alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Jaminan Distribusi Pupuk Tepat Sasaran

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menggelar rapat koordinasi komisi pengawasan terkait suplai pupuk dan pestisida bersubsidi di  wilayah ini yang bertempat di ruang rapat bersujud, kamis (27/2).

Adapun tujuan dari kegiatan rapat koordinasi ini adalah sebagai upaya menjamin bahwa pupuk bersubsisdi dari pemerintrah bisa tepat sasaran serta melinudngi konsumen atau para petani untuk memperoleh pupuk yang memang benar benar layak dan bukan pupuk palsu.

Dalam sambutannya, Sekretaris Tim Pengawasan Pupuk dan Pestisida Didi Ali Hamidi mengatakan ada tiga agenda yang dibahas yakni, membahas pemuktahiran updating data kebutuhan para petani dan pemuktahiran data kios kios yang menjual pupuk dan pestisida baik itu pupuk subsidi maupun pupuk non subsidi.

“Lalu melakukan penjadwalan pengawasan terkait peredaran dan distribusi penyaluran pupuk secara berjenjang, baik itu di tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten,” jelasnya.

Dan terakhir, katanya pengusulan pada APBD perubahan tahun 2020 untuk menganggarkan alat uji kandungan untuk pupuk dan pestisida, sehingga konsumen di Bumi Bersujud, khususnya petani terlindung dari berbagai macam jenis pupuk dan pestisida palsu.

Sementara itu, sekretaris Dinas Pertanian Tanbu Lamijan mengatakan melalui kegiatan rapat  koordinasi pengawasan pupuk dan pestisida ini diharapkan pendistribusian pupuk dan pestisida dikabupaten tanbu dapat berjalan dan tepat sasaran, tanpa adanya pupuk serta pestisida palsu.

Oleh Karena itu lanjutnya, melalui tim pengawasan pememrintah daerah yang bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan TNI, akan terus berkoordinasi melakukan pengawasan terhadap suplai pupuk dan pestisida bersubsidi kepada para petani di Tanbu. “Karena peningkatan produktivitas pangan di Tanbu juga bergantung pada hal tersebut.” Terangnya.

Turut berhadir pada rapat koordinasi tersebut pihak terkait lainnya seperti Disdagri, Kepolisian, TNI, para Penyuluh Pertanian dan kelompok tani di wilayah Kabupaten Tanbu. (kry/ram/ema)

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menggelar rapat koordinasi komisi pengawasan terkait suplai pupuk dan pestisida bersubsidi di  wilayah ini yang bertempat di ruang rapat bersujud, kamis (27/2).

Adapun tujuan dari kegiatan rapat koordinasi ini adalah sebagai upaya menjamin bahwa pupuk bersubsisdi dari pemerintrah bisa tepat sasaran serta melinudngi konsumen atau para petani untuk memperoleh pupuk yang memang benar benar layak dan bukan pupuk palsu.

Dalam sambutannya, Sekretaris Tim Pengawasan Pupuk dan Pestisida Didi Ali Hamidi mengatakan ada tiga agenda yang dibahas yakni, membahas pemuktahiran updating data kebutuhan para petani dan pemuktahiran data kios kios yang menjual pupuk dan pestisida baik itu pupuk subsidi maupun pupuk non subsidi.

“Lalu melakukan penjadwalan pengawasan terkait peredaran dan distribusi penyaluran pupuk secara berjenjang, baik itu di tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten,” jelasnya.

Dan terakhir, katanya pengusulan pada APBD perubahan tahun 2020 untuk menganggarkan alat uji kandungan untuk pupuk dan pestisida, sehingga konsumen di Bumi Bersujud, khususnya petani terlindung dari berbagai macam jenis pupuk dan pestisida palsu.

Sementara itu, sekretaris Dinas Pertanian Tanbu Lamijan mengatakan melalui kegiatan rapat  koordinasi pengawasan pupuk dan pestisida ini diharapkan pendistribusian pupuk dan pestisida dikabupaten tanbu dapat berjalan dan tepat sasaran, tanpa adanya pupuk serta pestisida palsu.

Oleh Karena itu lanjutnya, melalui tim pengawasan pememrintah daerah yang bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan TNI, akan terus berkoordinasi melakukan pengawasan terhadap suplai pupuk dan pestisida bersubsidi kepada para petani di Tanbu. “Karena peningkatan produktivitas pangan di Tanbu juga bergantung pada hal tersebut.” Terangnya.

Turut berhadir pada rapat koordinasi tersebut pihak terkait lainnya seperti Disdagri, Kepolisian, TNI, para Penyuluh Pertanian dan kelompok tani di wilayah Kabupaten Tanbu. (kry/ram/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/