alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Buka Tutup Pintu Masuk Arraudhah Sekumpul

MARTAPURA – Penjaga pintu gerbang Dalam Regol Kompleks Ar Raudah Sekumpul hanya membuka sebagian akses masuk ke Musala Ar Raudah Sekumpul dan Kubah Sabtu (29/2) sekitar pukul 15.30 Wita. Kebijakan dibuat untuk mencegah membludaknya jemaah yang berada di Kompleks, sedangkan pintu keluar tidak bisa lagi digunakan. Sementara itu, relawan masih memerlukan jalan yang cukup untuk membawa sampah-sampah jemaah.

Kebijakan tersebut berlaku sebelum Salat Zuhur berjemaah di Musala Ar Raudah Sekumpul. Pasalnya, hampir semua tempat di sekitar kubah dan di dalam Musala Ar Raudah telah dipadati jemaah dari pelbagai daerah.

Ketika mendapat tempat di dalam dan luar kubah, jemaah memilih bertahan. Jemaah beristirahat dan tidur tiduran dalam musala sambil menunggu waktu Salat Asar, Magrib dan Isya lanjut ke acara di kubah.

Sementara itu, jalan kompleks Ar Raudah Sekumpul juga dikavling oleh jemaah yang punya kesempatan lebih dulu datang. Jalan dihampar sajadah sedangkan pemiliknya istirahat di teras rumah warga yang lebih teduh. Jemaah yang berhasil masuk kompleks diminta bertahan. Tidak keluar masuk. Untuk keperluan konsumsi seperti makan siang dan camilan serta minuman disediakan warga Dalam Regol.

Tahun ini, pelayanan kepada jemaah lebih baik. sepanjang jalan Kompleks Ar Raudah berdiri tenda besar yang memanjang sampai ke Musala Ar Raudah Sekumpul. Memang, cuaca hari pertama haul sangat panas. Teriknya menembus baju. Kemungkinan, semakin sore cuaca tambah bersahabat karena awan hitam tambah banyak menggumpal di langit Sekumpul.

“Strategis buka tutup kita berlakukan untuk menjaga kompleks tidak membludak. Sudah tidak ada lagi tempat untuk duduk jemaah,” kata Muhammad, salah satu relawan Posko Induk Sekumpul. (mam)

MARTAPURA – Penjaga pintu gerbang Dalam Regol Kompleks Ar Raudah Sekumpul hanya membuka sebagian akses masuk ke Musala Ar Raudah Sekumpul dan Kubah Sabtu (29/2) sekitar pukul 15.30 Wita. Kebijakan dibuat untuk mencegah membludaknya jemaah yang berada di Kompleks, sedangkan pintu keluar tidak bisa lagi digunakan. Sementara itu, relawan masih memerlukan jalan yang cukup untuk membawa sampah-sampah jemaah.

Kebijakan tersebut berlaku sebelum Salat Zuhur berjemaah di Musala Ar Raudah Sekumpul. Pasalnya, hampir semua tempat di sekitar kubah dan di dalam Musala Ar Raudah telah dipadati jemaah dari pelbagai daerah.

Ketika mendapat tempat di dalam dan luar kubah, jemaah memilih bertahan. Jemaah beristirahat dan tidur tiduran dalam musala sambil menunggu waktu Salat Asar, Magrib dan Isya lanjut ke acara di kubah.

Sementara itu, jalan kompleks Ar Raudah Sekumpul juga dikavling oleh jemaah yang punya kesempatan lebih dulu datang. Jalan dihampar sajadah sedangkan pemiliknya istirahat di teras rumah warga yang lebih teduh. Jemaah yang berhasil masuk kompleks diminta bertahan. Tidak keluar masuk. Untuk keperluan konsumsi seperti makan siang dan camilan serta minuman disediakan warga Dalam Regol.

Tahun ini, pelayanan kepada jemaah lebih baik. sepanjang jalan Kompleks Ar Raudah berdiri tenda besar yang memanjang sampai ke Musala Ar Raudah Sekumpul. Memang, cuaca hari pertama haul sangat panas. Teriknya menembus baju. Kemungkinan, semakin sore cuaca tambah bersahabat karena awan hitam tambah banyak menggumpal di langit Sekumpul.

“Strategis buka tutup kita berlakukan untuk menjaga kompleks tidak membludak. Sudah tidak ada lagi tempat untuk duduk jemaah,” kata Muhammad, salah satu relawan Posko Induk Sekumpul. (mam)

Most Read

Artikel Terbaru

/