alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Masker di Marabahan Ikut Kosong, Mesti Pakai Apa?

MARABAHAN – Corona datang, masker menghilang. Itu juga terjadi bagi daerah kecil di Kabupaten Batola yang belum terjangkit corona. Masker sulit didapatkan sejak pertengahan bulan Februari.

Bahkan ada beberapa apotek yang meletakkan pemberitahuan di depan tokonya. “Kami sengaja memasang tulisan masker kosong. Banyak yang datang hanya menanyakan masker,” ujar Tahmidatul Hasanah, karyawan apotek Zairin yang berada di Pasar Marabahan.

Hasanah menceritakan untuk masker ditempatnya sudah kosong sejak awal Februari. Persediaan sebanyak 15 boks ludes diborong seseorang.

“Kami tidak menyangka, masker akan selangka ini. Kami menjual banyak sekaligus karena tidak tahu akan seperti ini,” ujarnya yang mengaku menyesal menghabiskan stok di toko.

Menurut Hasanah, sebenarnya maker yang paling murah dan paling mahal masih bisa didapatkan di sales langganan mereka. Hanya saja, harga melonjak naik sampai tiga kali lipat. Masker yang biasanya satu boks berkisar Rp25 ribu, menjadi Rp75 ribu. Bahkan untuk masker berkualitas dipatok dengan harga sekitar Rp200 ribu dengan isi 50 masker.

“Harga sudah melambung tinggi. Kami tidak tega menjualnya lagi dengan harga yang tinggi,” ujarnya.

Hal serupa juga dialami Apotek Anugrah Farma Marabahan. Apotek ini juga tidak memiliki persediaan masker. Menurut Hidayati, kelangkaan sudah berlangsung sejak dua pekan belakangan.

“Masker kosong sejak pertengahan Februari. Kami hanya mendapatkan dua karton masker atau 40 boks,” ujar pengelola apotek ini, sembari mengatakan masker tersebut hanya dijual eceran saja. “Permintaan di masyarakat sangat banyak,” tambahnya.

Kelangkaan masker di Marabahan ternyata juga sudah dipantau Dinas Kesehatan Kabupaten Batola. Kadis Kesehatan, Azizah Sri Widari mengakui kelangkaan sudah terjadi sejak satu bulan belakangan. Berkaitan kelangkaan ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Azizah mengimbau kepada warga agar jangan takut berlebihan.

Masker tidak dibutuhkan untuk orang yang sehat. Hanya dibutuhkan untuk orang yang sakit, keluarga yang sakit, dan tenaga medis. “Yang tidak sakit jangan pakai masker. Virus corona dapat dicegah dengan hidup sehat,” pesannya.(bar/az/dye)

MARABAHAN – Corona datang, masker menghilang. Itu juga terjadi bagi daerah kecil di Kabupaten Batola yang belum terjangkit corona. Masker sulit didapatkan sejak pertengahan bulan Februari.

Bahkan ada beberapa apotek yang meletakkan pemberitahuan di depan tokonya. “Kami sengaja memasang tulisan masker kosong. Banyak yang datang hanya menanyakan masker,” ujar Tahmidatul Hasanah, karyawan apotek Zairin yang berada di Pasar Marabahan.

Hasanah menceritakan untuk masker ditempatnya sudah kosong sejak awal Februari. Persediaan sebanyak 15 boks ludes diborong seseorang.

“Kami tidak menyangka, masker akan selangka ini. Kami menjual banyak sekaligus karena tidak tahu akan seperti ini,” ujarnya yang mengaku menyesal menghabiskan stok di toko.

Menurut Hasanah, sebenarnya maker yang paling murah dan paling mahal masih bisa didapatkan di sales langganan mereka. Hanya saja, harga melonjak naik sampai tiga kali lipat. Masker yang biasanya satu boks berkisar Rp25 ribu, menjadi Rp75 ribu. Bahkan untuk masker berkualitas dipatok dengan harga sekitar Rp200 ribu dengan isi 50 masker.

“Harga sudah melambung tinggi. Kami tidak tega menjualnya lagi dengan harga yang tinggi,” ujarnya.

Hal serupa juga dialami Apotek Anugrah Farma Marabahan. Apotek ini juga tidak memiliki persediaan masker. Menurut Hidayati, kelangkaan sudah berlangsung sejak dua pekan belakangan.

“Masker kosong sejak pertengahan Februari. Kami hanya mendapatkan dua karton masker atau 40 boks,” ujar pengelola apotek ini, sembari mengatakan masker tersebut hanya dijual eceran saja. “Permintaan di masyarakat sangat banyak,” tambahnya.

Kelangkaan masker di Marabahan ternyata juga sudah dipantau Dinas Kesehatan Kabupaten Batola. Kadis Kesehatan, Azizah Sri Widari mengakui kelangkaan sudah terjadi sejak satu bulan belakangan. Berkaitan kelangkaan ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Azizah mengimbau kepada warga agar jangan takut berlebihan.

Masker tidak dibutuhkan untuk orang yang sehat. Hanya dibutuhkan untuk orang yang sakit, keluarga yang sakit, dan tenaga medis. “Yang tidak sakit jangan pakai masker. Virus corona dapat dicegah dengan hidup sehat,” pesannya.(bar/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/