alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Sungai Lulut Tak Lagi Macet

BANJARMASIN – Menjadi  biang kemacetan bertahun tahun . Lantaran kondisinya kecil dan bahkan memprihatinkan .Sekarang Jembatan Sungai Lulut sudah sangat refresetatif . Tak lagi mengganggu aktivitas warga.

Bagi warga di sana, jembatan ini bisa disebut akses vital. Maklum, perumahan di kawasan tersebut semakin menjamur. Sebaliknya, mereka bekerja ke Banjarmasin. Otomatis harus  melintas jembatan ini.

Pekerja Jembatan ini sempat terkandala . Banyak persoalam yang harus di selesaikan pemerintah sebelum bisa dikerjakan. Dari banyak nya utilitas seperti tiang listrik hingga pipa PDAM Juga yang tak kalah ribet adalah membebaskan lahan yang berdampak .

Maklum, jembatan ini berada di dua daerah .Satu sisi masuk kawasan Kota Banjarmasin , sisi lainnya masuk kawasan Banjar.

Pembebasan lahan di Kabupaten Banjar in membuat prov memutar otak, jembatan pun sempat tak bisa dikerjakan padahal sudah dilakukan lelang proyek.

Kabarnya, untuk membebaskan lahan yang belum bebas, pihak kontraktor rela mengeluarkan dana sendiri demi bebasnya lahan dan bisa bekerja. Jembatan Sungai Lulut ini adalah satu dari tiga jembatan yang dibangun ulang demi menaggulangi kemacetan. Dua jembatan itu adalah Jembatan Sungai Gardu I dan Sungai Gardu II.

Tak hanya soal pembebasan lahan. Untuk mengerjakan Jem- batan Sungai Lulut ini, pihak kontraktor harus memutar otak saat membawa sebanyak 240 tiang pancang jembatan ke kawasan proyek. Pasalnya, untuk melintas lewat darat terhalang Jembatan Sungai Gardu I dan II. Alhasil, tiang pancang dibawa melalui sungai Martapura dari Pelabuhan Trisakti.

 Membangun tiga jembatan ini, Pemprov menggelontorkan tak sedikit dana melalaui APBD Kalsel 2019. Nilainya mencapai Rp21,4 cukup miliar. Khusus Jembatan Sungai pembebasan Lulut dan Sungai Gardu I yang satu paket pekerjaan, nilainya mencapai Rp18,6 miliar. Sedangkan Jembatan Sungai Gardu II nilainya Rp2,8 miliar.

“Alhamdulillah selesai sesuai target. Yakni sebelum pelaksanaan Haul Guru Sekumpul,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas menggunakan PUPR Kalsel, Yasin Toyib kemarin.

Dia mengungkapkan , sama seperti Jembatan di Jalan Pen-didikan dan Jembatan Bincau Kabupaten Banjar yang baru diresmikan. Tiga buah jembatan ini juga akan diresmikan. “Sudah diagendakan Kamis (27/2) akan diresmikan. Semoga disana tak lagi terjadi kemacetan. Khususnya saat pelaksanaan Haul Guru Sekumpul,” terangnya.

Seperti diketahui , sebelumnya Jembatan Sungai Lulut struktunya hanya menggunakan kayu dengan lebar hanya 4,5 meter. Sekarang, strukturnya sudah girder beton menggunakan tiang pancang. Bahkan lebarnya menjadi 12 meter. “Kami akui untuk meningkatkan tiga buah jembatan ini cukup susah. Apalagi susahnya pembebasan lahan. Beda dengan dua buah jembatan sebelumnya tanpa pembebasan,” sebutnya.

Selesaikan tiga buah jembatan di kawasan ini disambut antusias warga.Warga saja,para pemilik  kendaraan roda 4, saat pekerjaan jembatan, tak bisa dulu dipakai. Warga harus rela hanya menggunakan kendaraan roda 2 karena ditutupnya Jembatan Sungai Garda II yang berada di tengah tengah  “Selama pekerjaan jembatan ini, mobil saya tempatkan di rumah saudara. Jika di rumah, tak bisa dipakai juga karena tak bisa lewat,” kata Helda, warga Sungai Lulut.

Dikatakannya, tiga buah jembatan ini memang sebelumnya membuat pengendara harus bersabar. Bahkan, dia sendiri  untuk berangkat kerja ke Banjar- masin harus lebih dini. Maklum, lambat sedikit, akan terjebak ke macetan. “Begitu pula ketika pulang kerja. Karena berbarengan. Kemacetan tak bisa dihindari,” imbuhnya. (mof/ema)

 

BANJARMASIN – Menjadi  biang kemacetan bertahun tahun . Lantaran kondisinya kecil dan bahkan memprihatinkan .Sekarang Jembatan Sungai Lulut sudah sangat refresetatif . Tak lagi mengganggu aktivitas warga.

Bagi warga di sana, jembatan ini bisa disebut akses vital. Maklum, perumahan di kawasan tersebut semakin menjamur. Sebaliknya, mereka bekerja ke Banjarmasin. Otomatis harus  melintas jembatan ini.

Pekerja Jembatan ini sempat terkandala . Banyak persoalam yang harus di selesaikan pemerintah sebelum bisa dikerjakan. Dari banyak nya utilitas seperti tiang listrik hingga pipa PDAM Juga yang tak kalah ribet adalah membebaskan lahan yang berdampak .

Maklum, jembatan ini berada di dua daerah .Satu sisi masuk kawasan Kota Banjarmasin , sisi lainnya masuk kawasan Banjar.

Pembebasan lahan di Kabupaten Banjar in membuat prov memutar otak, jembatan pun sempat tak bisa dikerjakan padahal sudah dilakukan lelang proyek.

Kabarnya, untuk membebaskan lahan yang belum bebas, pihak kontraktor rela mengeluarkan dana sendiri demi bebasnya lahan dan bisa bekerja. Jembatan Sungai Lulut ini adalah satu dari tiga jembatan yang dibangun ulang demi menaggulangi kemacetan. Dua jembatan itu adalah Jembatan Sungai Gardu I dan Sungai Gardu II.

Tak hanya soal pembebasan lahan. Untuk mengerjakan Jem- batan Sungai Lulut ini, pihak kontraktor harus memutar otak saat membawa sebanyak 240 tiang pancang jembatan ke kawasan proyek. Pasalnya, untuk melintas lewat darat terhalang Jembatan Sungai Gardu I dan II. Alhasil, tiang pancang dibawa melalui sungai Martapura dari Pelabuhan Trisakti.

 Membangun tiga jembatan ini, Pemprov menggelontorkan tak sedikit dana melalaui APBD Kalsel 2019. Nilainya mencapai Rp21,4 cukup miliar. Khusus Jembatan Sungai pembebasan Lulut dan Sungai Gardu I yang satu paket pekerjaan, nilainya mencapai Rp18,6 miliar. Sedangkan Jembatan Sungai Gardu II nilainya Rp2,8 miliar.

“Alhamdulillah selesai sesuai target. Yakni sebelum pelaksanaan Haul Guru Sekumpul,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas menggunakan PUPR Kalsel, Yasin Toyib kemarin.

Dia mengungkapkan , sama seperti Jembatan di Jalan Pen-didikan dan Jembatan Bincau Kabupaten Banjar yang baru diresmikan. Tiga buah jembatan ini juga akan diresmikan. “Sudah diagendakan Kamis (27/2) akan diresmikan. Semoga disana tak lagi terjadi kemacetan. Khususnya saat pelaksanaan Haul Guru Sekumpul,” terangnya.

Seperti diketahui , sebelumnya Jembatan Sungai Lulut struktunya hanya menggunakan kayu dengan lebar hanya 4,5 meter. Sekarang, strukturnya sudah girder beton menggunakan tiang pancang. Bahkan lebarnya menjadi 12 meter. “Kami akui untuk meningkatkan tiga buah jembatan ini cukup susah. Apalagi susahnya pembebasan lahan. Beda dengan dua buah jembatan sebelumnya tanpa pembebasan,” sebutnya.

Selesaikan tiga buah jembatan di kawasan ini disambut antusias warga.Warga saja,para pemilik  kendaraan roda 4, saat pekerjaan jembatan, tak bisa dulu dipakai. Warga harus rela hanya menggunakan kendaraan roda 2 karena ditutupnya Jembatan Sungai Garda II yang berada di tengah tengah  “Selama pekerjaan jembatan ini, mobil saya tempatkan di rumah saudara. Jika di rumah, tak bisa dipakai juga karena tak bisa lewat,” kata Helda, warga Sungai Lulut.

Dikatakannya, tiga buah jembatan ini memang sebelumnya membuat pengendara harus bersabar. Bahkan, dia sendiri  untuk berangkat kerja ke Banjar- masin harus lebih dini. Maklum, lambat sedikit, akan terjebak ke macetan. “Begitu pula ketika pulang kerja. Karena berbarengan. Kemacetan tak bisa dihindari,” imbuhnya. (mof/ema)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/