alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 20 August 2022

Dewan Minta Perubahan PPDB Disosialisasikan

BANJARBARU – Wakil Ketua Komisi DPRD Banjarbaru, A Nur Irsan Finazli mendorong agar Pemko Banjarbaru perlu persiapan dan sosialisasi ke Masyarakat terkait PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Khususnya kepada orang tua calon siswa.

Hal ini kata Irsan mengingat PPDB sudah di depan mata. Yang mana ia mewanti-wanti agar jangan sampai terjadi permasalahan yang sama di tahun sebelumnya.

“Lagipula, saat ini di PPDB 2020 ada perbedaan sedikit sistem zonasinya. Dalam sistem zonasi PPDB 2019, kuota jalur zonasi itu minimal 80 persen dari total 100 persen. Setelah itu baru sisanya diperuntukkan bagi jalur prestasi dan jalur pindahan,” bukanya.

Maka dari itu, PPDB Tahun 2020 pandangnya untuk kuota jalur zonasi berkurang cukup signifikan. Yakni hanya menjadi 50 persen. Alhasil, konsekuensi logisnya bahwa skema kuota jalur zonasi PPDB 2020 juga berubah, yakni jalur zonasi 50 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan 5 persen dan jalur prestasi 30 persen.

“Jadi, juga perlu diingat bahwa pemerataan akses dan kualitas pendidikan itu harus diiringi dengan inisiatif perbaikan oleh pemerintah kota Banjarbaru. Misalnya redistribusi guru ke sekolah yang kekurangan guru, ini contohnya,” tambah legislator PKS ini.

Dengan pemikiran tersebut, maka tegasnya bahwa perlu persiapan matang oleh Pemko dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru. Agar dapat dipersiapkan secara berkala dalam setiap tahunnya melalui analisa kepegawaiannya.

“Sedikit ilmiah ya, kita ketahui bersama bahwa sistem zonasi itu tidak hanya mengatur pemerataan kualitas sekolah dan peserta didik saja, tetapi juga menitikberatkan pada peran dan komposisi guru di suatu daerah. Sehingga seimbang semuanya, harapannya,” pesannya.

Terakhir, Irsan juga mengingatkan kembali, bahwa kebijakan pusat mengenai zonasi ini harus diselaraskan. “Iya, harus selasar dengan pemerataan kuantitas dan kualitas guru di seluruh sekolah di wilayah kota Banjarbaru,” pungkasnya. (ris/ema)

BANJARBARU – Wakil Ketua Komisi DPRD Banjarbaru, A Nur Irsan Finazli mendorong agar Pemko Banjarbaru perlu persiapan dan sosialisasi ke Masyarakat terkait PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Khususnya kepada orang tua calon siswa.

Hal ini kata Irsan mengingat PPDB sudah di depan mata. Yang mana ia mewanti-wanti agar jangan sampai terjadi permasalahan yang sama di tahun sebelumnya.

“Lagipula, saat ini di PPDB 2020 ada perbedaan sedikit sistem zonasinya. Dalam sistem zonasi PPDB 2019, kuota jalur zonasi itu minimal 80 persen dari total 100 persen. Setelah itu baru sisanya diperuntukkan bagi jalur prestasi dan jalur pindahan,” bukanya.

Maka dari itu, PPDB Tahun 2020 pandangnya untuk kuota jalur zonasi berkurang cukup signifikan. Yakni hanya menjadi 50 persen. Alhasil, konsekuensi logisnya bahwa skema kuota jalur zonasi PPDB 2020 juga berubah, yakni jalur zonasi 50 persen, afirmasi 15 persen, perpindahan 5 persen dan jalur prestasi 30 persen.

“Jadi, juga perlu diingat bahwa pemerataan akses dan kualitas pendidikan itu harus diiringi dengan inisiatif perbaikan oleh pemerintah kota Banjarbaru. Misalnya redistribusi guru ke sekolah yang kekurangan guru, ini contohnya,” tambah legislator PKS ini.

Dengan pemikiran tersebut, maka tegasnya bahwa perlu persiapan matang oleh Pemko dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru. Agar dapat dipersiapkan secara berkala dalam setiap tahunnya melalui analisa kepegawaiannya.

“Sedikit ilmiah ya, kita ketahui bersama bahwa sistem zonasi itu tidak hanya mengatur pemerataan kualitas sekolah dan peserta didik saja, tetapi juga menitikberatkan pada peran dan komposisi guru di suatu daerah. Sehingga seimbang semuanya, harapannya,” pesannya.

Terakhir, Irsan juga mengingatkan kembali, bahwa kebijakan pusat mengenai zonasi ini harus diselaraskan. “Iya, harus selasar dengan pemerataan kuantitas dan kualitas guru di seluruh sekolah di wilayah kota Banjarbaru,” pungkasnya. (ris/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/