alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Dipangkas Karena Rawan Timpa Pengendara

BANJARBARU – Ratusan pohon di sepanjang Jalan A Yani dari Batas Kota Banjarbaru hingga Liang Anggang dilakukan pemangkasan. Dahan atau ranting-ranting yang dianggap rawan lapuk dibersihkan.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kegiatan pemangkasan dilakukan sejak Kamis (20/2) pagi. Titik awal pemangkasan menyisir dari Batas Kota hingga mengarah ke depan kampus ULM Banjarbaru.

Sontak, pemangkasan ini mengundang pengguna jalan. Khususnya mereka yang berdomisili di Kota Banjarbaru. Beberapa menilai, bahwa pemangkasan membuat jalan menjadi kurang teduh.

“Agak disayangkan sih, soalnya enak ‘kan jadi teduh kalau cuaca terik. Tetapi kalau niatnya untuk kebaikan bersama, ya saya pada prinsipnya mendukung saja apa kebijakan pemerintah,” kata Aulia, warga Sungai Besar Banjarbaru.

Rupanya, pemangkasan ini dilakukan oleh tim Sweeping Pohon Tua Dinas Pertamanan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru. Tampak, tim ini menggunakan mobil crane untuk menjangkau titik dahan yang ingin dipangkas.

Kabid Pertamanan, PJU dan Pemakaman Disperkim Banjarbaru, Sartono menjelaskan bahwa pemangkasan memang agenda rutin. Dasarnya katanya karena ada beberapa dahan yang berpotensi jatuh ke badan jalan.

“Kita memangkas, bukan menebang. Jadi dahan yang rawan atau dirasa terlalu merembet ke jalan akan dirapikan. Untuk titiknya dari Batas Kota hingga Liang Anggang sepanjang Jalan A Yani,” jelasnya.

Pemangkasan ini klaim Sartono penting dilakukan. Mengingat, pihaknya kerap mendapat laporan bahwa ada dahan pohon yang jatuh ke jalan. “Bahkan pelepah pinang ada yang menimpa pengendara. Makanya ini kita pangkas agar tidak membahayakan.”

Pemangkasan rencananya menyasar 130 pohon. Dengan target satu hari mampu memangkas 15 pohon.

Target ini terbilang lebih intens. Lantaran, ini ujarnya juga bagian dari kesiapan menyambut jemaah Haul Abah Guru Sekumpul akhir bulan nanti. “Sebenarnya rutin pemangkasannya, tapi ini kita genjot selama delapan hari. Jadi sebelum Haul sudah rampung.”

Untuk pemangkasan ini, Disperkim ujarnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru. Karena alasannya untuk keselamatan, maka DLH klaimnya telah memberikan rekomendasi.

“Karena kan ini juga musim penghujan yang disertai angin kencang. Sehingga rawan sekali ada pohon atau dahan yang lapuk bakal tumbang. Nah kita ingin mengantisipasi hal ini,” pungkasnya. (rvn/ij/ram)

BANJARBARU – Ratusan pohon di sepanjang Jalan A Yani dari Batas Kota Banjarbaru hingga Liang Anggang dilakukan pemangkasan. Dahan atau ranting-ranting yang dianggap rawan lapuk dibersihkan.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kegiatan pemangkasan dilakukan sejak Kamis (20/2) pagi. Titik awal pemangkasan menyisir dari Batas Kota hingga mengarah ke depan kampus ULM Banjarbaru.

Sontak, pemangkasan ini mengundang pengguna jalan. Khususnya mereka yang berdomisili di Kota Banjarbaru. Beberapa menilai, bahwa pemangkasan membuat jalan menjadi kurang teduh.

“Agak disayangkan sih, soalnya enak ‘kan jadi teduh kalau cuaca terik. Tetapi kalau niatnya untuk kebaikan bersama, ya saya pada prinsipnya mendukung saja apa kebijakan pemerintah,” kata Aulia, warga Sungai Besar Banjarbaru.

Rupanya, pemangkasan ini dilakukan oleh tim Sweeping Pohon Tua Dinas Pertamanan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru. Tampak, tim ini menggunakan mobil crane untuk menjangkau titik dahan yang ingin dipangkas.

Kabid Pertamanan, PJU dan Pemakaman Disperkim Banjarbaru, Sartono menjelaskan bahwa pemangkasan memang agenda rutin. Dasarnya katanya karena ada beberapa dahan yang berpotensi jatuh ke badan jalan.

“Kita memangkas, bukan menebang. Jadi dahan yang rawan atau dirasa terlalu merembet ke jalan akan dirapikan. Untuk titiknya dari Batas Kota hingga Liang Anggang sepanjang Jalan A Yani,” jelasnya.

Pemangkasan ini klaim Sartono penting dilakukan. Mengingat, pihaknya kerap mendapat laporan bahwa ada dahan pohon yang jatuh ke jalan. “Bahkan pelepah pinang ada yang menimpa pengendara. Makanya ini kita pangkas agar tidak membahayakan.”

Pemangkasan rencananya menyasar 130 pohon. Dengan target satu hari mampu memangkas 15 pohon.

Target ini terbilang lebih intens. Lantaran, ini ujarnya juga bagian dari kesiapan menyambut jemaah Haul Abah Guru Sekumpul akhir bulan nanti. “Sebenarnya rutin pemangkasannya, tapi ini kita genjot selama delapan hari. Jadi sebelum Haul sudah rampung.”

Untuk pemangkasan ini, Disperkim ujarnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru. Karena alasannya untuk keselamatan, maka DLH klaimnya telah memberikan rekomendasi.

“Karena kan ini juga musim penghujan yang disertai angin kencang. Sehingga rawan sekali ada pohon atau dahan yang lapuk bakal tumbang. Nah kita ingin mengantisipasi hal ini,” pungkasnya. (rvn/ij/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/