alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Tradisi Sekolah Gelar Perpisahan di Hotel-hotel; Disdik Keluarkan Imbauan Tapi…

Perpisahan kelulusan adalah momen yang dianggap cukup sakral bagi siswa yang akan meninggalkan sekolahnya. Tak sedikit sekolah yang menggelar momen spesial ini dalam kemasan yang berkesan: di hotel. Sayangnya, tak semua orang tua mampu membayar biaya urunan yang sering mencapai jutaan rupiah.

—–

Samadi masih ingat perpisahan sekolah tahun lalu. Wakasek di SMAN 2 Banjarmasin ini mengenang jujan deras yang turun cukup lama membuat perpisahan tak berjalan sesuai harapan.

Ketika itu, tenda-tenda yang disiapkan di halaman tengah sekolah, hampir saja terbang ditiup angin. Tak ayal, perpisahan pun terganggu.

Tak ingin kejadian tahun lalu terulang, tahun ini pihak sekolah sudah berencana lebih matang: menggelar perpisahan indoor yakni di hotel.

“Para siswa tak ingin perpisahan terganggu seperti tahun lalu. Mereka (siswa) ingin indoor tahun ini,” ujar Samadi. 

Dia mengatakan pemilihan tempat sudah dipertimbangkan. Semuanya diserahkan ke siswa. Hal ini agar orang tua siswa tak merasa keberatan dan biaya perpisahan bisa dicicil.

Lalu berapa nilai yang harus dibayar oleh siswa?

Samadi membeberkan, tiap siswa membayar sebesar Rp300 ribu. Uang tersebut selain untuk konsumsi, juga untuk biaya “lain-lain” seperti foto dan gordon (kalung wisuda). “Kami pastikan meski di hotel tak digelar hura-hura. Karena dihadirkan pula orang tua mereka,” ucapnya lagi.

Kepala SMAN 4 Banjarmasin Tumiran juga berpikir sama. Dia mengatakan perpisahan siswa kelas XII tahun ini kemungkinan akan digelar di hotel. “Ini permintaan anak-anak juga. Mereka tak ingin terjadi hal-hal yang mengganggu ketika digelar di lapangan sekolah, seperti hujan dan sebagainya,” ujar Tumiran kemarin.

Namun, dia menegaskan bagi orang tua siswa yang ekonomi menengah ke bawah akan diberi keringanan dalam hal biaya. “Sudah pihak sekolah wanti-wanti jangan sampai memberatkan orang tua,” tegasnya.

Dia menyebutkan biaya perpisahan di hotel nilainya kurang lebih sama di sekolah Namun, keuntungan ketika digelar di hotel, tak akan kerepotan, siswa dan orang tua tinggal datang.

“Tahun tadi di sekolah, untungnya meski sempat kehujanan tapi tak membuat perpisahan terganggu. Tapi repotnya minta ampun. Biayanya juga kurang lebih sama,” katanya.

SMAN 5 Banjarmasin cukup terbantu saat perpisahan sekolah tahun lalu. Adan orang tua siswa yang membiayai semua perpisahan yang digelar di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. “Kami juga terkejut, ada beberapa orang tua siswa yang membantu. Tahun ini belum dibicarakan, kami tengah fokus soal persiapan UN,” ujar Muchlis, Kepsek SMAN 5 Banjarmasin kemarin.

Biaya perpisahan bagi orang tua siswa yang memiliki penghasilan lebih tak masalah. Namun, bagi mereka yang ekonominya menengah ke bawah tentu akan memberatkan.

Seperti yang dirasakan Ahmadi, anaknya yang tahun ini akan lulus berharap pihak sekolah tak memberatkan dengan biaya perpisahan. “Memang perpisahan sekolah akan menjadi kenang-kenangan bagi anak saya. Tapi kalau untuk ikut dengan biaya tinggi, mana ada uang saya,” ucap pria yang bekerja sebagai tukang bangunan ini.

Dia berharap pihak sekolah memberikan keringanan dan dispensasi bagi orang tua yang tak mampu seperti dirinya. “Semoga pemerintah bisa menyikapi bagi orang tua yang seperti saya ini agar tak merasa terbebani,” harapnya.

Bintang Lima Pun Dijajaki

Beberapa hotel di Banjarmasin mengaku sudah dihubungi beberapa sekolah. Mereka bertanya-tanya mengenai harga paket acara di hotel“Sudah ada beberapa sekolah yang menanyakan. Tapi sampai sekarang belum ada yang deal,” beber Senior Sales Marketing, G’Sign Hotel, Mona kemarin.

Dari sisi bisnis, pihaknya berharap jumlah sekolah yang menggelar perpisahan di hotel akan lebih banyak. Pada tahun 2019 lalu sebutnya, hanya 2 sekolah yang menggelar perpisahan di hotel yang berada di kawasan Km 6 ini.

Di tahun 2017 dan 2018 lalu, jumlah sekolah yang menggelar perpisahan di hotelnya jumlahnya lebih dari lima sekolah. “Tahun 2019 tadi tak banyak, karena ada imbauan dari pemerintah,” harapnya.

Dia mengaku tak bisa berbuat banyak mengenai imbauan tersebut. “Tahun lalu bahkan ada yang harus dibatalkan karena ada imbauan. Terpaksa makanan dibungkus dan diantar ke sekolah,” sebut Mona. 

Marketing Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Elisa mengatakan hotelnya sudah dihubungi beberapa sekolah meski baru taraf penjajakan. Hal ini termasuk luar biasa karena Golden Tulip berlabel bintang lima. Butuh biaya tinggi untuk menggelar perpisahan di hotelnya.“Kami berharapnya ada yang memakai tahun ini,” tandasnya.

Terpisah, Senior Sales Rattan In Hotel, Lia mengungkapkan, tahun ini sudah mulai banyak permintaan untuk menggelar perpisahan. Rattan sendir menyiapkan dua ball room yang bisa dipakai. “Tahun ini lumayan banyak yang bertanya. Semoga saja lebih ramai dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Tahun lalu, yang menggelar perpisahan di tempatnya jumlahnya sampai 10 sekolah. Tak hanya jenjang SMA, bahkan jenjang SMP. Berbicara tarif, penyewaan ruangan ball room mengacu jumlah orang. Tiap satu orang untuk lima jam dikenakan Rp185 ribu. “Itu dapat coffee break sama makan,” bebernya. 

Disdik Keluarkan Imbauan Tapi…

Banyaknya keluhan dari orang tua dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel M Yusuf Effendi. Namun, dia mengungkapkan, keluhan terakhir kali ada pada 2017 lalu. “Karena terakhir ada perpisahan di hotel pada 2017. Setelah ada keluhan, langsung kami keluarkan surat edaran supaya sekolah tidak lagi melaksanakan perpisahan di hotel,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah adanya surat edaran tersebut, sejak 2018 hingga kini sudah tidak ada lagi sekolah yang menggelar perpisahan di hotel. “Sekarang kebanyakan menggelar acara di sekolah dan aula gedung pemerintahan,” ujarnya.

Anehnya, Yusuf menyampaikan pihaknya masih memberikan kesempatan bagi sekolah menggelar perpisahan di hotel. Asalkan, minta izin. “Kalau ada yang mau perpisahan di hotel kami wajibkan minta izin, supaya bisa kami kaji,” ucapnya.

Yang perlu dikaji Disdikbud Kalsel menurutnya ialah mengenai alasan sekolah kenapa harus menggelar perpisahan di hotel. Selain itu, untuk memastikan hal itu tidak memberatkan orang tua. “Kita lihat apakah sekolah memiliki ruang memadai atau tidak. Dan bagaimana biayanya. Kalau murah, kami perkenankan saja,” ujarnya.

Selain berbiaya murah, Yusuf menuturkan, sekolah boleh melaksanakan perpisahan di hotel asalkan hal itu sesuai kesepakatan semua warga sekolah. “Kalau sudah jadi kesepakatan bersama dan tidak memberatkan siswa dan orang tua, saya rasa tidak masalah,” tuturnya.

Yusuf mengatakan, acara perpisahan selama ini memang menjadi kewenangan sekolah. Disdikbud hanya bisa melihat bahwa kegiatan tidak membebani orang tua. “Kami juga tidak memperkenankan ada pungutan. Yang boleh adalah sumbangan semampunya orang tua,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala SMA (MKKS) Kalsel, Eko Sanyoto membenarkan bahwa saat ini tidak ada lagi sekolah yang melaksanakan acara perpisahan di hotel. “Sepertinya banyak yang melaksanakan di sekolah, karena ada surat edaran dari Disdikbud,” bebernya.

Seperti halnya SMAN 1 Martapura yang dipimpinnya, dia mengungkapkan bahwa tahun ini mereka berencana menggelar perpisahan kelulusan di sekolah. “Lebih baik di sekolah daripada di hotel,” ungkapnya.

Selain SMAN 1 Martapura, SMAN 2 Banjarbaru juga merencanakan perpisahan kelulusan di sekolah. “SMADA setiap tahun memang di sekolah. Tahun ini juga rencananya di sekolah,” ujar Kepala SMAN 2 Banjarbaru Eksan Wasesa. (mof/ris/ran/ema)

 

Perpisahan kelulusan adalah momen yang dianggap cukup sakral bagi siswa yang akan meninggalkan sekolahnya. Tak sedikit sekolah yang menggelar momen spesial ini dalam kemasan yang berkesan: di hotel. Sayangnya, tak semua orang tua mampu membayar biaya urunan yang sering mencapai jutaan rupiah.

—–

Samadi masih ingat perpisahan sekolah tahun lalu. Wakasek di SMAN 2 Banjarmasin ini mengenang jujan deras yang turun cukup lama membuat perpisahan tak berjalan sesuai harapan.

Ketika itu, tenda-tenda yang disiapkan di halaman tengah sekolah, hampir saja terbang ditiup angin. Tak ayal, perpisahan pun terganggu.

Tak ingin kejadian tahun lalu terulang, tahun ini pihak sekolah sudah berencana lebih matang: menggelar perpisahan indoor yakni di hotel.

“Para siswa tak ingin perpisahan terganggu seperti tahun lalu. Mereka (siswa) ingin indoor tahun ini,” ujar Samadi. 

Dia mengatakan pemilihan tempat sudah dipertimbangkan. Semuanya diserahkan ke siswa. Hal ini agar orang tua siswa tak merasa keberatan dan biaya perpisahan bisa dicicil.

Lalu berapa nilai yang harus dibayar oleh siswa?

Samadi membeberkan, tiap siswa membayar sebesar Rp300 ribu. Uang tersebut selain untuk konsumsi, juga untuk biaya “lain-lain” seperti foto dan gordon (kalung wisuda). “Kami pastikan meski di hotel tak digelar hura-hura. Karena dihadirkan pula orang tua mereka,” ucapnya lagi.

Kepala SMAN 4 Banjarmasin Tumiran juga berpikir sama. Dia mengatakan perpisahan siswa kelas XII tahun ini kemungkinan akan digelar di hotel. “Ini permintaan anak-anak juga. Mereka tak ingin terjadi hal-hal yang mengganggu ketika digelar di lapangan sekolah, seperti hujan dan sebagainya,” ujar Tumiran kemarin.

Namun, dia menegaskan bagi orang tua siswa yang ekonomi menengah ke bawah akan diberi keringanan dalam hal biaya. “Sudah pihak sekolah wanti-wanti jangan sampai memberatkan orang tua,” tegasnya.

Dia menyebutkan biaya perpisahan di hotel nilainya kurang lebih sama di sekolah Namun, keuntungan ketika digelar di hotel, tak akan kerepotan, siswa dan orang tua tinggal datang.

“Tahun tadi di sekolah, untungnya meski sempat kehujanan tapi tak membuat perpisahan terganggu. Tapi repotnya minta ampun. Biayanya juga kurang lebih sama,” katanya.

SMAN 5 Banjarmasin cukup terbantu saat perpisahan sekolah tahun lalu. Adan orang tua siswa yang membiayai semua perpisahan yang digelar di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. “Kami juga terkejut, ada beberapa orang tua siswa yang membantu. Tahun ini belum dibicarakan, kami tengah fokus soal persiapan UN,” ujar Muchlis, Kepsek SMAN 5 Banjarmasin kemarin.

Biaya perpisahan bagi orang tua siswa yang memiliki penghasilan lebih tak masalah. Namun, bagi mereka yang ekonominya menengah ke bawah tentu akan memberatkan.

Seperti yang dirasakan Ahmadi, anaknya yang tahun ini akan lulus berharap pihak sekolah tak memberatkan dengan biaya perpisahan. “Memang perpisahan sekolah akan menjadi kenang-kenangan bagi anak saya. Tapi kalau untuk ikut dengan biaya tinggi, mana ada uang saya,” ucap pria yang bekerja sebagai tukang bangunan ini.

Dia berharap pihak sekolah memberikan keringanan dan dispensasi bagi orang tua yang tak mampu seperti dirinya. “Semoga pemerintah bisa menyikapi bagi orang tua yang seperti saya ini agar tak merasa terbebani,” harapnya.

Bintang Lima Pun Dijajaki

Beberapa hotel di Banjarmasin mengaku sudah dihubungi beberapa sekolah. Mereka bertanya-tanya mengenai harga paket acara di hotel“Sudah ada beberapa sekolah yang menanyakan. Tapi sampai sekarang belum ada yang deal,” beber Senior Sales Marketing, G’Sign Hotel, Mona kemarin.

Dari sisi bisnis, pihaknya berharap jumlah sekolah yang menggelar perpisahan di hotel akan lebih banyak. Pada tahun 2019 lalu sebutnya, hanya 2 sekolah yang menggelar perpisahan di hotel yang berada di kawasan Km 6 ini.

Di tahun 2017 dan 2018 lalu, jumlah sekolah yang menggelar perpisahan di hotelnya jumlahnya lebih dari lima sekolah. “Tahun 2019 tadi tak banyak, karena ada imbauan dari pemerintah,” harapnya.

Dia mengaku tak bisa berbuat banyak mengenai imbauan tersebut. “Tahun lalu bahkan ada yang harus dibatalkan karena ada imbauan. Terpaksa makanan dibungkus dan diantar ke sekolah,” sebut Mona. 

Marketing Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Elisa mengatakan hotelnya sudah dihubungi beberapa sekolah meski baru taraf penjajakan. Hal ini termasuk luar biasa karena Golden Tulip berlabel bintang lima. Butuh biaya tinggi untuk menggelar perpisahan di hotelnya.“Kami berharapnya ada yang memakai tahun ini,” tandasnya.

Terpisah, Senior Sales Rattan In Hotel, Lia mengungkapkan, tahun ini sudah mulai banyak permintaan untuk menggelar perpisahan. Rattan sendir menyiapkan dua ball room yang bisa dipakai. “Tahun ini lumayan banyak yang bertanya. Semoga saja lebih ramai dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Tahun lalu, yang menggelar perpisahan di tempatnya jumlahnya sampai 10 sekolah. Tak hanya jenjang SMA, bahkan jenjang SMP. Berbicara tarif, penyewaan ruangan ball room mengacu jumlah orang. Tiap satu orang untuk lima jam dikenakan Rp185 ribu. “Itu dapat coffee break sama makan,” bebernya. 

Disdik Keluarkan Imbauan Tapi…

Banyaknya keluhan dari orang tua dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel M Yusuf Effendi. Namun, dia mengungkapkan, keluhan terakhir kali ada pada 2017 lalu. “Karena terakhir ada perpisahan di hotel pada 2017. Setelah ada keluhan, langsung kami keluarkan surat edaran supaya sekolah tidak lagi melaksanakan perpisahan di hotel,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah adanya surat edaran tersebut, sejak 2018 hingga kini sudah tidak ada lagi sekolah yang menggelar perpisahan di hotel. “Sekarang kebanyakan menggelar acara di sekolah dan aula gedung pemerintahan,” ujarnya.

Anehnya, Yusuf menyampaikan pihaknya masih memberikan kesempatan bagi sekolah menggelar perpisahan di hotel. Asalkan, minta izin. “Kalau ada yang mau perpisahan di hotel kami wajibkan minta izin, supaya bisa kami kaji,” ucapnya.

Yang perlu dikaji Disdikbud Kalsel menurutnya ialah mengenai alasan sekolah kenapa harus menggelar perpisahan di hotel. Selain itu, untuk memastikan hal itu tidak memberatkan orang tua. “Kita lihat apakah sekolah memiliki ruang memadai atau tidak. Dan bagaimana biayanya. Kalau murah, kami perkenankan saja,” ujarnya.

Selain berbiaya murah, Yusuf menuturkan, sekolah boleh melaksanakan perpisahan di hotel asalkan hal itu sesuai kesepakatan semua warga sekolah. “Kalau sudah jadi kesepakatan bersama dan tidak memberatkan siswa dan orang tua, saya rasa tidak masalah,” tuturnya.

Yusuf mengatakan, acara perpisahan selama ini memang menjadi kewenangan sekolah. Disdikbud hanya bisa melihat bahwa kegiatan tidak membebani orang tua. “Kami juga tidak memperkenankan ada pungutan. Yang boleh adalah sumbangan semampunya orang tua,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala SMA (MKKS) Kalsel, Eko Sanyoto membenarkan bahwa saat ini tidak ada lagi sekolah yang melaksanakan acara perpisahan di hotel. “Sepertinya banyak yang melaksanakan di sekolah, karena ada surat edaran dari Disdikbud,” bebernya.

Seperti halnya SMAN 1 Martapura yang dipimpinnya, dia mengungkapkan bahwa tahun ini mereka berencana menggelar perpisahan kelulusan di sekolah. “Lebih baik di sekolah daripada di hotel,” ungkapnya.

Selain SMAN 1 Martapura, SMAN 2 Banjarbaru juga merencanakan perpisahan kelulusan di sekolah. “SMADA setiap tahun memang di sekolah. Tahun ini juga rencananya di sekolah,” ujar Kepala SMAN 2 Banjarbaru Eksan Wasesa. (mof/ris/ran/ema)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/