alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Dampak Penangguhan Jemaah Umrah, Jasa Travel Terancam Merugi Triliunan Rupiah

BANJARMASIN – Kebijakan larangan penerbangan umrah akibat mewabahnya Corona di sejumlah negara membuat banyak pihak merugi. Di Kalsel, sesuai data dari Kanwil Kemenag di bulan Maret ini saja ada sebanyak 2.819 jemaah yang gagal diberangkatkan.

Pemilik travel Wahyu Titian Insani, Saridi Salimin mengatakan pihaknya belum mendapat informasi kapan Kerajaan Arab Saudi membuka kembali calon jemaah umrah untuk masuk ke sana. “Kami juga menunggu saja. Tak tahu juga sampai kapan,” tukasnya.

Dari kabar terbaru di media daring, Kerajaan Arab menyetop kedatangan jemaah umrah sepanjang tahun. Jika hal ini terjadi, dipastikan bakal memberatkan bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). “Kalau sampai satu tahun banyak kerugian yang didapat. Sama-sama rugi, baik jemaah maupun PPIU,” ucapnya.

Dia memprediksi, jika sampai 1 tahun tak ada keberangkatan jemaah umrah, PPIU akan merugi triliunan Rupiah “Mudah-mudahan informasi itu tak benar. Kami pun hanya bisa menerima dengan ikhlas, dan semua ini pasti ada hikmahnya,” tandasnya.

Pemilik Bagus Travel, Badrin mengaku juga tak bisa berbuat banyak jika Kerajaan Arab menyetop sepanjang tahun. “Kalau itu benar. Yang merugi tak hanya Indonesia. Banyak negara lain juga yang akan merugi,” katanya kemarin.

Soal visa, Badrin masih bisa bernapas lega. Calon jemaah yang berangkat melalui travelnya baru diberangkatkan pada bulan April mendatang. Jadi biaya visa pun belum dibayar. “Ada 45 calon jemaah yang rencananya berangkat. Akhirnya hanya bisa menunggu. Alhamdulillah setelah diberi pengertian tak ada yang mengajukan pembatalan dan tetap sabar menunggu,” ujarnya.

Hidayat, seoranh jemaah asal Banjarmasin mengatakan masih tak percaya dengan kabar tersebut. Jika benar disetop sampai akhir tahun, tentu juga mengancam momen haji. “Logikanya seperti itu, bagaimana dengan jemaah haji. Saya tetap optimis tetap Kerajaan Arab Saudi akan membuka kembali,” ujarnya kemarin.

Meski mengalami penundaan, dia tetap tak akan membatalkan niatnya ini. Apalagi, uangnya pun sudah dibayar dan tinggal berangkat. “Tak apa. Uangnya tak akan hangus juga. Ini sudah niat saya,” imbuhnya.

Dia sendiri pekan tadi sudah menggelar syukuran dengan mengundang kerabat dan tetangga. Meski akhirnya keberangkatan tertunda. Sejatinya, istri dan mertuanya berangkat tanggal 9 Maret mendatang. “Syukuran juga sudah diniatkan. Kan hanya penundaan, sabar saja,” tukasnya.

Hal senada dituturkan calon jemaah umrah lain, Rima. Dia sendiri memaklumi keadaan sekarang yang dihantui oleh virus corona. “Sebenarnya urusan kesehatan bahkan umur, sudah ketentuan dari Allah. Tapi sebagai tamu di negara orang, apa boleh buat. Saya hanya bersabar,” ujarnya.

Dia hanya berharap Kerajaan Arab Saudi tak lama menyetop kebijakan ini. menurutnya, soal deteksi virus corona bisa dilakukan di negeri asal masing-masing. Begitu dinyatakan sehat dan mendapat tanda bukti, Kerajaan Arab Saudi pun harusnya bisa menerima masuk. “Saya memaklumi. Mau bagaimana lagi, kebijakan negara kan masing-masing,” cetusnya.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengatakan, terkait kebijakan Kerajaan Arab Saudi tentang disetopnya sementara kegiatan umrah, para calon jemaah dan pihak travel di Kalsel harus memahami dan dapat menerima dengan baik kebijakan tersebut.

“Saya rasa calon jemaah umrah dan pihak travel dapat memahami kondisi penghentian perjalanan umrah ini. Mereka (Arab Saudi) ingin melindungi warganya, sehingga orang dari luar dilarang sementara masuk. Ini juga demi keselamatan umat,” ujarnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah mengeluarkan kebijakan skema pengembalian (refund) biaya visa umrah. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan PPIU wajib melayani refund jika ada jemaah yang memilih membatalkan perjalanan umrahnya.

Keterangan tersebut ditegaskan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali di Jakarta, (4/3). Dia mengatakan Arab Saudi sudah mengeluarkan edaran skema refund biaya visa untuk jemaah. Proses pengembalian dana membutuhkan kelengkapan dana dan pengisian form oleh PPIU. ’’Nanti jemaah ditawari. Apakah menunggu atau refund,’’ tuturnya.

Nizar mengatakan Kemenag sikapnya netral. Memberikan kebebasan kepada calon jemaah umrah untuk menentukan sikap. Apakah mau sabar menunggu larangan penerbangan umrah dicabut dahulu, kemudian menjadwal ulang perjalanan umrahnya. Atau memilih pengembalian biaya umrah karena belum ada kejelasan kapan penerbangan umrah akan dibuka kembali.

Jika ada jemaah yang memilih refund atau pembatalan perjalanan umrah, Kemenag akan mendorong PPIU untuk memenuhi kewajibannya. ’’Pokoknya (jemaah minta, Red) refund, kewajiban pemerintah mendorong PPIU untuk mengembalikan,’’ kata dia.

Sampai kemarin Nizar menegaskan belum ada kepastian kapan penerbangan umrah akan dibuka kembali. Dia mengatakan yang ada sekarang adalah pesawat pemulangan jemaah umrah. Misalnya pesawat dari Indonesia terbang menuju Saudi dalam kondisi kosong penumpang, untuk pemulangan jemaah.

Menurut data yang dia peroleh, jumlah jemaah umrah asal Indonesia di Makkah semakin berkurang. Pemulangan terakhir dilakukan pada 15 Maret nanti. Yakni pemulangan 88 orang jemaah umrah dengan maskapai Saudia Airlines menuju Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur.

Setelah itu di Makkah kosong jemaah umrah Indonesia. Dengan catatan sampai 15 Maret nanti penghentian sementara penerbangan umrah belum dicabut. ’’Pencabutan moratorium tidak bisa diperkirakan,’’ (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Kebijakan larangan penerbangan umrah akibat mewabahnya Corona di sejumlah negara membuat banyak pihak merugi. Di Kalsel, sesuai data dari Kanwil Kemenag di bulan Maret ini saja ada sebanyak 2.819 jemaah yang gagal diberangkatkan.

Pemilik travel Wahyu Titian Insani, Saridi Salimin mengatakan pihaknya belum mendapat informasi kapan Kerajaan Arab Saudi membuka kembali calon jemaah umrah untuk masuk ke sana. “Kami juga menunggu saja. Tak tahu juga sampai kapan,” tukasnya.

Dari kabar terbaru di media daring, Kerajaan Arab menyetop kedatangan jemaah umrah sepanjang tahun. Jika hal ini terjadi, dipastikan bakal memberatkan bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). “Kalau sampai satu tahun banyak kerugian yang didapat. Sama-sama rugi, baik jemaah maupun PPIU,” ucapnya.

Dia memprediksi, jika sampai 1 tahun tak ada keberangkatan jemaah umrah, PPIU akan merugi triliunan Rupiah “Mudah-mudahan informasi itu tak benar. Kami pun hanya bisa menerima dengan ikhlas, dan semua ini pasti ada hikmahnya,” tandasnya.

Pemilik Bagus Travel, Badrin mengaku juga tak bisa berbuat banyak jika Kerajaan Arab menyetop sepanjang tahun. “Kalau itu benar. Yang merugi tak hanya Indonesia. Banyak negara lain juga yang akan merugi,” katanya kemarin.

Soal visa, Badrin masih bisa bernapas lega. Calon jemaah yang berangkat melalui travelnya baru diberangkatkan pada bulan April mendatang. Jadi biaya visa pun belum dibayar. “Ada 45 calon jemaah yang rencananya berangkat. Akhirnya hanya bisa menunggu. Alhamdulillah setelah diberi pengertian tak ada yang mengajukan pembatalan dan tetap sabar menunggu,” ujarnya.

Hidayat, seoranh jemaah asal Banjarmasin mengatakan masih tak percaya dengan kabar tersebut. Jika benar disetop sampai akhir tahun, tentu juga mengancam momen haji. “Logikanya seperti itu, bagaimana dengan jemaah haji. Saya tetap optimis tetap Kerajaan Arab Saudi akan membuka kembali,” ujarnya kemarin.

Meski mengalami penundaan, dia tetap tak akan membatalkan niatnya ini. Apalagi, uangnya pun sudah dibayar dan tinggal berangkat. “Tak apa. Uangnya tak akan hangus juga. Ini sudah niat saya,” imbuhnya.

Dia sendiri pekan tadi sudah menggelar syukuran dengan mengundang kerabat dan tetangga. Meski akhirnya keberangkatan tertunda. Sejatinya, istri dan mertuanya berangkat tanggal 9 Maret mendatang. “Syukuran juga sudah diniatkan. Kan hanya penundaan, sabar saja,” tukasnya.

Hal senada dituturkan calon jemaah umrah lain, Rima. Dia sendiri memaklumi keadaan sekarang yang dihantui oleh virus corona. “Sebenarnya urusan kesehatan bahkan umur, sudah ketentuan dari Allah. Tapi sebagai tamu di negara orang, apa boleh buat. Saya hanya bersabar,” ujarnya.

Dia hanya berharap Kerajaan Arab Saudi tak lama menyetop kebijakan ini. menurutnya, soal deteksi virus corona bisa dilakukan di negeri asal masing-masing. Begitu dinyatakan sehat dan mendapat tanda bukti, Kerajaan Arab Saudi pun harusnya bisa menerima masuk. “Saya memaklumi. Mau bagaimana lagi, kebijakan negara kan masing-masing,” cetusnya.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengatakan, terkait kebijakan Kerajaan Arab Saudi tentang disetopnya sementara kegiatan umrah, para calon jemaah dan pihak travel di Kalsel harus memahami dan dapat menerima dengan baik kebijakan tersebut.

“Saya rasa calon jemaah umrah dan pihak travel dapat memahami kondisi penghentian perjalanan umrah ini. Mereka (Arab Saudi) ingin melindungi warganya, sehingga orang dari luar dilarang sementara masuk. Ini juga demi keselamatan umat,” ujarnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah mengeluarkan kebijakan skema pengembalian (refund) biaya visa umrah. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan PPIU wajib melayani refund jika ada jemaah yang memilih membatalkan perjalanan umrahnya.

Keterangan tersebut ditegaskan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali di Jakarta, (4/3). Dia mengatakan Arab Saudi sudah mengeluarkan edaran skema refund biaya visa untuk jemaah. Proses pengembalian dana membutuhkan kelengkapan dana dan pengisian form oleh PPIU. ’’Nanti jemaah ditawari. Apakah menunggu atau refund,’’ tuturnya.

Nizar mengatakan Kemenag sikapnya netral. Memberikan kebebasan kepada calon jemaah umrah untuk menentukan sikap. Apakah mau sabar menunggu larangan penerbangan umrah dicabut dahulu, kemudian menjadwal ulang perjalanan umrahnya. Atau memilih pengembalian biaya umrah karena belum ada kejelasan kapan penerbangan umrah akan dibuka kembali.

Jika ada jemaah yang memilih refund atau pembatalan perjalanan umrah, Kemenag akan mendorong PPIU untuk memenuhi kewajibannya. ’’Pokoknya (jemaah minta, Red) refund, kewajiban pemerintah mendorong PPIU untuk mengembalikan,’’ kata dia.

Sampai kemarin Nizar menegaskan belum ada kepastian kapan penerbangan umrah akan dibuka kembali. Dia mengatakan yang ada sekarang adalah pesawat pemulangan jemaah umrah. Misalnya pesawat dari Indonesia terbang menuju Saudi dalam kondisi kosong penumpang, untuk pemulangan jemaah.

Menurut data yang dia peroleh, jumlah jemaah umrah asal Indonesia di Makkah semakin berkurang. Pemulangan terakhir dilakukan pada 15 Maret nanti. Yakni pemulangan 88 orang jemaah umrah dengan maskapai Saudia Airlines menuju Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur.

Setelah itu di Makkah kosong jemaah umrah Indonesia. Dengan catatan sampai 15 Maret nanti penghentian sementara penerbangan umrah belum dicabut. ’’Pencabutan moratorium tidak bisa diperkirakan,’’ (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/