alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Umrah Ditangguhkan oleh Arab Saudi, Akankah Haji Mengalami Hal yang Sama..?

BANJARMASIN –Penangguhan penerbangan umrah oleh Kerajaan Arab Saudi hingga kini masih terus berlangsung. Banyak pihak mulai mencemaskan jika kebijakan ini berlangsung hingga musim haji.

Arniah, calon jemaah haji di Banjarmasin akan berangkat bersama sang suami tahun ini. Saat ini, Arniah tinggal menunggu tahapan pelunasan haji. Dia optimistis kebijakan untuk mengantisipasi corona ini tidak akan berdampak ke penyelenggaraan haji.

“Saya rasa tak tak mungkin pelaksanaan haji juga ditunda. Ini kan kewajiban,” ucapnya kemarin.

Dia memaklumi, kebijakan dari Kerajaan Arab Saudi saat ini yang menutup sementara calon jemaah umrah asal Indonesia ini adalah untuk keselamatan umat, yakni demi kesehatan. “Memang was-was juga kalau pelaksanaan haji jadi terganggu. Tapi sekali lagi tak mungkin,” imbuhnya.

Hal senada dituturkan Effendi, menurutnya kebijakan pentupan sementara tanah suci untuk calon jemaah umrah tidak sampai diperluas ke penyelenggaraan haji.

Effendi sendiri sudah mendaftar haji khusus sejak tiga tahun lalu, dan jadwalnya tahun ini dia berangkat. “Saya tak risau. Ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam, pasti akan dilaksanakan,” yakinnya.

Kerajaan Arab Saudi menurutnya juga tak akan berani. Pasalnya, devisa dari orang masuk ke sana nilainya sangatlah besar.

Hingga saat ini belum diketahui kapan Arab Saudi membuka kembali tanah suci untuk calon jemaah umrah. Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel tetap optimis pelaksanaan haji tak berpengaruh.

“Kami rasa tak mungkin Arab Saudi menutup untuk jemaah haji,” yakin Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Kalsel, Firman kemarin.

Diterangkannya, sampai saat ini pihaknya belum mendapat kabar dari pemerintah pusat soal kebijakan haji tahun ini mengenai virus corona. “Hanya soal umrah. Soal pelaksanaan haji kami belum mendapat kabar terbaru,” tambahnya. 

Keberangkatan calon jemaah haji tahun ini sebutnya adalah mereka yang mendaftar pada bulan Desember 2010. Firman mengungkapkan, tahun ini kuota haji Indonesia regular mengalami pengurangan. Tahun lalu, jatahnya sebanyak 221 ribu. Sedangkan tahun ini hanya 203.020 orang.

Praktis, pengurangan secara nasional ini pun berdampak terhadap jatah kuota di Kalsel. Di Kalsel kuota berkurang 13 orang dibanding tahun lalu. “Tahun ini hanya 3.818. Berkurang dari tahun lalu yang jumlahnya sebanyak 3.831,” bebernya.

Jadwal rencana keberangkatan calon jemaah haji sudah ditetapkan. Yakni pada 27 Juni mendatang. “Saya yakin kebijakan penutupan sementara ibadah umrah ini tak berdampak dengan keberangkatan ibadah haji,” tandasnya.

Sementara itu, Kemenag pusat mendorong penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk tidak membuka dan menerima penfataran paket umrah.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan ada sejumlah pertimbangan mereka mendorong PPIU tidak membuka dan menderima pendaftaran paket umrah dahulu. Diantaranya adalah sampai sekarang belum ada kejelasan kapan penerbangan umrah dibuka kembali.

’’PPIU juga harus mengatur ulang terlebih dahulu dan fokus keberangkatan jamaah yang terdampak kebijakan Saudi,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan travel umrah diharapkan menyiapkan skema penjadwalan ulang keberangkatan umrah. Arfi mengatakan Kemenag mendorong PPIU untuk melakukan proses penjadwalan ulang. Sementara untuk proses refund, hanya untuk visa umrah sebagaimana kebijakan dari pemerintah Saudi.

’’Selain visa, komponen biaya umrah itu kan antara lain mencakup transportasi udara dan darat, akomodasi, komsumsi, manasik, dan perlengkapan,’’ jelasnya. Dia meminta jamaah untuk bersabar menunggu update informasi dari Saudi untuk kepastian pencabutan penangguhan penerbangan umrah. Dia mengatakan penjadwalan ulang baru bisa dilakukan setelah keluar kepastian pencabutan larangan penerbangan umrah itu.

Diantara PPIU yang sudah mempunya jadwal keberangkatan umrah untuk bulan Maret ini adalah Patuna. Direktur Utama Patuna Syam Resfiadi mengatakan ada sekitar 600 jamaah yang sudah dibayarkan uang paket umrahnya kepada pihak-pihahk terkait. Mulai dari penerbangan, hotel, transportasi darat di Saudi, dan katering.

Dari jumlah tersebut, dia mengatakan ada 17 orang yang dipastikan meminta pembatalan atau refund. ’’Karena terkait izin cuti,’’ katanya. Syam mengatakan akibat pembatalan itu, kemungkinan besar biaya umrah tidak kembali serratus persen. Dia mengatakan pada brosur pendaftaran ada ketentuan biaya pembatalan USD 500 per jamaah.

Secara umum Syam mengatakan jamaah yang sudah memiliki jadwal umrah, untuk memilih penjadwalan ulang. Dia mengatakan jika mereka meminta pengemblian uang, bisa mempengaruhi cash flow perusahaan.

Menurut Syam dalam kondisi tertentu perusahaan Patuna tidak ada kendala dengan cash flow tersebut. Namun belum tentu perusahaan travel umrah lainnya memiliki kemampuan cash flow yang kuat.

Sehingga jika banyak jamaah umrah mengajukan pembatalan, ada kemungkinan sejumlah perusahaan travel umrah bangkrut.

Untuk pengajuan perubahan jadwal penerbangan, sudah disiapkan skenario pada bulan Syawal atau Muharram. Jamaah diberikan pilihan apakah memilih umrah pada dua bulan itu. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN –Penangguhan penerbangan umrah oleh Kerajaan Arab Saudi hingga kini masih terus berlangsung. Banyak pihak mulai mencemaskan jika kebijakan ini berlangsung hingga musim haji.

Arniah, calon jemaah haji di Banjarmasin akan berangkat bersama sang suami tahun ini. Saat ini, Arniah tinggal menunggu tahapan pelunasan haji. Dia optimistis kebijakan untuk mengantisipasi corona ini tidak akan berdampak ke penyelenggaraan haji.

“Saya rasa tak tak mungkin pelaksanaan haji juga ditunda. Ini kan kewajiban,” ucapnya kemarin.

Dia memaklumi, kebijakan dari Kerajaan Arab Saudi saat ini yang menutup sementara calon jemaah umrah asal Indonesia ini adalah untuk keselamatan umat, yakni demi kesehatan. “Memang was-was juga kalau pelaksanaan haji jadi terganggu. Tapi sekali lagi tak mungkin,” imbuhnya.

Hal senada dituturkan Effendi, menurutnya kebijakan pentupan sementara tanah suci untuk calon jemaah umrah tidak sampai diperluas ke penyelenggaraan haji.

Effendi sendiri sudah mendaftar haji khusus sejak tiga tahun lalu, dan jadwalnya tahun ini dia berangkat. “Saya tak risau. Ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam, pasti akan dilaksanakan,” yakinnya.

Kerajaan Arab Saudi menurutnya juga tak akan berani. Pasalnya, devisa dari orang masuk ke sana nilainya sangatlah besar.

Hingga saat ini belum diketahui kapan Arab Saudi membuka kembali tanah suci untuk calon jemaah umrah. Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel tetap optimis pelaksanaan haji tak berpengaruh.

“Kami rasa tak mungkin Arab Saudi menutup untuk jemaah haji,” yakin Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Kalsel, Firman kemarin.

Diterangkannya, sampai saat ini pihaknya belum mendapat kabar dari pemerintah pusat soal kebijakan haji tahun ini mengenai virus corona. “Hanya soal umrah. Soal pelaksanaan haji kami belum mendapat kabar terbaru,” tambahnya. 

Keberangkatan calon jemaah haji tahun ini sebutnya adalah mereka yang mendaftar pada bulan Desember 2010. Firman mengungkapkan, tahun ini kuota haji Indonesia regular mengalami pengurangan. Tahun lalu, jatahnya sebanyak 221 ribu. Sedangkan tahun ini hanya 203.020 orang.

Praktis, pengurangan secara nasional ini pun berdampak terhadap jatah kuota di Kalsel. Di Kalsel kuota berkurang 13 orang dibanding tahun lalu. “Tahun ini hanya 3.818. Berkurang dari tahun lalu yang jumlahnya sebanyak 3.831,” bebernya.

Jadwal rencana keberangkatan calon jemaah haji sudah ditetapkan. Yakni pada 27 Juni mendatang. “Saya yakin kebijakan penutupan sementara ibadah umrah ini tak berdampak dengan keberangkatan ibadah haji,” tandasnya.

Sementara itu, Kemenag pusat mendorong penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk tidak membuka dan menerima penfataran paket umrah.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan ada sejumlah pertimbangan mereka mendorong PPIU tidak membuka dan menderima pendaftaran paket umrah dahulu. Diantaranya adalah sampai sekarang belum ada kejelasan kapan penerbangan umrah dibuka kembali.

’’PPIU juga harus mengatur ulang terlebih dahulu dan fokus keberangkatan jamaah yang terdampak kebijakan Saudi,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan travel umrah diharapkan menyiapkan skema penjadwalan ulang keberangkatan umrah. Arfi mengatakan Kemenag mendorong PPIU untuk melakukan proses penjadwalan ulang. Sementara untuk proses refund, hanya untuk visa umrah sebagaimana kebijakan dari pemerintah Saudi.

’’Selain visa, komponen biaya umrah itu kan antara lain mencakup transportasi udara dan darat, akomodasi, komsumsi, manasik, dan perlengkapan,’’ jelasnya. Dia meminta jamaah untuk bersabar menunggu update informasi dari Saudi untuk kepastian pencabutan penangguhan penerbangan umrah. Dia mengatakan penjadwalan ulang baru bisa dilakukan setelah keluar kepastian pencabutan larangan penerbangan umrah itu.

Diantara PPIU yang sudah mempunya jadwal keberangkatan umrah untuk bulan Maret ini adalah Patuna. Direktur Utama Patuna Syam Resfiadi mengatakan ada sekitar 600 jamaah yang sudah dibayarkan uang paket umrahnya kepada pihak-pihahk terkait. Mulai dari penerbangan, hotel, transportasi darat di Saudi, dan katering.

Dari jumlah tersebut, dia mengatakan ada 17 orang yang dipastikan meminta pembatalan atau refund. ’’Karena terkait izin cuti,’’ katanya. Syam mengatakan akibat pembatalan itu, kemungkinan besar biaya umrah tidak kembali serratus persen. Dia mengatakan pada brosur pendaftaran ada ketentuan biaya pembatalan USD 500 per jamaah.

Secara umum Syam mengatakan jamaah yang sudah memiliki jadwal umrah, untuk memilih penjadwalan ulang. Dia mengatakan jika mereka meminta pengemblian uang, bisa mempengaruhi cash flow perusahaan.

Menurut Syam dalam kondisi tertentu perusahaan Patuna tidak ada kendala dengan cash flow tersebut. Namun belum tentu perusahaan travel umrah lainnya memiliki kemampuan cash flow yang kuat.

Sehingga jika banyak jamaah umrah mengajukan pembatalan, ada kemungkinan sejumlah perusahaan travel umrah bangkrut.

Untuk pengajuan perubahan jadwal penerbangan, sudah disiapkan skenario pada bulan Syawal atau Muharram. Jamaah diberikan pilihan apakah memilih umrah pada dua bulan itu. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/