alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Ada Asesmen Pengganti UNBK di Try Out

BANJARBARU – Pelaksanaan gladi bersih atau try out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs yang dilaksanakan Rabu (4/3) dan Kamis (5/3) tadi berbeda dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, pada try out tahun ini para siswa harus mengerjakan soal asesmen kompetensi minimum (AKM) dan survei karakter.

Wakil Kepala SMPN 1 Banjarbaru Bidang Kurikulum, Syamsu Riza menyampaikan, soal AKM dan survei karakter muncul pada hari terakhir try out, Kamis (5/3). “Saat para siswa sudah selesai mengerjakan soal ujian matematika, layar komputer langsung muncul soal-soal AKM,” katanya.

Dia mengungkapkan, dengan adanya AKM membuat waktu mengerjakan soal try out matematika berkurang dari biasanya. “Idealnya matematika itu ‘kan waktunya 120 menit. Tapi kemarin cuma 60 menit, karena 60 menitnya lagi untuk AKM,” ungkapnya.

Namun, menurutnya hal itu tak mengganggu para siswa. Pasalnya, try out hanyalah sebuah ujicoba. “Yang penting siswa dan siswi paham cara menjawab soal saat UNBK nanti,” ujarnya.

Dijelaskannya, AKM sendiri merupakan pengganti UNBK pada 2021 nanti. Sehingga, mulai diperkenalkan pada tahun ini. “Selain siswa, hari ini (kemarin) kami para guru juga diwajibkan menjawab soal-soal AKM. Agar guru tahu dan siap melaksanakannya tahun depan,” jelasnya.

Karena hanya bersifat ujicoba dan sosialisasi, Syamsu menyampaikan, saat para siswa maupun guru selesai mengerjakan soal-soal AKM, tidak ada nilai yang muncul. “Nilai di layar nol. Karena memang ini hanya sosialisasi,” ucapnya.

Secara terpisah, Wakil Kepala SMPN 8 Banjarbaru Bidang Kurikulum, Maria juga menuturkan bahwa AKM tidak mengganggu try out di sekolah mereka. “Karena waktunya tersendiri, setelah try out selesai. Jadi tidak mengganggu, apalagi menguras waktu,” tuturnya.

Dia menambahkan, dalam AKM ada 30 sampai 32 soal yang harus dijawab para siswa. Di mana, isinya berupa pertanyaan lintas mata pelajaran yang ada di SMP. Serta, pertanyaan-pertanyaan yang menjurus ke karakter siswa dan siswi. “Setiap siswa dapat soal beda-beda,” tambahnya.

Sementara itu, Rizky Maya F Putri, siswi kelas IX b di SMPN 8 Banjarbaru juga merasa tidak terganggu dengan adanya tambahan soal AKM. “Tidak merasa terganggu. Karena mengerjakannya ketika selesai try out,” bebernya.

Dia menuturkan, dalam AKM dan survei karakter, soal-soalnya seputar mata pelajaran di sekolah. Seperti matematika dan IPA. “Tapi kita tidak hanya menjawab, namun juga harus memberikan alasan kenapa kita memilih jawaban itu,” tuturnya.

Sedangkan untuk survei karakter, Rizky menyampaikan, soal-soalnya banyak mempertanyakan tentang kondisi keluarga. “Misal, pendidikan terakhir ayah apa? Lalu, alat elektronik apa yang kita miliki di rumah?” ucapnya.

Senada dengan pihak sekolah, Kepala Bidang Bina SMP pada Dinas Pendidikan Banjarbaru, Alam, mengaku bersyukur sekolah di Banjarbaru sukses mengikuti AKM. “AKM bagi guru sangat penting untuk mengukur kemampuan mereka dan melihat bentuk soal yang diberikan, sehingga memudahkan untuk memilih model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar dan mengajar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, AKM tahun ini hanya dilaksanakan pada saat masa try out, sebab rencananya akan diterapkan sebagai pengganti UNBK pada 2021. “Kalau UNBK tahun ini tidak ada AKM, cuma pas try out saja,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Pelaksanaan gladi bersih atau try out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs yang dilaksanakan Rabu (4/3) dan Kamis (5/3) tadi berbeda dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, pada try out tahun ini para siswa harus mengerjakan soal asesmen kompetensi minimum (AKM) dan survei karakter.

Wakil Kepala SMPN 1 Banjarbaru Bidang Kurikulum, Syamsu Riza menyampaikan, soal AKM dan survei karakter muncul pada hari terakhir try out, Kamis (5/3). “Saat para siswa sudah selesai mengerjakan soal ujian matematika, layar komputer langsung muncul soal-soal AKM,” katanya.

Dia mengungkapkan, dengan adanya AKM membuat waktu mengerjakan soal try out matematika berkurang dari biasanya. “Idealnya matematika itu ‘kan waktunya 120 menit. Tapi kemarin cuma 60 menit, karena 60 menitnya lagi untuk AKM,” ungkapnya.

Namun, menurutnya hal itu tak mengganggu para siswa. Pasalnya, try out hanyalah sebuah ujicoba. “Yang penting siswa dan siswi paham cara menjawab soal saat UNBK nanti,” ujarnya.

Dijelaskannya, AKM sendiri merupakan pengganti UNBK pada 2021 nanti. Sehingga, mulai diperkenalkan pada tahun ini. “Selain siswa, hari ini (kemarin) kami para guru juga diwajibkan menjawab soal-soal AKM. Agar guru tahu dan siap melaksanakannya tahun depan,” jelasnya.

Karena hanya bersifat ujicoba dan sosialisasi, Syamsu menyampaikan, saat para siswa maupun guru selesai mengerjakan soal-soal AKM, tidak ada nilai yang muncul. “Nilai di layar nol. Karena memang ini hanya sosialisasi,” ucapnya.

Secara terpisah, Wakil Kepala SMPN 8 Banjarbaru Bidang Kurikulum, Maria juga menuturkan bahwa AKM tidak mengganggu try out di sekolah mereka. “Karena waktunya tersendiri, setelah try out selesai. Jadi tidak mengganggu, apalagi menguras waktu,” tuturnya.

Dia menambahkan, dalam AKM ada 30 sampai 32 soal yang harus dijawab para siswa. Di mana, isinya berupa pertanyaan lintas mata pelajaran yang ada di SMP. Serta, pertanyaan-pertanyaan yang menjurus ke karakter siswa dan siswi. “Setiap siswa dapat soal beda-beda,” tambahnya.

Sementara itu, Rizky Maya F Putri, siswi kelas IX b di SMPN 8 Banjarbaru juga merasa tidak terganggu dengan adanya tambahan soal AKM. “Tidak merasa terganggu. Karena mengerjakannya ketika selesai try out,” bebernya.

Dia menuturkan, dalam AKM dan survei karakter, soal-soalnya seputar mata pelajaran di sekolah. Seperti matematika dan IPA. “Tapi kita tidak hanya menjawab, namun juga harus memberikan alasan kenapa kita memilih jawaban itu,” tuturnya.

Sedangkan untuk survei karakter, Rizky menyampaikan, soal-soalnya banyak mempertanyakan tentang kondisi keluarga. “Misal, pendidikan terakhir ayah apa? Lalu, alat elektronik apa yang kita miliki di rumah?” ucapnya.

Senada dengan pihak sekolah, Kepala Bidang Bina SMP pada Dinas Pendidikan Banjarbaru, Alam, mengaku bersyukur sekolah di Banjarbaru sukses mengikuti AKM. “AKM bagi guru sangat penting untuk mengukur kemampuan mereka dan melihat bentuk soal yang diberikan, sehingga memudahkan untuk memilih model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar dan mengajar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, AKM tahun ini hanya dilaksanakan pada saat masa try out, sebab rencananya akan diterapkan sebagai pengganti UNBK pada 2021. “Kalau UNBK tahun ini tidak ada AKM, cuma pas try out saja,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/