alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Saturday, 13 August 2022

3 Jembatan Sungai Lulut Diresmikan, PKL Nakal akan Ditertibkan

BANJARMASIN – Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Sungai Lulut mulai terurai. Tiga jembatan yang menjadi biang kerok kemacetan, kemarin diresmikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Jembatan tersebut adalah Jembatan Sungai Lulut, Sungai Gardu 1 dan 2. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkapkan, ketiga jembatan sudah lama dinantikan masyarakat sekitar, baik di kota Banjarmasin maupun warga di Kabupaten Banjar.

Sebelumnya, jembatan ini hanya berkonstruksi kayu dan kerap kali terjadi kemacetan terutama di pagi dan sore hari. Dulunya memiliki lebar lebih kurang 4 meter dan setelah direnovasi menjadi 12 meter.

“Paling tidak, jembatan ini bisa meminimalisir atau mengurai kemacetan. Mudah-mudahan jembatan ini bisa bermanfaat untuk semua,” kata Paman Birin.

Diakuinya, jembatan ini dikerjakan lebih cepat agar dapat menjadi akses bagi jamaah Haul Guru Sekumpul. “Alhamdulillah, itu yang kita kejar. Karena kita pun tahu, bahwa jemaah haul Guru Sekumpul luar biasa banyak, dan Insya Allah tamu-tamu haul Guru Sekumpul banyak membawa rezeki untuk masyarakat Kalsel,” kata Paman Birin.

Dikatakannya, konsep jembatan ini juga sudah menyesuaikan dengan kondisi kota yang notabene merupakan kota sungai. “Jembatan ini juga bisa dilalui jukung atau kelotok meskipun air pasang, jadi transportasi sungai kita masih terjaga,” tukasnya.

Namun, masih ada PR yang harus diselesaikan agar tak lagi benar-benar macet. PR tersebut adalah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada tak jauh dari oprit jembatan. Area ini masuk di kawasan Kabupaten Banjar. Bupati Banjar, Khalilurahman yang turut hadir saat peresmian jembatan kemarin menegaskan akan menertibkan PKL nakal di sana. “Itu Satpol PP saja nanti yang menertibkan,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengatakan, rampungnya tiga jembatan di kawasan ini sesuai target sebelum pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul. Jembatan nantinya menjadi salah satu akses jalan yang akan dilewati oleh para jemaah.

“Ini bisa juga kita sebut berkah, karena jelang menyambut Haul Guru Sekumpul, pembangunan jembatan ini bisa rampung, sehingga nanti jemaah bisa menggunakan akses jembatan ini untuk menuju Martapura,” ujarnya. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Sungai Lulut mulai terurai. Tiga jembatan yang menjadi biang kerok kemacetan, kemarin diresmikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Jembatan tersebut adalah Jembatan Sungai Lulut, Sungai Gardu 1 dan 2. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkapkan, ketiga jembatan sudah lama dinantikan masyarakat sekitar, baik di kota Banjarmasin maupun warga di Kabupaten Banjar.

Sebelumnya, jembatan ini hanya berkonstruksi kayu dan kerap kali terjadi kemacetan terutama di pagi dan sore hari. Dulunya memiliki lebar lebih kurang 4 meter dan setelah direnovasi menjadi 12 meter.

“Paling tidak, jembatan ini bisa meminimalisir atau mengurai kemacetan. Mudah-mudahan jembatan ini bisa bermanfaat untuk semua,” kata Paman Birin.

Diakuinya, jembatan ini dikerjakan lebih cepat agar dapat menjadi akses bagi jamaah Haul Guru Sekumpul. “Alhamdulillah, itu yang kita kejar. Karena kita pun tahu, bahwa jemaah haul Guru Sekumpul luar biasa banyak, dan Insya Allah tamu-tamu haul Guru Sekumpul banyak membawa rezeki untuk masyarakat Kalsel,” kata Paman Birin.

Dikatakannya, konsep jembatan ini juga sudah menyesuaikan dengan kondisi kota yang notabene merupakan kota sungai. “Jembatan ini juga bisa dilalui jukung atau kelotok meskipun air pasang, jadi transportasi sungai kita masih terjaga,” tukasnya.

Namun, masih ada PR yang harus diselesaikan agar tak lagi benar-benar macet. PR tersebut adalah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada tak jauh dari oprit jembatan. Area ini masuk di kawasan Kabupaten Banjar. Bupati Banjar, Khalilurahman yang turut hadir saat peresmian jembatan kemarin menegaskan akan menertibkan PKL nakal di sana. “Itu Satpol PP saja nanti yang menertibkan,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengatakan, rampungnya tiga jembatan di kawasan ini sesuai target sebelum pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul. Jembatan nantinya menjadi salah satu akses jalan yang akan dilewati oleh para jemaah.

“Ini bisa juga kita sebut berkah, karena jelang menyambut Haul Guru Sekumpul, pembangunan jembatan ini bisa rampung, sehingga nanti jemaah bisa menggunakan akses jembatan ini untuk menuju Martapura,” ujarnya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/