alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Nadjmi-Jaya Dapat PKS

BANJARMASIN – Konstelasi politik Pilwali Banjarbaru semakin menarik. Setelah PDI Perjuangan memilih mengusung Aditya Mufti Ariffin dan AR Iwansyah, langkah sebaliknya dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjatuhkan pilihan ke pasangan petahana, Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya.

Bagi Nadjmi-Jaya, sokongan kursi dari PKS tersebut dapat memuluskan jalan mereka untuk mendaftar sebagai calon ke KPU. Sebelumnya mereka sudah mendapatkan SK dari Partai NasDem yang memastikan mengusung mereka di Pilwali Banjarbaru. NasDem yang memiliki 4 kursi di DPRD Banjarbaru ditambah 2 kursi dari PKS, sudah cukup membuat pasangan petahana ini melenggang ke tahapan pemilihan. 

Dikonfirmasi soal SK DPP yang menyatakan dukungan kepada Nadjmi-Jaya, Sekretaris DPW PKS, Awan Subarkah masih malu-malu. Dia mengatakan, akan mengumumkan paling lambat tanggal 5 Maret mendatang. “Insya Allah Minggu depan diumumkan. Mohon maaf belum bisa dibocorkan,” ujar Awan.

Namun, dia mengungkapkan sudah memegang SK DPP usungan PKS pada Pilkada tahun ini. Disinggung soal nama Nadjmi-Jaya, Awan mengatakan memang masuk nominasi dan tinggal menunggu pengumuman.

Informasi di internal PKS, tak hanya bakal calon dari Pilwali Banjarbaru. Namun ada dua daerah yang sudah dapat SK dari DPP. Dua daerah tersebut adalah, bakal calon Pilbup Kabupaten Banjar dan Balangan. Khusus Balangan, kabarnya PKS menjatuhkan pilihan kepada petahana, Ansharudin.

Pelamar di PKS sendiri untuk Pilwali Banjarbaru tak hanya Nadjmi-Jaya. Sang calon rival, Aditya Mufti Arifin – Iwansyah juga melamar ke PKS. Sementara pelamar di Kabupaten Banjar ada dua nama, yakni Saidi Mansur dan M Rusli. Sama-sama melamar sebagai calon bupati. Sedankan pelamar di Pilbup Balangan hanya satu nama, yakni pasangan Ansharuddin-M. Nor Iswan.

Darmawan Jaya Setiawan mengatakan mereka menunggu kabar resmi dari dukungan PKS. “Kami juga belum konfirmasi langsung ke pimpinan PKS. Nanti akan coba kami tanyakan soal itu (kabar PKS merapat ke petahana),” jawab bakal calon wakil walikota Banjarbaru itu.

Walau masih terkesan malu-malu, Jaya mengakui bahwa PKS memang salah satu parpol yang intens berkomunikasi dengan mereka. Tentunya terkait pinangan mereka ke PKS.

Lalu, bagaimana jika kabar ini benar-benar terealisasi? Jaya menjawab pihaknya akan mensyukuri itu. Karena telah dipilih dan diberi kepercayaan oleh PKS untuk maju kembali di Pilkada.

“PKS adalah satu dari semua parpol kecuali PPP yang kami ikuti pendaftarannya. Kalau PPP karena memang tidak membuka pendaftaran. Jadi jika itu benar (PKS ke petahana), kita tentu bersyukur,” jujurnya. 

Nadjmi sendiri mengaku bersyukur jika kabar ini benar. Itu artinya, untuk memenuhi syarat kursi maju di Pilwali sudah mencukupi. “Alhamdulillah kalau signal ini benar,” ucapnya singkat.

Seakan beresonasi dengan tanggapan Jaya, Ketua DPD PKS Banjarbaru, A Nur Irsan Finanzli ketika dimintai tanggapan juga hanya memberi jawaban diplomatis. Meski sebetulnya di tingkat DPD terangnya sudah tahu bocoran dari DPP. “SK Rekomendasi dari DPP sudah ada (di pengurus DPD). Nanti kita umumkan, Insya Allah sekitar awal bulan (Maret),” tanggap Irsan.

Dijelaskannya, pertimbangan menunda waktu pengumuman ini untuk menghormati pelaksanaan acara Haul Guru Sekumpul. Mengingat, perhelatan acara ini sudah di depan mata. “Kita umumkan ba’da (setelah) acara haul Abah Guru Sekumpul. Supaya tidak mengurangi Tahrim kita kepada beliau dan ulama,” ujarnya.

Sampai saat ini, baru ada tiga parpol yang menyatakan sikap politiknya. Yakni, Nasdem, PPP dan PDI Perjuangan. Sementara Partai Golkar (5 kursi), Gerindra (6 kursi), PKB (3 kursi), PAN (2 kursi) dan Demokrat (1 kursi) belum bersikap. (mof/rvn/ran/ema)

BANJARMASIN – Konstelasi politik Pilwali Banjarbaru semakin menarik. Setelah PDI Perjuangan memilih mengusung Aditya Mufti Ariffin dan AR Iwansyah, langkah sebaliknya dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjatuhkan pilihan ke pasangan petahana, Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya.

Bagi Nadjmi-Jaya, sokongan kursi dari PKS tersebut dapat memuluskan jalan mereka untuk mendaftar sebagai calon ke KPU. Sebelumnya mereka sudah mendapatkan SK dari Partai NasDem yang memastikan mengusung mereka di Pilwali Banjarbaru. NasDem yang memiliki 4 kursi di DPRD Banjarbaru ditambah 2 kursi dari PKS, sudah cukup membuat pasangan petahana ini melenggang ke tahapan pemilihan. 

Dikonfirmasi soal SK DPP yang menyatakan dukungan kepada Nadjmi-Jaya, Sekretaris DPW PKS, Awan Subarkah masih malu-malu. Dia mengatakan, akan mengumumkan paling lambat tanggal 5 Maret mendatang. “Insya Allah Minggu depan diumumkan. Mohon maaf belum bisa dibocorkan,” ujar Awan.

Namun, dia mengungkapkan sudah memegang SK DPP usungan PKS pada Pilkada tahun ini. Disinggung soal nama Nadjmi-Jaya, Awan mengatakan memang masuk nominasi dan tinggal menunggu pengumuman.

Informasi di internal PKS, tak hanya bakal calon dari Pilwali Banjarbaru. Namun ada dua daerah yang sudah dapat SK dari DPP. Dua daerah tersebut adalah, bakal calon Pilbup Kabupaten Banjar dan Balangan. Khusus Balangan, kabarnya PKS menjatuhkan pilihan kepada petahana, Ansharudin.

Pelamar di PKS sendiri untuk Pilwali Banjarbaru tak hanya Nadjmi-Jaya. Sang calon rival, Aditya Mufti Arifin – Iwansyah juga melamar ke PKS. Sementara pelamar di Kabupaten Banjar ada dua nama, yakni Saidi Mansur dan M Rusli. Sama-sama melamar sebagai calon bupati. Sedankan pelamar di Pilbup Balangan hanya satu nama, yakni pasangan Ansharuddin-M. Nor Iswan.

Darmawan Jaya Setiawan mengatakan mereka menunggu kabar resmi dari dukungan PKS. “Kami juga belum konfirmasi langsung ke pimpinan PKS. Nanti akan coba kami tanyakan soal itu (kabar PKS merapat ke petahana),” jawab bakal calon wakil walikota Banjarbaru itu.

Walau masih terkesan malu-malu, Jaya mengakui bahwa PKS memang salah satu parpol yang intens berkomunikasi dengan mereka. Tentunya terkait pinangan mereka ke PKS.

Lalu, bagaimana jika kabar ini benar-benar terealisasi? Jaya menjawab pihaknya akan mensyukuri itu. Karena telah dipilih dan diberi kepercayaan oleh PKS untuk maju kembali di Pilkada.

“PKS adalah satu dari semua parpol kecuali PPP yang kami ikuti pendaftarannya. Kalau PPP karena memang tidak membuka pendaftaran. Jadi jika itu benar (PKS ke petahana), kita tentu bersyukur,” jujurnya. 

Nadjmi sendiri mengaku bersyukur jika kabar ini benar. Itu artinya, untuk memenuhi syarat kursi maju di Pilwali sudah mencukupi. “Alhamdulillah kalau signal ini benar,” ucapnya singkat.

Seakan beresonasi dengan tanggapan Jaya, Ketua DPD PKS Banjarbaru, A Nur Irsan Finanzli ketika dimintai tanggapan juga hanya memberi jawaban diplomatis. Meski sebetulnya di tingkat DPD terangnya sudah tahu bocoran dari DPP. “SK Rekomendasi dari DPP sudah ada (di pengurus DPD). Nanti kita umumkan, Insya Allah sekitar awal bulan (Maret),” tanggap Irsan.

Dijelaskannya, pertimbangan menunda waktu pengumuman ini untuk menghormati pelaksanaan acara Haul Guru Sekumpul. Mengingat, perhelatan acara ini sudah di depan mata. “Kita umumkan ba’da (setelah) acara haul Abah Guru Sekumpul. Supaya tidak mengurangi Tahrim kita kepada beliau dan ulama,” ujarnya.

Sampai saat ini, baru ada tiga parpol yang menyatakan sikap politiknya. Yakni, Nasdem, PPP dan PDI Perjuangan. Sementara Partai Golkar (5 kursi), Gerindra (6 kursi), PKB (3 kursi), PAN (2 kursi) dan Demokrat (1 kursi) belum bersikap. (mof/rvn/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/