alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Polisi Jalani Tes Urine

BANJARMASIN – Anggota Polda Kalsel dari bintara sampai perwira menjalani tes urine di depan kantor Bidpropam, kemarin (9/3) pagi. Tentu saja tes urine itu dadakan.

Peralatan pemeriksaan digelar di atas meja panjang. Sejumlah anggota terlihat ngantre di depan. Mengisi data diri di depan petugas pemeriksa. Rombongan anggota dikawal Subdit Provos, kemudian masuk ke toilet untuk pengambilan sampel.

“Tes urine ini dilakukan seluruh anggota Polda Kalsel, dari bintara sampai perwira, tak ada pengecualian,” ungkap Kepala Bidang Humas Kombes Pol Mochamad Rifai.

Mantan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Banjabaru ini mengatakan, inilah bentuk kewaspadaan Polda Kalsel terhadap penyalahgunaan narkotika di intitusi kepolisian. Demi membuktikan kepada masyarakat bahwa Polda Kalsel tidak main-main dalam perang melawan narkoba.

Sebagai antisipasi adanya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Polda Kalsel berusaha menjaga kepercayaan masyarakat.

“Upaya polisi agar para personel bebas dari barang haram, kan mereka menjadi ujung tombak memerangi narkoba,” katanya.

Melalui tes urine ini anggota harus bersih dari penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya, sebelum petugas melakukan hal serupa kepada masyarakat.

Diharapkan polisi mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. “Sebelum menghadapi masyarakat, kami lakukan pada petugas internal dulu,” jelasnya.

Sampai saat ini, jumlah anggota yang dites urine berjumlah 160 orang, dari seluruh bidang. Belum ada yang ditemukan positif menggunakan narkoba. Namun ia meyakinkan, jika ada yang terbukti, pasti akan ditindak tegas. “Pasti,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubbagrenmin Biddokkes Polda Kalsel, AKP Agus Supriyanto menambahkan, pemeriksaan sampel urine itu menggunakan multi-drug screen test. Alat tersebut bisa mendeteksi enam parameter kandungan zat yang termasuk kategori narkoba. Seperti methamphetamin, amphetamine, cannabis, cocain, opiates (morfin), serta benzodiazepine.

“Hasil tes urine ini bisa diketahui langsung dalam waktu kurang dari satu menit, apakah dia positif atau negatif. Tetapi dari hasil pengecekan tadi, semuanya negatif,” bebernya. (gmp/lan/at/fud/ema)

BANJARMASIN – Anggota Polda Kalsel dari bintara sampai perwira menjalani tes urine di depan kantor Bidpropam, kemarin (9/3) pagi. Tentu saja tes urine itu dadakan.

Peralatan pemeriksaan digelar di atas meja panjang. Sejumlah anggota terlihat ngantre di depan. Mengisi data diri di depan petugas pemeriksa. Rombongan anggota dikawal Subdit Provos, kemudian masuk ke toilet untuk pengambilan sampel.

“Tes urine ini dilakukan seluruh anggota Polda Kalsel, dari bintara sampai perwira, tak ada pengecualian,” ungkap Kepala Bidang Humas Kombes Pol Mochamad Rifai.

Mantan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Banjabaru ini mengatakan, inilah bentuk kewaspadaan Polda Kalsel terhadap penyalahgunaan narkotika di intitusi kepolisian. Demi membuktikan kepada masyarakat bahwa Polda Kalsel tidak main-main dalam perang melawan narkoba.

Sebagai antisipasi adanya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Polda Kalsel berusaha menjaga kepercayaan masyarakat.

“Upaya polisi agar para personel bebas dari barang haram, kan mereka menjadi ujung tombak memerangi narkoba,” katanya.

Melalui tes urine ini anggota harus bersih dari penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya, sebelum petugas melakukan hal serupa kepada masyarakat.

Diharapkan polisi mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. “Sebelum menghadapi masyarakat, kami lakukan pada petugas internal dulu,” jelasnya.

Sampai saat ini, jumlah anggota yang dites urine berjumlah 160 orang, dari seluruh bidang. Belum ada yang ditemukan positif menggunakan narkoba. Namun ia meyakinkan, jika ada yang terbukti, pasti akan ditindak tegas. “Pasti,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasubbagrenmin Biddokkes Polda Kalsel, AKP Agus Supriyanto menambahkan, pemeriksaan sampel urine itu menggunakan multi-drug screen test. Alat tersebut bisa mendeteksi enam parameter kandungan zat yang termasuk kategori narkoba. Seperti methamphetamin, amphetamine, cannabis, cocain, opiates (morfin), serta benzodiazepine.

“Hasil tes urine ini bisa diketahui langsung dalam waktu kurang dari satu menit, apakah dia positif atau negatif. Tetapi dari hasil pengecekan tadi, semuanya negatif,” bebernya. (gmp/lan/at/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/