alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Penyedia Barang dan Jasa Siap Berkompetensi

PELAIHARI – Pelayanan jasa di daerah masih belum bergerak secara luas, Bupati Tanah Laut (Tala) Sukamta mengharapkan para penyedia barang dan jasa berani masuk dalam era kompetensi, dan tidak meminta bantuan pada pemerintah lagi.

“Mengingat selama ini menurutnya pelayanan jasa di daerah masih belum bisa move on,” ucapnya saat membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait pelaksanaan pekerjaan konstruksi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tala di Aula Pencerahan Bappeda Tala Jalan A Syairani Kota Pelaihari, Rabu (4/3).

Sukamta menambahkan, bahwa pihaknya melihat, sebuah kompetensi sering tidak siap menghadapi keterbukaan. Untuk itu, semua pihak tidak bisa menutup mata, persaingan itu pasti terjadi dan harus dipersiapkan, karena revolusi industri 4.0 itu akan mengarah.

“Yang melakukan eksekusi nanti adalah aplikasi,” tegasnya.

Menurutnya, agar berani masuk dalam era kompetensi yang transparan dan akuntabilitas, harus segera disiapkan tata aturan, sehingga ketika bersaing tidak lagi meminta bantuan pemerintah. Sehingga diharapkan ada pemahaman yang sama tentang pelaksanaan pekerjaan konstruksi, karena pekerjaan ini sangat krusial bagi pemerintah daerah baik dari proses pengadaan hingga pelaksanaan.

“Yang selalu jadi masalah dan temuan BPK adalah pekerjaan konstruksi, oleh karena itu perlu penanganan yang serius, agar tidak terjadi lagi masalah yang sering jadi temuan BPK,” harapnya.

Sementara itu, kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bappeda Andris Evony, Kepala PUPR Agus Sektyaji, Kepala Diskominfo Rudy Ismanto. Dengan narasumber Hery Suroso dari Universitas Negeri Semarang dan Trainer Nasional Pengadaan Barang atau Jasa LKPP-RI. (ard/bin/ema)

PELAIHARI – Pelayanan jasa di daerah masih belum bergerak secara luas, Bupati Tanah Laut (Tala) Sukamta mengharapkan para penyedia barang dan jasa berani masuk dalam era kompetensi, dan tidak meminta bantuan pada pemerintah lagi.

“Mengingat selama ini menurutnya pelayanan jasa di daerah masih belum bisa move on,” ucapnya saat membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait pelaksanaan pekerjaan konstruksi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tala di Aula Pencerahan Bappeda Tala Jalan A Syairani Kota Pelaihari, Rabu (4/3).

Sukamta menambahkan, bahwa pihaknya melihat, sebuah kompetensi sering tidak siap menghadapi keterbukaan. Untuk itu, semua pihak tidak bisa menutup mata, persaingan itu pasti terjadi dan harus dipersiapkan, karena revolusi industri 4.0 itu akan mengarah.

“Yang melakukan eksekusi nanti adalah aplikasi,” tegasnya.

Menurutnya, agar berani masuk dalam era kompetensi yang transparan dan akuntabilitas, harus segera disiapkan tata aturan, sehingga ketika bersaing tidak lagi meminta bantuan pemerintah. Sehingga diharapkan ada pemahaman yang sama tentang pelaksanaan pekerjaan konstruksi, karena pekerjaan ini sangat krusial bagi pemerintah daerah baik dari proses pengadaan hingga pelaksanaan.

“Yang selalu jadi masalah dan temuan BPK adalah pekerjaan konstruksi, oleh karena itu perlu penanganan yang serius, agar tidak terjadi lagi masalah yang sering jadi temuan BPK,” harapnya.

Sementara itu, kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bappeda Andris Evony, Kepala PUPR Agus Sektyaji, Kepala Diskominfo Rudy Ismanto. Dengan narasumber Hery Suroso dari Universitas Negeri Semarang dan Trainer Nasional Pengadaan Barang atau Jasa LKPP-RI. (ard/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/