alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Saturday, 13 August 2022

Narapidana bisa Saksikan Haul Abah Guru Sekumpul

BANJARBARU – Semua orang berbondong-bondong ingin menyambangi acara Haul Abah Guru Sekumpul nanti. Tak hanya dari regional Kalsel, namun jemaah yang hadir ada dari luar pulau bahkan luar negeri.

Meski belum mencapai acara puncak, ribuan jemaah sudah memadati kawasan Sekumpul Martapura. Setiap tahunnya, gelaran acara religi terbesar di Banua ini selalu padat jemaah.

Sayangnya, meski terbuka untuk siapa saja. Tak dapat dipungkiri ada sekelompok warga yang tak bisa datang. Salah satunya yang nyata adalah mereka yang masih menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Lapas Kelas II B Banjarbaru sendiri termasuk yang menampung ribuan narapidana. Otomatis, meski dihuni kebanyakan warga Kalsel yang muslim. Namun, narapidana tidak bisa serta merta datang ke lokasi haul.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2020 ini pihak Lapas Banjarbaru juga akan kembali memfasilitasi warga binaannya. Dalam hal ini untuk ikut larut dalam suasana haul.

Bedanya dengan masyarakat umum, narapidana akan turut mengikuti haul dari penjara. Konsepnya, pihak Lapas akan menyediakan fasilitas berupa layar proyektor secara live yang bisa dilihat narapidana.

Kepala Lapas Banjarbaru, Herliadi ketika dikonfirmasi membenarkan hal ini. Pihaknya saat ini juga turut mempersiapkan fasilitas ini. Persiapannya kata sudah mendekati final.

“Nanti dengan siaran langsung pelaksanaan haul yang akan kita tampilkan di layar proyektor berukuran besar. Sehingga rekan-rekan kita juga turut bisa melihat dan mengikuti pelaksanaan Haul di Martapura,” ujarnya.

Saat ini pihak Lapas kata Herliadi masih mencari titik strategis penempatan layar tersebut. Apakah akan ditempatkan di tempat ibadah di Lapas atau di tiap-tiap blok hunian.

“Yang jelas lokasinya kita letakkan yang strategis. Agar semua (narapidana) bisa leluasa melihatnya. Siaran langsung ini juga ditunjang pengeras suara atau speaker,” tambahnya.

Ia sendiri telah mengetahui bahwa animo masyarakat untuk datang ke acara Haul sangat besar. Maka dari itu, meski berada di tempat berbeda dan terisolasi. Ia tetap ingin agar narapidana bisa ikut juga merasakan kekhidmatan haul. Apalagi katanya, Banjarbaru bertetangga dengan Martapura.

“Kita menyadari itu, sehingga akan digelar layar siaran langsung tadi. Sebab juga banyak rekan-rekan kita di sini (penjara) yang ingin mengikuti haul. Soalnya kan mereka ini sebenarnya terpaksa berada di sini, jadi kita  ingin memfasilitasi itu,” bebernya.

Ia pun berharap dengan fasilitas dan sarana ini dapat berdampak positif kepada narapidana yang tengah menjalani masa tahanannya. Karena ditegaskannya, bahwa sebenarnya Lapas tak sekadar penjara. Melainkan juga membina narapidana agar lebih baik ketika kembali ke masyarakat. “Tentu kita berharap yang positif dari hal ini. Soalnya kita di sini juga aktif menggelar kegiatan-kegiatan keagamaan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Lapas Banjarbaru punya kapasitas 700 orang. Namun saat ini, Lapas ini dihuni oleh lebih dari 1800 orang. Mereka mendekam di jeruji karena latar belakang kasus yang berbeda-beda. Dari tindak pidana pencurian, perkelahian, narkoba hingga korupsi. (rvn/al/ram)

BANJARBARU – Semua orang berbondong-bondong ingin menyambangi acara Haul Abah Guru Sekumpul nanti. Tak hanya dari regional Kalsel, namun jemaah yang hadir ada dari luar pulau bahkan luar negeri.

Meski belum mencapai acara puncak, ribuan jemaah sudah memadati kawasan Sekumpul Martapura. Setiap tahunnya, gelaran acara religi terbesar di Banua ini selalu padat jemaah.

Sayangnya, meski terbuka untuk siapa saja. Tak dapat dipungkiri ada sekelompok warga yang tak bisa datang. Salah satunya yang nyata adalah mereka yang masih menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Lapas Kelas II B Banjarbaru sendiri termasuk yang menampung ribuan narapidana. Otomatis, meski dihuni kebanyakan warga Kalsel yang muslim. Namun, narapidana tidak bisa serta merta datang ke lokasi haul.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2020 ini pihak Lapas Banjarbaru juga akan kembali memfasilitasi warga binaannya. Dalam hal ini untuk ikut larut dalam suasana haul.

Bedanya dengan masyarakat umum, narapidana akan turut mengikuti haul dari penjara. Konsepnya, pihak Lapas akan menyediakan fasilitas berupa layar proyektor secara live yang bisa dilihat narapidana.

Kepala Lapas Banjarbaru, Herliadi ketika dikonfirmasi membenarkan hal ini. Pihaknya saat ini juga turut mempersiapkan fasilitas ini. Persiapannya kata sudah mendekati final.

“Nanti dengan siaran langsung pelaksanaan haul yang akan kita tampilkan di layar proyektor berukuran besar. Sehingga rekan-rekan kita juga turut bisa melihat dan mengikuti pelaksanaan Haul di Martapura,” ujarnya.

Saat ini pihak Lapas kata Herliadi masih mencari titik strategis penempatan layar tersebut. Apakah akan ditempatkan di tempat ibadah di Lapas atau di tiap-tiap blok hunian.

“Yang jelas lokasinya kita letakkan yang strategis. Agar semua (narapidana) bisa leluasa melihatnya. Siaran langsung ini juga ditunjang pengeras suara atau speaker,” tambahnya.

Ia sendiri telah mengetahui bahwa animo masyarakat untuk datang ke acara Haul sangat besar. Maka dari itu, meski berada di tempat berbeda dan terisolasi. Ia tetap ingin agar narapidana bisa ikut juga merasakan kekhidmatan haul. Apalagi katanya, Banjarbaru bertetangga dengan Martapura.

“Kita menyadari itu, sehingga akan digelar layar siaran langsung tadi. Sebab juga banyak rekan-rekan kita di sini (penjara) yang ingin mengikuti haul. Soalnya kan mereka ini sebenarnya terpaksa berada di sini, jadi kita  ingin memfasilitasi itu,” bebernya.

Ia pun berharap dengan fasilitas dan sarana ini dapat berdampak positif kepada narapidana yang tengah menjalani masa tahanannya. Karena ditegaskannya, bahwa sebenarnya Lapas tak sekadar penjara. Melainkan juga membina narapidana agar lebih baik ketika kembali ke masyarakat. “Tentu kita berharap yang positif dari hal ini. Soalnya kita di sini juga aktif menggelar kegiatan-kegiatan keagamaan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Lapas Banjarbaru punya kapasitas 700 orang. Namun saat ini, Lapas ini dihuni oleh lebih dari 1800 orang. Mereka mendekam di jeruji karena latar belakang kasus yang berbeda-beda. Dari tindak pidana pencurian, perkelahian, narkoba hingga korupsi. (rvn/al/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/