menurut Noorjannah, sangat positif mendekatkan diri dengan Allah dan meminta rida kepada orang tua masing-masing. Ini sebagai penguat psikis dan spiritual menjelang ujian. Terlebih banyak rangkaian lainnya seperti salat Hajat dan ceramah agama untuk menghadapi ujian nanti.

Mukeniansyah mengungkapkan kegiatan ini rutin dilakukan menjelang kegiatan US dan UNBK. Salah satu tujuannya sebagai upaya menyadarkan pelajar agar peduli dengan orang tua. “Kami harapkan memberikan sentuhan spiritual dan penyadaran diri pada diri siswa. Dengan sujud kaki, menangis, dan seperti dilihat sendiri dampaknya luar biasa. Yang tadinya kurang peduli dengan orang tuanya, setelah kegiatan jadi berubah,” ujarnya.

Ini juga memberikan suntikan semangat kepada siswa untuk berjuang keras menyelesaikan ujian. Demi menggapai hasil maksimal. “Tentunya harapan pihak sekolah, orang tua pun memberikan ampunan dan maaf. Supaya mereka nanti mengikuti ujian bisa dengan tenang dan damai,” harapnya.

Ada 100 siswa yang akan menghadapi ujian. Sebelumnya acara, juga disampaikan hasil nilai simulasi atau try out. Supaya mereka bisa memperbaiki beberapa mata pelajaran. “Caranya mungkin dengan mengikuti bimbel atau belajar bersama. Supaya mata pelajaran yang kurang saat mengikuti simulasi atau try out bisa didongkrak,” pesan Mukeniansyah.(lan/dye/ema)

BANJARMASIN – Persiapan unik terjadi di SMAN 2 Banjarmasin jelang ujian semester dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sekolah yang dipimpin Mukeniansyah ini mengadakan Acara Bakti Bersujud dan siswa membasuh kedua kaki orang tuanya. 

Tak satu dua orang tua yang meneteskan air matanya ketika anak-anak mereka mencucikan kaki, dan bersujud. Prosesi Bakti Sujud yang digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Kompleks Mulawarman Banjarmasin Tengah ini pun mengundang respons baik bagi para orang tua.

Seperti Noorjannah mengaku terharu dengan ketulusan sang anak Siti Rahmah. Siswi kelas XII IPA V itu meminta maaf dan rida serta doa darinya untuk persiapan menghadapi ujian sekolah dan ujian nasional dalam waktu dekat.

“Terharu dan bangga. Mudah-mudahan doa semua anak-anak di sini dikabulkan Allah SWT. Bisa sehat, lancar menjalani ujian, lulus, serta bisa diterima di perguruan tinggi sesuai harapan mereka,” kata warga Jalan Simpang Belitung ini.

Menurut Noorjannah, sangat positif mendekatkan diri dengan Allah dan meminta rida kepada orang tua masing-masing. Ini sebagai penguat psikis dan spiritual menjelang ujian. Terlebih banyak rangkaian lainnya seperti salat Hajat dan ceramah agama untuk menghadapi ujian nanti.

Mukeniansyah mengungkapkan kegiatan ini rutin dilakukan menjelang kegiatan US dan UNBK. Salah satu tujuannya sebagai upaya menyadarkan pelajar agar peduli dengan orang tua. “Kami harapkan memberikan sentuhan spiritual dan penyadaran diri pada diri siswa. Dengan sujud kaki, menangis, dan seperti dilihat sendiri dampaknya luar biasa. Yang tadinya kurang peduli dengan orang tuanya, setelah kegiatan jadi berubah,” ujarnya.

Ini juga memberikan suntikan semangat kepada siswa untuk berjuang keras menyelesaikan ujian. Demi menggapai hasil maksimal. “Tentunya harapan pihak sekolah, orang tua pun memberikan ampunan dan maaf. Supaya mereka nanti mengikuti ujian bisa dengan tenang dan damai,” harapnya.

Ada 100 siswa yang akan menghadapi ujian. Sebelumnya acara, juga disampaikan hasil nilai simulasi atau try out. Supaya mereka bisa memperbaiki beberapa mata pelajaran. “Caranya mungkin dengan mengikuti bimbel atau belajar bersama. Supaya mata pelajaran yang kurang saat mengikuti simulasi atau try out bisa didongkrak,” pesan Mukeniansyah.(lan/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/