alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Siapa Calon Gubernur Usungan PDIP..? Diumumkan 30 Maret

BANJARMASIN – PDI P bersiap mengumumkan tiga bakal calon mereka yang akan diusung pada Pilgub dan tiga daerah Pilkada di Kalsel. Sebelumnya, partai banteng ini baru mengumumkan calon usungan pada Pilkada Banjarbaru, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Menjadi pemenang pemilu di tingkat nasional dan sebagai parpol nomor dua perolehan terbanyak bersama Gerindra di tingkat provinsi. PDIP memiliki nilai tawar menempatkan orangnya di Pilgub kali ini.

Sekretaris DPD PDIP Kalsel Syaripuddin menerangkan, DPD hanya menyampaikan ke DPP nama-nama pelamar saat penjaringan lalu. Untuk memutuskan, sepenuhnya kewenangan DPP. “Untuk Pilgub masih belum, kemungkinan saat Rakerda 30 Maret mendatang. Tunggu saja,” ujarnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kalsel itu tak mau sedikit pun buka suara soal posisi wakil gubernur. Modal suara di DPRD Kalsel yang sangat signifikan, tentu PDIP idealnya menempatkan wakil untuk petahana Sahbirin Noor yang diusung Golkar.

Konstelasi siapa pendamping petahana hingga saat ini sangat susah diprediksi. Memang sebelumnya nama Muhidin sempat mencuat akan dijadikan pendamping Sahbirin. Namun, nama lain, Hasnuriyadi diisukan akan didorong oleh Partai Golkar untuk maju sebagai wakil gubernur. Tak ada isu kuat dari kader PDIP.

Kader PDIP yang melamar sebagai bakal calon wakil gubernur saat penjaringan lalu adalah Rosehan NB. Namun, sejauh ini Golkar tak ada tanda-tanda melirik Rosehan.

Memang nama Ketua DPD PDIP Kalsel Mardani H Maming disebut-sebut. Tapi, sejauh ini tak ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan berkeinginan maju sebagai calon wakil gubernur. Bahkan, Mardani terlihat sudah enjoy dengan jabatan baruny sebagai Ketua HIPMI pusat.

Pengamat politik ULM, Gazali Rahman mengatakan, politik adalah negosiasi. Terlebih, penentuan wakil ini adalah yang akan menentukan arah politik lima tahun mendatang. Posisi wakil bakal menguat setelah petahana habis masa tugas.

“Banyak pertimbangan. Apalagi lima tahun mendatang tak ada lagi calon petahana. Belum lagi siapa lawan nantinya. Sampai saat ini kan belum pasti dan sangat dinamis,” ujarnya. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – PDI P bersiap mengumumkan tiga bakal calon mereka yang akan diusung pada Pilgub dan tiga daerah Pilkada di Kalsel. Sebelumnya, partai banteng ini baru mengumumkan calon usungan pada Pilkada Banjarbaru, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Menjadi pemenang pemilu di tingkat nasional dan sebagai parpol nomor dua perolehan terbanyak bersama Gerindra di tingkat provinsi. PDIP memiliki nilai tawar menempatkan orangnya di Pilgub kali ini.

Sekretaris DPD PDIP Kalsel Syaripuddin menerangkan, DPD hanya menyampaikan ke DPP nama-nama pelamar saat penjaringan lalu. Untuk memutuskan, sepenuhnya kewenangan DPP. “Untuk Pilgub masih belum, kemungkinan saat Rakerda 30 Maret mendatang. Tunggu saja,” ujarnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kalsel itu tak mau sedikit pun buka suara soal posisi wakil gubernur. Modal suara di DPRD Kalsel yang sangat signifikan, tentu PDIP idealnya menempatkan wakil untuk petahana Sahbirin Noor yang diusung Golkar.

Konstelasi siapa pendamping petahana hingga saat ini sangat susah diprediksi. Memang sebelumnya nama Muhidin sempat mencuat akan dijadikan pendamping Sahbirin. Namun, nama lain, Hasnuriyadi diisukan akan didorong oleh Partai Golkar untuk maju sebagai wakil gubernur. Tak ada isu kuat dari kader PDIP.

Kader PDIP yang melamar sebagai bakal calon wakil gubernur saat penjaringan lalu adalah Rosehan NB. Namun, sejauh ini Golkar tak ada tanda-tanda melirik Rosehan.

Memang nama Ketua DPD PDIP Kalsel Mardani H Maming disebut-sebut. Tapi, sejauh ini tak ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan berkeinginan maju sebagai calon wakil gubernur. Bahkan, Mardani terlihat sudah enjoy dengan jabatan baruny sebagai Ketua HIPMI pusat.

Pengamat politik ULM, Gazali Rahman mengatakan, politik adalah negosiasi. Terlebih, penentuan wakil ini adalah yang akan menentukan arah politik lima tahun mendatang. Posisi wakil bakal menguat setelah petahana habis masa tugas.

“Banyak pertimbangan. Apalagi lima tahun mendatang tak ada lagi calon petahana. Belum lagi siapa lawan nantinya. Sampai saat ini kan belum pasti dan sangat dinamis,” ujarnya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/