alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

PPP Berharap Bersama Golkar

BANJARMASIN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi bagian dari Partai Politik (Parpol) yang mengusung Sahbirin Noor berpasangan dengan Rudy Resnawan pada 2015 lalu. Tahun ini belum ada tanda-tanda kemesraan itu akan terulang.

Pasalnya DPW PPP Kalsel masih belum menentukan kemana arah dukungannya. Sampai saat ini hasil penjaringan yang dilakukan bahkan belum diserahkan DPP. “Minggu-minggu ini kami sampaikan, jadi belum ada rekomendasi,” kata Ketua DPW PPP Kalsel, Aditya Mufti Ariffin.

Aditya sendiri maju pada Pilwali Banjarbaru bersama Ketua DPD Golkar Banjarbaru AR Iwansyah. Beberapa waktu lalu, Golkar mengisyaratkan akan mendukung petahana Nadjmi Adhani yang menjadi pesaing keduanya. Hal ini berpotensi menimbulkan ketegangan antara PPP dan Golkar di Pilgub 2020.

Aditya berharap jika PPP mengusung kembali petahana, Golkar pun akan memberikan dukungan ke PPP di Pilwali Banjarbaru. “Mudah-mudahan bergabung bersama kami,” harapnya. 

Untuk diketahui, Kursi PPP di DPRD Kalsel hasil Pemilu 2019 tadi memang merosot jika dibandingkan Pemilu 2014 lalu. Hasil Pemilu 5 tahun lalu, PPP mendapat jatah 7 kursi DPRD Kalsel. Sedangkan Pemilu lalu, PPP hanya mendapat jatah 3 kursi DPRD Kalsel.

Meski memiliki 3 kursi di DPRD Kalsel, amun, basis massa partai berlambang Kakbah ini dikenal sangat loyal hingga ke akar rumput. Wajar saja peminat bakal calon pun ramai mendapaftar.

Tak hanya petahana yang melamar sebagai calon gubernur. Calon lawannya, Denny Indrayana juga mengincar kursi PPP. Di posisi wakil, ada tiga orang yang melamar. Mereka adalah Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, Abdul Wahid dan Rosehan NB. “Kita lihat saja nanti keputusan DPP,” tandas Aditya. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi bagian dari Partai Politik (Parpol) yang mengusung Sahbirin Noor berpasangan dengan Rudy Resnawan pada 2015 lalu. Tahun ini belum ada tanda-tanda kemesraan itu akan terulang.

Pasalnya DPW PPP Kalsel masih belum menentukan kemana arah dukungannya. Sampai saat ini hasil penjaringan yang dilakukan bahkan belum diserahkan DPP. “Minggu-minggu ini kami sampaikan, jadi belum ada rekomendasi,” kata Ketua DPW PPP Kalsel, Aditya Mufti Ariffin.

Aditya sendiri maju pada Pilwali Banjarbaru bersama Ketua DPD Golkar Banjarbaru AR Iwansyah. Beberapa waktu lalu, Golkar mengisyaratkan akan mendukung petahana Nadjmi Adhani yang menjadi pesaing keduanya. Hal ini berpotensi menimbulkan ketegangan antara PPP dan Golkar di Pilgub 2020.

Aditya berharap jika PPP mengusung kembali petahana, Golkar pun akan memberikan dukungan ke PPP di Pilwali Banjarbaru. “Mudah-mudahan bergabung bersama kami,” harapnya. 

Untuk diketahui, Kursi PPP di DPRD Kalsel hasil Pemilu 2019 tadi memang merosot jika dibandingkan Pemilu 2014 lalu. Hasil Pemilu 5 tahun lalu, PPP mendapat jatah 7 kursi DPRD Kalsel. Sedangkan Pemilu lalu, PPP hanya mendapat jatah 3 kursi DPRD Kalsel.

Meski memiliki 3 kursi di DPRD Kalsel, amun, basis massa partai berlambang Kakbah ini dikenal sangat loyal hingga ke akar rumput. Wajar saja peminat bakal calon pun ramai mendapaftar.

Tak hanya petahana yang melamar sebagai calon gubernur. Calon lawannya, Denny Indrayana juga mengincar kursi PPP. Di posisi wakil, ada tiga orang yang melamar. Mereka adalah Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, Abdul Wahid dan Rosehan NB. “Kita lihat saja nanti keputusan DPP,” tandas Aditya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/