alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 20 August 2022

Depresi, Ibu Muda Terjun ke Sungai

BANJARMASIN – Warga Jalan Antasan Kecil Timur geger. Seorang perempuan muda dikabarkan terjun bebas dari atas jembatan. Insiden terjadi pada Minggu (23/2) dini hari.

Syukur, Rabiatul tak jadi tenggelam. Nyaris ditelan sungai, warga yang melihat langsung bercebur untuk memberikan pertolongan. Lalu, mengapa perempuan 19 tahun itu nekat meloncat?

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, malam itu, korban dibonceng suaminya menaiki sepeda motor. Tepat di atas jembatan, korban meminta diturunkan. Sekonyong-konyongnya ia menuju tepi jembatan dan menceburkan diri ke sungai.

Suami korban pun panik. Berteriak meminta tolong. Hingga didengar warga dan relawan BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) yang sedang berjaga di posnya. Suaminya sendiri tak bisa berbuat banyak karena ia tak pandai berenang.

“Suaminya yang berteriak tolong-tolong. Warga langsung berlarian memberikan pertolongan. Untung tubuhnya sempat dijamah dan diangkat dari dalam air. Telat sedikit saja, pasti tenggelam,” tutur warga sekitar.

Sempat tak sadarkan diri, korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Moch Ansari Saleh. Nyawanya pun terselamatkan.

“Alhamdulillah selamat. Tak lama di rumah sakit, ia dibawa pulang keluarga ke rumah. Kabarnya dia menderita depresi selama bertahun-tahun terakhir,” tambah narasumber yang enggan namanya dikorankan tersebut.

Rabiatul saat ini tinggal di Jalan HKSN, Banjarmasi Utara. Rupanya, ini bukan aksi nekat pertamanya. Sekalipun sudah bersuami dan dikaruniai seorang balita.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Polair Polresta Banjarmasin Kompol John Louis Lettedara membenarkan peristiwa tersebut. Personelnya langsung turun ke lokasi begitu memperoleh laporan masyarakat.

“Menurut keterangan orang tuanya, sudah sejak SMP. Kalau depresinya kambuh, bisa berbuat nekat. Begitu pula dengan hasil diagnosa dokter, korban menderita depresi berat,” terang John. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Warga Jalan Antasan Kecil Timur geger. Seorang perempuan muda dikabarkan terjun bebas dari atas jembatan. Insiden terjadi pada Minggu (23/2) dini hari.

Syukur, Rabiatul tak jadi tenggelam. Nyaris ditelan sungai, warga yang melihat langsung bercebur untuk memberikan pertolongan. Lalu, mengapa perempuan 19 tahun itu nekat meloncat?

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, malam itu, korban dibonceng suaminya menaiki sepeda motor. Tepat di atas jembatan, korban meminta diturunkan. Sekonyong-konyongnya ia menuju tepi jembatan dan menceburkan diri ke sungai.

Suami korban pun panik. Berteriak meminta tolong. Hingga didengar warga dan relawan BPK (Barisan Pemadam Kebakaran) yang sedang berjaga di posnya. Suaminya sendiri tak bisa berbuat banyak karena ia tak pandai berenang.

“Suaminya yang berteriak tolong-tolong. Warga langsung berlarian memberikan pertolongan. Untung tubuhnya sempat dijamah dan diangkat dari dalam air. Telat sedikit saja, pasti tenggelam,” tutur warga sekitar.

Sempat tak sadarkan diri, korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Moch Ansari Saleh. Nyawanya pun terselamatkan.

“Alhamdulillah selamat. Tak lama di rumah sakit, ia dibawa pulang keluarga ke rumah. Kabarnya dia menderita depresi selama bertahun-tahun terakhir,” tambah narasumber yang enggan namanya dikorankan tersebut.

Rabiatul saat ini tinggal di Jalan HKSN, Banjarmasi Utara. Rupanya, ini bukan aksi nekat pertamanya. Sekalipun sudah bersuami dan dikaruniai seorang balita.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Polair Polresta Banjarmasin Kompol John Louis Lettedara membenarkan peristiwa tersebut. Personelnya langsung turun ke lokasi begitu memperoleh laporan masyarakat.

“Menurut keterangan orang tuanya, sudah sejak SMP. Kalau depresinya kambuh, bisa berbuat nekat. Begitu pula dengan hasil diagnosa dokter, korban menderita depresi berat,” terang John. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/