alexametrics
22.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Bersiap Sambut Dua Juta Umat, Siapkan RS Lapangan di Sekumpul

MARTAPURA – Haul Abah Guru Sekumpul agenda terbesar melibatkan lintas instansi dan kekuatan dari Kalsel bahkan pemerintah pusat. Magnet haul Sekumpul sangat kuat, jadi daya tarik umat datang ke Martapura mengikuti seluruh rangkaian haul. Jutaan jemaah harus dilayani. Pasalnya, sebagian besar bukan dari Martapura.

Salah satu kesigapan datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha (Raza) Martapura. Rumah sakit pelat merah berencana menambah 10 tempat tidur IGD dan menambah sift kerja karyawan. Fasilitas untuk berjaga-jaga sekaligus antisipasi jemaah yang memerlukan perawatan. Raza juga mendirikan rumah sakit lapangan di halaman Az  Zahra Muslim Store, Simpang Empat Sekumpul.

Pelayanan mini ICU di halaman Az Zahra Sekumpul dibuka sejak 29 Februari – 2 Maret 2020 dengan 10 bed.  Ditambah sarana ambulans dan obat-obatan. Petugas sebanyak 110 personil, terdiri 21 orang tenaga medis, 48 tenaga paramedis. Sisanya petugas lain-lain seperti sopir, perlengkapan dan manajemen. Seluruh jemaah yang berobat dijamin oleh pemerintah Banjar dan Provinsi Kalsel.

Pemerintah Kabupaten Banjar  juga mengantisipasi tumpukan sampah pasca haul. Dinas Lingkungan Hidup Banjar memprediksi naik empat kali lipat dari biasa, berkisar sekitar 500 ton. Kendati relawan kebersihan terus bertambah, kabar terakhir santri Ponpes Mursyidul Amin Gambut pun dikerahkan. Tapi tetap saja memerlukan siasat mengurangi volume sampah.

Diantaranya, jemaah diajak membawa tumbler minuman sendiri. Cara ini lebih ramah lingkungan serta menjadi ganti dari gelas atau botol air mineral yang jadi sampah setelah digunakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjar Boyke W Triestiyanto pun menyatakan, pihaknya menyediakan tandon-tandon air minum isi ulang. “Sejak lama, sampah air kemasan penyumbang terbesar sampah haul. Bila Sekumpul dipadati 2 juta umat, timbunan sampah bekas air kemasan mencapai 750 ton lebih. Bila separo jemaah membawa tumbler, angka sampah bisa ditekan dibawah 500 ton,” ujarnya.

Boyke mengharap jemaah menjaga kebersihan Sekumpul selama haul. Membuang sampah ke tempat yang disediakan.  Semua sampah haul biasanya diangkut setelah kegiatan, dan dibawa ke TPA Regional Banjarbakula. DLH Banjar ujarnya juga membentuk Relawan Kebersihan Lingkungan (RKL) sebanyak 20 orang dari tiap RT.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin juga berpartisipasi menyukseskan haul dengan mengirim mobil toilet dan 5 dump truk pengangkut sampah, serta 50 pasukan kebersihan. Sedangkan DLH Kota Banjarbaru berjanji menurunkan 14 unit truk sampah plus petugas serta 4 toilet portabel yang melayani jemaah di 4 titik. 

Sarana jembatan pada haul ke-15 juga lebih siap. Sarana vital tersebut telah diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, Kamis (20/2) lalu. Pelebaran Jembatan menjadi 7 meter bernilai Rp9,8 miliar berada di Bincau, Martapura dan Jalan Pendidikan, Sekumpul. Sejak puluhan tahun, jembatan di atas aliran irigasi tersebut lebarnya hanya 3 meter. Biang macet ketika jemaah datang dan pulang.

Sedangkan Polres Banjar mengagendakan gelar pasukan pada 25 Februari 2020 di Halaman Pusat perbelanjaan permata Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura. Apel diikuti sekitar 573 personil Polres Banjar ditambah relawan lainnya dengan jumlah keseluruhan 775 personil.

Seperti tahun lalu, Polres Banjar juga menerbangkan 2 drone serta 8 unit kamera pengintai atau CCTV di Sekumpul. Drone dan CCTV ini bertujuan untuk memantau jamaah dari berbagai penjuru. Terutama memberikan pertolongan jemaah pingsan.  Semua CCTV terkoneksi di layar pantau posko Simpang Empat lampu merah Sekumpul depan.

Kasat Sabhara Polres Banjar AKP Rissan Si More More mengimbau kepada jemaah menaati peraturan lalu lintas. Tidak memakai perhiasan mencolok atau membawa uang berlebihan. Memarkir roda 4 dan roda 2 ke lokasi parkir dan dalam kondisi terkunci.

Sementara bagi warga yang tidak ingin ke Sekumpul namun tetap ke Banjarmasin diberikan solusi. Bila pengendara pengguna Jalan Ahmad Yani dari Hulu Sungai menuju arah Banjarmasin, disarankan menggunakan jalan Hauling Km 71 Kecamatan Simpang Empat. Jalannya sudah bagus dan bisa menembus Marabahan dan Banjarmasin sekitar 2 jam. Bila nekat melalui jalur haul, bakal terlambat karena dibutuhkan waktu sekitar 10 jam ke Banjarmasin.

“Diingatkan lagi kepada jemaah menempati lahan parkir sesuai domisili. Warna biru untuk jamaah Hulu Sungai, kuning bagi jamaah asal Tanah Laut serta Merah dari Banjarmasin. Isi stiker dengan nomor telepon pemilik dan ditempelkan pada kendaraan bermotornya,” terangnya.  (mam/yn/bin)

MARTAPURA – Haul Abah Guru Sekumpul agenda terbesar melibatkan lintas instansi dan kekuatan dari Kalsel bahkan pemerintah pusat. Magnet haul Sekumpul sangat kuat, jadi daya tarik umat datang ke Martapura mengikuti seluruh rangkaian haul. Jutaan jemaah harus dilayani. Pasalnya, sebagian besar bukan dari Martapura.

Salah satu kesigapan datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha (Raza) Martapura. Rumah sakit pelat merah berencana menambah 10 tempat tidur IGD dan menambah sift kerja karyawan. Fasilitas untuk berjaga-jaga sekaligus antisipasi jemaah yang memerlukan perawatan. Raza juga mendirikan rumah sakit lapangan di halaman Az  Zahra Muslim Store, Simpang Empat Sekumpul.

Pelayanan mini ICU di halaman Az Zahra Sekumpul dibuka sejak 29 Februari – 2 Maret 2020 dengan 10 bed.  Ditambah sarana ambulans dan obat-obatan. Petugas sebanyak 110 personil, terdiri 21 orang tenaga medis, 48 tenaga paramedis. Sisanya petugas lain-lain seperti sopir, perlengkapan dan manajemen. Seluruh jemaah yang berobat dijamin oleh pemerintah Banjar dan Provinsi Kalsel.

Pemerintah Kabupaten Banjar  juga mengantisipasi tumpukan sampah pasca haul. Dinas Lingkungan Hidup Banjar memprediksi naik empat kali lipat dari biasa, berkisar sekitar 500 ton. Kendati relawan kebersihan terus bertambah, kabar terakhir santri Ponpes Mursyidul Amin Gambut pun dikerahkan. Tapi tetap saja memerlukan siasat mengurangi volume sampah.

Diantaranya, jemaah diajak membawa tumbler minuman sendiri. Cara ini lebih ramah lingkungan serta menjadi ganti dari gelas atau botol air mineral yang jadi sampah setelah digunakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjar Boyke W Triestiyanto pun menyatakan, pihaknya menyediakan tandon-tandon air minum isi ulang. “Sejak lama, sampah air kemasan penyumbang terbesar sampah haul. Bila Sekumpul dipadati 2 juta umat, timbunan sampah bekas air kemasan mencapai 750 ton lebih. Bila separo jemaah membawa tumbler, angka sampah bisa ditekan dibawah 500 ton,” ujarnya.

Boyke mengharap jemaah menjaga kebersihan Sekumpul selama haul. Membuang sampah ke tempat yang disediakan.  Semua sampah haul biasanya diangkut setelah kegiatan, dan dibawa ke TPA Regional Banjarbakula. DLH Banjar ujarnya juga membentuk Relawan Kebersihan Lingkungan (RKL) sebanyak 20 orang dari tiap RT.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin juga berpartisipasi menyukseskan haul dengan mengirim mobil toilet dan 5 dump truk pengangkut sampah, serta 50 pasukan kebersihan. Sedangkan DLH Kota Banjarbaru berjanji menurunkan 14 unit truk sampah plus petugas serta 4 toilet portabel yang melayani jemaah di 4 titik. 

Sarana jembatan pada haul ke-15 juga lebih siap. Sarana vital tersebut telah diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, Kamis (20/2) lalu. Pelebaran Jembatan menjadi 7 meter bernilai Rp9,8 miliar berada di Bincau, Martapura dan Jalan Pendidikan, Sekumpul. Sejak puluhan tahun, jembatan di atas aliran irigasi tersebut lebarnya hanya 3 meter. Biang macet ketika jemaah datang dan pulang.

Sedangkan Polres Banjar mengagendakan gelar pasukan pada 25 Februari 2020 di Halaman Pusat perbelanjaan permata Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura. Apel diikuti sekitar 573 personil Polres Banjar ditambah relawan lainnya dengan jumlah keseluruhan 775 personil.

Seperti tahun lalu, Polres Banjar juga menerbangkan 2 drone serta 8 unit kamera pengintai atau CCTV di Sekumpul. Drone dan CCTV ini bertujuan untuk memantau jamaah dari berbagai penjuru. Terutama memberikan pertolongan jemaah pingsan.  Semua CCTV terkoneksi di layar pantau posko Simpang Empat lampu merah Sekumpul depan.

Kasat Sabhara Polres Banjar AKP Rissan Si More More mengimbau kepada jemaah menaati peraturan lalu lintas. Tidak memakai perhiasan mencolok atau membawa uang berlebihan. Memarkir roda 4 dan roda 2 ke lokasi parkir dan dalam kondisi terkunci.

Sementara bagi warga yang tidak ingin ke Sekumpul namun tetap ke Banjarmasin diberikan solusi. Bila pengendara pengguna Jalan Ahmad Yani dari Hulu Sungai menuju arah Banjarmasin, disarankan menggunakan jalan Hauling Km 71 Kecamatan Simpang Empat. Jalannya sudah bagus dan bisa menembus Marabahan dan Banjarmasin sekitar 2 jam. Bila nekat melalui jalur haul, bakal terlambat karena dibutuhkan waktu sekitar 10 jam ke Banjarmasin.

“Diingatkan lagi kepada jemaah menempati lahan parkir sesuai domisili. Warna biru untuk jamaah Hulu Sungai, kuning bagi jamaah asal Tanah Laut serta Merah dari Banjarmasin. Isi stiker dengan nomor telepon pemilik dan ditempelkan pada kendaraan bermotornya,” terangnya.  (mam/yn/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/