alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Permudah Izin Investasi, Paman Birin Antarkan Investasi Kalsel Tembus Rp15,6 T

Komitmen Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terhadap pentingnya peningkatan kualitas pelayanan perizinan bagi investor yang masuk ke daerah mengantarkan terealisasinya target nilai investi.

KEPALA dinas penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kalsel, Nafarin merincikan nilai investasi tahun 2019 sebagaimana target yang ditetapkan RPJMD, sebesar Rp 10,5 triliun.

“Berkat atensi perhatian pimpinan daerah bersama stakeholders, investasi yang masuk ke Kalsel berhasil tembus ke angka Rp 15,6 triliun lebih atau mencapai 150% dari target yang telah ditentukan, “jelasnya yang menambahkan angka ini juga meningkat sebesar 34% dari tahun sebelumnya (2018).

Disebutkan Nafarin, apa yang telah dicapai DPM dan PTSP kalsel, tidak lepas dari peran dan komitmen Gubernur Kalsel Sabirin Noor yang terus menjaga iklim investasi serta merangkul segenap komponen.

Nafarin memaparkan gubernur mengarahkan pentingnya reformasi kemudahan dan percepatan proses penyelesaian perizinan. Penerapan integrasi SKPD pelayanan perizinan dengan SKPD penanaman modal, dan percepatan pelimpahan wewenang perizinan DPMPTSP.

Selain itu, ada juga persiapan dan fasilitas kawasan ekonomi (KE) dan kawasan industri (KI).

“Seperti KI Batulicin, KI Jorong, KE khusus mekar putih. Upaya meningkatkan promosi juga terus dilakukan. Hal ini pentingnya keberaaan satgas percepatan pelaksanaan berusaha, juga menjadi faktor yang dapat menarik investor ke kalsel, “ jelasnya.

Nafarin, mengatakan, dari total realisasi investasi tahun 2019, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar rp 10,06 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 5,59 triliun.

Nilai terbesar terdapat pada sektor tanaman pangan, perkebunan dan pertenakan sebesar Rp 4,10 triliun dan jasa lainnya sebesar Rp 2,50 triliun, jelasnya.

Sementara dari total PMA, tercatat Negara terbesar berinvestasi di Kalsel adalah Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Australia, Mauritius, dan Singapura.

Dari capaian ini, untuk PMDN kalsel berada diperingkat 10 secara nasional dan peringkat 17 untuk PMA.

Selain itu, DPMPTSP Prov Kalsel juga berhasil meraih piagam penghargaan dari Menpan RB sebagai Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik tahun 2019.

“Alhamdulillah, DPMPTSP Prov Kalsel meraih penghargaan Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik tahun 2019,” sebutnya.

Gubernur Kalsel Sahirin Noor, memberikan apresiasi atas capaian investasi yang masuk ke daerah.

Disebutkan Paman Birin, dengan keberhasilan dan prestasi yang diraih ini, diharapkan semakin dapat mengokohkan komitmen kalsel menjadi daerah tujuan investasi.

Kendati demikian, lanjutnya, pihak terkait dibidang pelayanan investasi tetap harus bekerja keras dengan terus melakukan penyempurnaan pelayanan.

Pihaknya akan terus berkomitmen unutk turut mewujudkan salah satu agenda strategis bangsa yaitu memperbaiki iklim investasi sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Salah satu upaya mewujudkan hal itu adalah dengan mempermudah perizinan dan regulasi serta menyederhanakan birokrasi yang selama ini dilaksankaan.

“Pelayanan harus kita lakukan melalui satu pintu. Jangan ada lagi pelayanan yang dilakukan melalui banyak jendela, “ tegasnya.

Selanjutnya, di tahun 2020 pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 12 triliun. (rny/bdm/ran/ema)

Komitmen Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terhadap pentingnya peningkatan kualitas pelayanan perizinan bagi investor yang masuk ke daerah mengantarkan terealisasinya target nilai investi.

KEPALA dinas penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kalsel, Nafarin merincikan nilai investasi tahun 2019 sebagaimana target yang ditetapkan RPJMD, sebesar Rp 10,5 triliun.

“Berkat atensi perhatian pimpinan daerah bersama stakeholders, investasi yang masuk ke Kalsel berhasil tembus ke angka Rp 15,6 triliun lebih atau mencapai 150% dari target yang telah ditentukan, “jelasnya yang menambahkan angka ini juga meningkat sebesar 34% dari tahun sebelumnya (2018).

Disebutkan Nafarin, apa yang telah dicapai DPM dan PTSP kalsel, tidak lepas dari peran dan komitmen Gubernur Kalsel Sabirin Noor yang terus menjaga iklim investasi serta merangkul segenap komponen.

Nafarin memaparkan gubernur mengarahkan pentingnya reformasi kemudahan dan percepatan proses penyelesaian perizinan. Penerapan integrasi SKPD pelayanan perizinan dengan SKPD penanaman modal, dan percepatan pelimpahan wewenang perizinan DPMPTSP.

Selain itu, ada juga persiapan dan fasilitas kawasan ekonomi (KE) dan kawasan industri (KI).

“Seperti KI Batulicin, KI Jorong, KE khusus mekar putih. Upaya meningkatkan promosi juga terus dilakukan. Hal ini pentingnya keberaaan satgas percepatan pelaksanaan berusaha, juga menjadi faktor yang dapat menarik investor ke kalsel, “ jelasnya.

Nafarin, mengatakan, dari total realisasi investasi tahun 2019, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar rp 10,06 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 5,59 triliun.

Nilai terbesar terdapat pada sektor tanaman pangan, perkebunan dan pertenakan sebesar Rp 4,10 triliun dan jasa lainnya sebesar Rp 2,50 triliun, jelasnya.

Sementara dari total PMA, tercatat Negara terbesar berinvestasi di Kalsel adalah Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Australia, Mauritius, dan Singapura.

Dari capaian ini, untuk PMDN kalsel berada diperingkat 10 secara nasional dan peringkat 17 untuk PMA.

Selain itu, DPMPTSP Prov Kalsel juga berhasil meraih piagam penghargaan dari Menpan RB sebagai Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik tahun 2019.

“Alhamdulillah, DPMPTSP Prov Kalsel meraih penghargaan Role Model Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik tahun 2019,” sebutnya.

Gubernur Kalsel Sahirin Noor, memberikan apresiasi atas capaian investasi yang masuk ke daerah.

Disebutkan Paman Birin, dengan keberhasilan dan prestasi yang diraih ini, diharapkan semakin dapat mengokohkan komitmen kalsel menjadi daerah tujuan investasi.

Kendati demikian, lanjutnya, pihak terkait dibidang pelayanan investasi tetap harus bekerja keras dengan terus melakukan penyempurnaan pelayanan.

Pihaknya akan terus berkomitmen unutk turut mewujudkan salah satu agenda strategis bangsa yaitu memperbaiki iklim investasi sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Salah satu upaya mewujudkan hal itu adalah dengan mempermudah perizinan dan regulasi serta menyederhanakan birokrasi yang selama ini dilaksankaan.

“Pelayanan harus kita lakukan melalui satu pintu. Jangan ada lagi pelayanan yang dilakukan melalui banyak jendela, “ tegasnya.

Selanjutnya, di tahun 2020 pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 12 triliun. (rny/bdm/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/