alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Menata Pasar, Keseriusan Pemkab HST Dipertanyakan

BARABAI – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Hulu Sungai Tengah (DPRD HST), mempertanyakan kembali keseriusan Pemerintah Kabupaten HST dalam menata atau menertibkan kawasan Pasar Keramat dan Pasar Agrobisnis Barabai.

Hal itu diungkapkan, saat anggota Komisi II DPRD HST menggelar dialog dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten HST, kemarin (27/2) siang, di Gedung DPRD setempat.

Dari Komisi II DPRD HST, dihadiri oleh empat dari delapan orang anggotanya. Sementara dari Pemerintah Kabupaten HST, dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, dan perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja HST.

Ketua Komisi II DPRD HST, H Johar Arifin, mengatakan bahwa dialog dan koordinasi yang digelar bukan tanpa alasan. Selama ini, kawasan pasar memang kerap menuai kritik dari banyak pihak. Mulai dari persoalan pasar yang dinilai semrawut, persoalan ruas jalan yang kerap digunakan pedagang untuk berjualan, hingga kebersihan pasar.

Sementara itu, dari pandangan anggota Komisi II DPRD HST lainnya, perhatian Pemerintah Kabupaten HST terhadap persoalan penataan atau penertiban pasar belakangan ini mulai menurun. Hal itu, dilihat dari adanya pelanggaran yang terjadi. Sebagai contoh, masih adanya pedagang yang memakai ruas jalan untuk menggelar lapak dagang.

“Ini mohon maaf kalau pernyataan saya terlalu kritis. Tapi, ini saya lihat sendiri. Ada petugas Satpol PP yang berjaga di pasar, namun ketika melihat ada pedagang yang berjualan di ruas jalan, malah dibiarkan saja,” ucap Yajid Fahmi, salah satu anggota Komisi II DPRD HST.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Ketentraman Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat di Satuan Polisi Pamong Praja HST, Haspiani, menyampaikan bahwa pihaknya sudah berupaya meletakkan sejumlah petugas piket atau petugas jaga untuk mengawasi.

“Tapi, tak sedikit dari pedagang yang hanya patuh pada saat diimbau untuk tidak berdagang di ruas jalan. Sesudah tidak ada petugas, lapak kembali digelar,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan HST, Ali Fahmi. Dia tidak menampik bahwa masih ada sejumlah pedagang yang menggelar lapak dagangannya di ruas-ruas jalan.

“Untuk itu, ke depan, kami akan kembali melakukan pendekatan kepada para pedagang. Mengimbau agar setidaknya para pedagang tidak lagi memaksakan diri berjualan di ruas jalan,” tambahnya.

Sementara itu. Menanggapi persoalan peliknya penataan atau penertiban pasar, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ainur Rafiq mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat, yakni di bulan Maret mendatang bersama dinas terkait akan meninjau kembali kawasan Pasar Keramat dan Agrobisnis.

“Hasilnya, nanti akan kami koordinasikan kembali. Saya berharap sekali kesadaran masyarakat, khususnya para pedagang agar peduli terhadap kenyamanan dan ketertiban di pasar,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, seusai gelaran dialog dan koordinasi, itu.

Dari gelaran dialog dan koordinasi bersama anggota Komisi II DPRD HST, kemarin ada satu hal lain yang menyita perhatian. Di saat diskusi sedang berlangsung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten HST, M Yani, tampak asyik dengan game di gawainya.

“Ya, sambil menunggu giliran berbicara,” ucapnya, ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, terkait kegiatannya tersebut.

Yani, sendiri pada dialog dan koordinasi itu menawarkan solusi agar para pedagang yang kerap menggelar lapaknya di ruas jalan, dapat pindah ke halaman gedung Pasar Agrobisnis.

“Halaman gedung Pasar Agrobisnis cukup luas. Dan sedari awal memang tidak dijadikan lahan parkir. Jadi saya tawarkan agar para pedagang direlokasi ke sana. Kalau untuk lahan parkir, saya pikir masih banyak di tempat lain,” tuntasnya. (war/ema)

BARABAI – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Hulu Sungai Tengah (DPRD HST), mempertanyakan kembali keseriusan Pemerintah Kabupaten HST dalam menata atau menertibkan kawasan Pasar Keramat dan Pasar Agrobisnis Barabai.

Hal itu diungkapkan, saat anggota Komisi II DPRD HST menggelar dialog dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten HST, kemarin (27/2) siang, di Gedung DPRD setempat.

Dari Komisi II DPRD HST, dihadiri oleh empat dari delapan orang anggotanya. Sementara dari Pemerintah Kabupaten HST, dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, dan perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja HST.

Ketua Komisi II DPRD HST, H Johar Arifin, mengatakan bahwa dialog dan koordinasi yang digelar bukan tanpa alasan. Selama ini, kawasan pasar memang kerap menuai kritik dari banyak pihak. Mulai dari persoalan pasar yang dinilai semrawut, persoalan ruas jalan yang kerap digunakan pedagang untuk berjualan, hingga kebersihan pasar.

Sementara itu, dari pandangan anggota Komisi II DPRD HST lainnya, perhatian Pemerintah Kabupaten HST terhadap persoalan penataan atau penertiban pasar belakangan ini mulai menurun. Hal itu, dilihat dari adanya pelanggaran yang terjadi. Sebagai contoh, masih adanya pedagang yang memakai ruas jalan untuk menggelar lapak dagang.

“Ini mohon maaf kalau pernyataan saya terlalu kritis. Tapi, ini saya lihat sendiri. Ada petugas Satpol PP yang berjaga di pasar, namun ketika melihat ada pedagang yang berjualan di ruas jalan, malah dibiarkan saja,” ucap Yajid Fahmi, salah satu anggota Komisi II DPRD HST.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Ketentraman Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat di Satuan Polisi Pamong Praja HST, Haspiani, menyampaikan bahwa pihaknya sudah berupaya meletakkan sejumlah petugas piket atau petugas jaga untuk mengawasi.

“Tapi, tak sedikit dari pedagang yang hanya patuh pada saat diimbau untuk tidak berdagang di ruas jalan. Sesudah tidak ada petugas, lapak kembali digelar,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan HST, Ali Fahmi. Dia tidak menampik bahwa masih ada sejumlah pedagang yang menggelar lapak dagangannya di ruas-ruas jalan.

“Untuk itu, ke depan, kami akan kembali melakukan pendekatan kepada para pedagang. Mengimbau agar setidaknya para pedagang tidak lagi memaksakan diri berjualan di ruas jalan,” tambahnya.

Sementara itu. Menanggapi persoalan peliknya penataan atau penertiban pasar, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ainur Rafiq mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat, yakni di bulan Maret mendatang bersama dinas terkait akan meninjau kembali kawasan Pasar Keramat dan Agrobisnis.

“Hasilnya, nanti akan kami koordinasikan kembali. Saya berharap sekali kesadaran masyarakat, khususnya para pedagang agar peduli terhadap kenyamanan dan ketertiban di pasar,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin, seusai gelaran dialog dan koordinasi, itu.

Dari gelaran dialog dan koordinasi bersama anggota Komisi II DPRD HST, kemarin ada satu hal lain yang menyita perhatian. Di saat diskusi sedang berlangsung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten HST, M Yani, tampak asyik dengan game di gawainya.

“Ya, sambil menunggu giliran berbicara,” ucapnya, ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, terkait kegiatannya tersebut.

Yani, sendiri pada dialog dan koordinasi itu menawarkan solusi agar para pedagang yang kerap menggelar lapaknya di ruas jalan, dapat pindah ke halaman gedung Pasar Agrobisnis.

“Halaman gedung Pasar Agrobisnis cukup luas. Dan sedari awal memang tidak dijadikan lahan parkir. Jadi saya tawarkan agar para pedagang direlokasi ke sana. Kalau untuk lahan parkir, saya pikir masih banyak di tempat lain,” tuntasnya. (war/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/