alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Arutmin Bersama Guru di Kintap Peduli ABK

PELAIHARI – Kepedulian PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap terhadap dunia pendidikan patut diacungi jempol. Betapa tidak, bekerjasama dengan guru se-Kecamatan Kintap, Arutmin menggelar Forum Diskusi dan Evaluasi bersama Alumni Bimbingan Teknis Pendidikan Inklusi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kantor Koordinator UPTD Kecamatan Kintap.

Kegiatan ini dihadiri oleh 28 guru TK, SD, SMP dan SMA Sederajat yang tersebar se-Kecamatan Kintap. Agenda tersebut membahas hasil identifikasi dan assessment masing-masing sekolah yang telah dilaksanakan.

Community Development Superintendent Arutmin Tambang Kintap, Yudo Prakoso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua Guru-guru Alumni Bimtek Pendidikan Inklusi yang berhadir.

Khususnya kepada Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Inklusi Kabupaten Tanah Laut Hj Siswati dan Syamsuri yang tetap peduli dan semangat dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada semua anak terlebih bagi anak berkebutuhan khusus.

“Menangani anak berkebutuhan khusus tidak hanya bisa dilakukan sendirian, namun harus melibatkan segala lini, mulai dari guru, pemangku kepentingan, pihak swasta dan tentunya masyarakat umum”, pungkas Hj Siswati.

Dalam diskusi tersebut, guru-guru memaparkan bahwa setelah dilakukan seminar kepada para Kepala Sekolah hal ini memudahkan mereka untuk menjalankan program-program pasca Bimbingan Teknis yang diberikan Arutmin.

Mendapatkan dukungan penuh oleh pemangku kepentingan yang berada di sekolah merupakan langkah yang baik. Namun juga tidak dipungkiri, ada beberapa guru-guru lainnya yang belum bisa menerima hal tersebut dikarenakan keterbatasan pengetahuan tentang pendidikan inklusi.

“Dengan adanya sekolah inklusi, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) akan memiliki kontribusi kepada masyarakat dengan keahliannya masing-masing. Karena kedepannya yang mereka hadapi bukan hanya sekolah namun juga kehidupan bermasyarakat,” tegas Syamsuri, perwakilan delegasi guru yang pernah dikirim ke Jepang untuk belajar tentang pendidikan inklusi.

Di akhir acara dilakukan penandatangan komitmen untuk bersama-sama melakukan penanganan dan menjalankan program terkait anak berkebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Kintap. (ist/mat/ema)

PELAIHARI – Kepedulian PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap terhadap dunia pendidikan patut diacungi jempol. Betapa tidak, bekerjasama dengan guru se-Kecamatan Kintap, Arutmin menggelar Forum Diskusi dan Evaluasi bersama Alumni Bimbingan Teknis Pendidikan Inklusi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kantor Koordinator UPTD Kecamatan Kintap.

Kegiatan ini dihadiri oleh 28 guru TK, SD, SMP dan SMA Sederajat yang tersebar se-Kecamatan Kintap. Agenda tersebut membahas hasil identifikasi dan assessment masing-masing sekolah yang telah dilaksanakan.

Community Development Superintendent Arutmin Tambang Kintap, Yudo Prakoso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua Guru-guru Alumni Bimtek Pendidikan Inklusi yang berhadir.

Khususnya kepada Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Inklusi Kabupaten Tanah Laut Hj Siswati dan Syamsuri yang tetap peduli dan semangat dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada semua anak terlebih bagi anak berkebutuhan khusus.

“Menangani anak berkebutuhan khusus tidak hanya bisa dilakukan sendirian, namun harus melibatkan segala lini, mulai dari guru, pemangku kepentingan, pihak swasta dan tentunya masyarakat umum”, pungkas Hj Siswati.

Dalam diskusi tersebut, guru-guru memaparkan bahwa setelah dilakukan seminar kepada para Kepala Sekolah hal ini memudahkan mereka untuk menjalankan program-program pasca Bimbingan Teknis yang diberikan Arutmin.

Mendapatkan dukungan penuh oleh pemangku kepentingan yang berada di sekolah merupakan langkah yang baik. Namun juga tidak dipungkiri, ada beberapa guru-guru lainnya yang belum bisa menerima hal tersebut dikarenakan keterbatasan pengetahuan tentang pendidikan inklusi.

“Dengan adanya sekolah inklusi, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) akan memiliki kontribusi kepada masyarakat dengan keahliannya masing-masing. Karena kedepannya yang mereka hadapi bukan hanya sekolah namun juga kehidupan bermasyarakat,” tegas Syamsuri, perwakilan delegasi guru yang pernah dikirim ke Jepang untuk belajar tentang pendidikan inklusi.

Di akhir acara dilakukan penandatangan komitmen untuk bersama-sama melakukan penanganan dan menjalankan program terkait anak berkebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Kintap. (ist/mat/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/