alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Dirujuk Suspect Corona, Ternyata ISPA

BANJARMASIN – Warganet banua sejak Kamis (5/3) sore hingga malam, ramai membahas informasi tentang pasien yang masuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dengan suspect Covid-19 atau virus Corona.

Dalam sebuah video berdurasi 3 detik yang beredar, tampak dua orang memakai pakaian alat pelindung diri (APD), di sebuah yang disebut IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Terang saja, kabar ini membuat pasien dan keluarga di RSUD Ulin bertanya-tanya.

Menyikapi informasi ini, pihak RSUD Ulin Banjarmasin merespons cepat. Jumat (6/3) pagi, Direktur RSUD Ulin, Suciati dan Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Ulin, Dr dr Mohammad Isa Sp Paru, mengakui kalau gambar maupun video yang beredar di medsos tersebut di RSUD Ulin.

Isa menegaskan, pakaian APD memang harus digunakan, sesuai standart penanganan. “Iya, itu waktu di rontgen di RSUD Ulin,” terangnya kemarin.

Adapun soal kabar itu terkait pasien suspect corona. Direktur RSUD Ulin, Suciati menjelaskan, pada sore hari sekitar pukul 17.30 Wita, pihaknya menerima salah seorang pasien rujukan asal Kabupaten Tanah Bumbu, laki-laki berusia 31 tahun.

Pasien datang dengan surat rujukan dari klinik di Tanbu, tetapi tanpa tandatangan dokter, disebutkan pasien ini diduga Common Cold Susp. Covid-19. Atau diduga corona. Keluhan utama pasien, demam tinggi, batuk, pilek, sesak napas dan badan terasa pegal.

Namun, setelah dilakukan perawatan dan pemeriksaan intensif di ruangan Bougenvile yang memang ruangan khusus isolasi, dinyatakan hanya menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Dari hasil foto rontgen dan pemeriksan medis lainnya melalui laboratorium, ternyata hanya ISPA. Temperatur tubuhnya pun normal 37 derajat,” terang Suci.

Karena dipastikan ISPA, pihak RS pun memperbolehkan pasien tersebut pulang kemarin. Disertai dengan permintaan kepada Pemkab Tanbu untuk melakukan pengawasan. “Alhamdulillah sudah sehat, dan tak seperti yang diduga seperti diberitakan di media sosial,” katanya.

Suci juga menegaskan, diagnosa pihaknya juga mengacu contact tracing pasien yang mengaku tak ada histori berhubungan dengan orang dari luar negeri. “Tak ada yang mengarah ke corona. Paru-parunya pun tak infeksi seperti terpapar corona,” jelasnya.

Kembali ke Isa, dokter spesialis paru ini menerangkan, karena diagnosa hanya ISPA. Pasien tersebut tak dilakukan observasi lanjutan atau rawat inap. “Klinik di Tanah Bumbu kami minta lakukan pemantauan. Kalau hanya ISPA paling 2-3 hari,” kata Isa.

Dia juga meminta kepada masyarakat, tak perlu takut terhadap pasien ini yang mengakibatkan pasien semakin tertekan dan sampai depresi. “Dia sudah pulang usai salat Jumat tadi,” tambahnya.

Gedung Bougenville Tempat Isolasi

Sementara itu, kesigapan penanganan dari RSUD Ulin Banjarmasin terkait dugaan pasien suspect Covid-19 kemarin, tak lepas dari pengalaman RS ini menghadapi isu virus Mers dan Flu Burung beberapa tahun sebelumnya.

Gedung Bougenville pun disiapkan sebagai ruangan isolasi terhadap penyakit menular. Kapasitasnya ditambah, dari sebelumnya hanya delapan kamar, sekarang menjadi 10.

Suciati menegaskan, tak hanya sarana. RSUD Ulin juga menyiapkan dokter spesialis penyakit dalam dan paru sebanyak lima orang. “Mudah-mudahan tak ada (pasien Corona, red). Yang pasti RSUD Ulin sangat siap. Masyarakat tak perlu khawatir,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim juga menegaskan, pihaknya sudah bersiaga sejak lama terhadap penyakit menular. Tak hanya virus corona yang terbaru ini.

“Semua layanan kesehatan selalu siap. Masyarakat tak perlu khawatir dan panik berlebihan,” ujar Muslim.

Dikatakannya, untuk rumah sakit rujukan khusus suspect corona, dua rumah sakit besar diaktifkan. Yakni, RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD H Boedjasin, Pelaihari. Dua rumah sakit ini ditunjuk pemerintah pusat dari 100 rumah sakit di Indonesia yang disiagakan menangani virus corona.

Tak hanya soal penanganan di rumah sakit, dia juga menerangkan, pengawasan terhadap pintu-pintu kedatangan yang masuk ke Kalsel juga terus dilakukan. Seperti di Bandara Syamsudin Noor dan setiap pelabuhan. “Pintu masuk Kalsel juga sudah diperketat oleh tim kantor kesehatan pelabuhan (KKP),” sebutnya.

Muslim juga mengingatkan, agar masyarakat tak cepat termakan kabar yang belum tentu kebenarannya mengenai virus corona ini. Menurutnya, kabar-kabar yang tak jelas kebenaran tersebut membuat kepanikan warga. “Ini yang harus dipahami. Percayakan dengan tim medis yang sudah dibekali standar operasional penanganan,” pesannya. (mof/by/bin)

BANJARMASIN – Warganet banua sejak Kamis (5/3) sore hingga malam, ramai membahas informasi tentang pasien yang masuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dengan suspect Covid-19 atau virus Corona.

Dalam sebuah video berdurasi 3 detik yang beredar, tampak dua orang memakai pakaian alat pelindung diri (APD), di sebuah yang disebut IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Terang saja, kabar ini membuat pasien dan keluarga di RSUD Ulin bertanya-tanya.

Menyikapi informasi ini, pihak RSUD Ulin Banjarmasin merespons cepat. Jumat (6/3) pagi, Direktur RSUD Ulin, Suciati dan Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Ulin, Dr dr Mohammad Isa Sp Paru, mengakui kalau gambar maupun video yang beredar di medsos tersebut di RSUD Ulin.

Isa menegaskan, pakaian APD memang harus digunakan, sesuai standart penanganan. “Iya, itu waktu di rontgen di RSUD Ulin,” terangnya kemarin.

Adapun soal kabar itu terkait pasien suspect corona. Direktur RSUD Ulin, Suciati menjelaskan, pada sore hari sekitar pukul 17.30 Wita, pihaknya menerima salah seorang pasien rujukan asal Kabupaten Tanah Bumbu, laki-laki berusia 31 tahun.

Pasien datang dengan surat rujukan dari klinik di Tanbu, tetapi tanpa tandatangan dokter, disebutkan pasien ini diduga Common Cold Susp. Covid-19. Atau diduga corona. Keluhan utama pasien, demam tinggi, batuk, pilek, sesak napas dan badan terasa pegal.

Namun, setelah dilakukan perawatan dan pemeriksaan intensif di ruangan Bougenvile yang memang ruangan khusus isolasi, dinyatakan hanya menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Dari hasil foto rontgen dan pemeriksan medis lainnya melalui laboratorium, ternyata hanya ISPA. Temperatur tubuhnya pun normal 37 derajat,” terang Suci.

Karena dipastikan ISPA, pihak RS pun memperbolehkan pasien tersebut pulang kemarin. Disertai dengan permintaan kepada Pemkab Tanbu untuk melakukan pengawasan. “Alhamdulillah sudah sehat, dan tak seperti yang diduga seperti diberitakan di media sosial,” katanya.

Suci juga menegaskan, diagnosa pihaknya juga mengacu contact tracing pasien yang mengaku tak ada histori berhubungan dengan orang dari luar negeri. “Tak ada yang mengarah ke corona. Paru-parunya pun tak infeksi seperti terpapar corona,” jelasnya.

Kembali ke Isa, dokter spesialis paru ini menerangkan, karena diagnosa hanya ISPA. Pasien tersebut tak dilakukan observasi lanjutan atau rawat inap. “Klinik di Tanah Bumbu kami minta lakukan pemantauan. Kalau hanya ISPA paling 2-3 hari,” kata Isa.

Dia juga meminta kepada masyarakat, tak perlu takut terhadap pasien ini yang mengakibatkan pasien semakin tertekan dan sampai depresi. “Dia sudah pulang usai salat Jumat tadi,” tambahnya.

Gedung Bougenville Tempat Isolasi

Sementara itu, kesigapan penanganan dari RSUD Ulin Banjarmasin terkait dugaan pasien suspect Covid-19 kemarin, tak lepas dari pengalaman RS ini menghadapi isu virus Mers dan Flu Burung beberapa tahun sebelumnya.

Gedung Bougenville pun disiapkan sebagai ruangan isolasi terhadap penyakit menular. Kapasitasnya ditambah, dari sebelumnya hanya delapan kamar, sekarang menjadi 10.

Suciati menegaskan, tak hanya sarana. RSUD Ulin juga menyiapkan dokter spesialis penyakit dalam dan paru sebanyak lima orang. “Mudah-mudahan tak ada (pasien Corona, red). Yang pasti RSUD Ulin sangat siap. Masyarakat tak perlu khawatir,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim juga menegaskan, pihaknya sudah bersiaga sejak lama terhadap penyakit menular. Tak hanya virus corona yang terbaru ini.

“Semua layanan kesehatan selalu siap. Masyarakat tak perlu khawatir dan panik berlebihan,” ujar Muslim.

Dikatakannya, untuk rumah sakit rujukan khusus suspect corona, dua rumah sakit besar diaktifkan. Yakni, RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD H Boedjasin, Pelaihari. Dua rumah sakit ini ditunjuk pemerintah pusat dari 100 rumah sakit di Indonesia yang disiagakan menangani virus corona.

Tak hanya soal penanganan di rumah sakit, dia juga menerangkan, pengawasan terhadap pintu-pintu kedatangan yang masuk ke Kalsel juga terus dilakukan. Seperti di Bandara Syamsudin Noor dan setiap pelabuhan. “Pintu masuk Kalsel juga sudah diperketat oleh tim kantor kesehatan pelabuhan (KKP),” sebutnya.

Muslim juga mengingatkan, agar masyarakat tak cepat termakan kabar yang belum tentu kebenarannya mengenai virus corona ini. Menurutnya, kabar-kabar yang tak jelas kebenaran tersebut membuat kepanikan warga. “Ini yang harus dipahami. Percayakan dengan tim medis yang sudah dibekali standar operasional penanganan,” pesannya. (mof/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/