alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Stok Habis, Harga Gula Meroket

BANJARMASIN – Belakangan harga gula pasir melambung. Berkisar antara Rp16 ribu sampai Rp18 ribu per kilogram. Itulah yang dikeluhkan masyarakat.

Contohnya seperti Winda. Kemarin (10/3) pagi, ia pergi ke salah satu pasar di Banjarmasin Utara. Ia kaget lantaran membeli gula pasir dengan harga Rp16 ribu.

“Biasanya enggak sampai segitu. Paling mahal Rp13 ribu per kilogram,” ucap warga Jalan Perdagangan itu.

Pengalaman serupa juga dialami Norhalimah. Lebih mahal, ibu rumah tangga itu membeli gula hingga Rp18 ribu.

“Baru tadi beli di warung. Walaupun harga naik, mau tak mau harus tetap beli,” ucap warga Sungai Andai itu.

Kenaikan harga gula sendiri sudah terjadi dalam dua pekan terakhir. Harganya melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok Rp12.500 per kilogram.

Hal itu disadari oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banjarmasin. Disebut-sebut penyebabnya karena stok yang mulai kosong.

“Bukan cuma gula, semua kebutuhan bahan pokok juga mengalami kenaikan. Ini karena dampak wabah virus Corona,” sebut Plt Kepala Disperindag Banjarmasin, Norbiansyah.

Kekosongan itu terjadi di tingkat distributor. Lantaran di Pulau Jawa masih menunggu kiriman gula yang diekspor dari China yang tak kunjung datang. “Barangnya memang kosong. Yang dijual pedagang adalah stok dari kiriman sebelumnya,” ungkapnya.

Mengatasi hal itu, Disperindag punya rencana, membuka pasar murah. Terutama menjelang bulan Ramadan nanti. “Kami akan menjadwalkan pasar murah dalam waktu dekat. Sekarang masih berkoordinasi dulu dengan pihak provinsi,” tuturnya.

Pasar murah sendiri akan difokuskan di beberapa pasar tradisional. Terutama yang kekurangan stok gula pasir. “Nanti juga melibatkan banyak pihak untuk menggelar ini,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Belakangan harga gula pasir melambung. Berkisar antara Rp16 ribu sampai Rp18 ribu per kilogram. Itulah yang dikeluhkan masyarakat.

Contohnya seperti Winda. Kemarin (10/3) pagi, ia pergi ke salah satu pasar di Banjarmasin Utara. Ia kaget lantaran membeli gula pasir dengan harga Rp16 ribu.

“Biasanya enggak sampai segitu. Paling mahal Rp13 ribu per kilogram,” ucap warga Jalan Perdagangan itu.

Pengalaman serupa juga dialami Norhalimah. Lebih mahal, ibu rumah tangga itu membeli gula hingga Rp18 ribu.

“Baru tadi beli di warung. Walaupun harga naik, mau tak mau harus tetap beli,” ucap warga Sungai Andai itu.

Kenaikan harga gula sendiri sudah terjadi dalam dua pekan terakhir. Harganya melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok Rp12.500 per kilogram.

Hal itu disadari oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banjarmasin. Disebut-sebut penyebabnya karena stok yang mulai kosong.

“Bukan cuma gula, semua kebutuhan bahan pokok juga mengalami kenaikan. Ini karena dampak wabah virus Corona,” sebut Plt Kepala Disperindag Banjarmasin, Norbiansyah.

Kekosongan itu terjadi di tingkat distributor. Lantaran di Pulau Jawa masih menunggu kiriman gula yang diekspor dari China yang tak kunjung datang. “Barangnya memang kosong. Yang dijual pedagang adalah stok dari kiriman sebelumnya,” ungkapnya.

Mengatasi hal itu, Disperindag punya rencana, membuka pasar murah. Terutama menjelang bulan Ramadan nanti. “Kami akan menjadwalkan pasar murah dalam waktu dekat. Sekarang masih berkoordinasi dulu dengan pihak provinsi,” tuturnya.

Pasar murah sendiri akan difokuskan di beberapa pasar tradisional. Terutama yang kekurangan stok gula pasir. “Nanti juga melibatkan banyak pihak untuk menggelar ini,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/