alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

ASTAGA..! Masih Ada Desa di Batola Tak Menikmati Listrik

BANJARMASIN – Zaman sudah modern. Tapi, masih ada wilayah yang belum terjamah aliran listrik. Itu terungkap saat anggota DPRD Provinsi Kalsel Karli Hanafi Kalianda melakukan reses di Desa Pantang Raya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (21/2).

Pertemuan warga Desa Pantang Raya dengan anggota dewan berlangsung di aula desa. Kepala Desa (Kades) Mirhan mengungkapkan masih ada wilayah di desanya yang belum tersentuh aliran listrik. Di RT 6. “Penerangan jalan di wilayah kami juga masih kurang,” ungkap Mirhan di hadapan anggota dewan.

Penduduk di desa tersebut mata pencaharian utama sebagai petani. Namun, areal pertaniannya cukup terganggu perkebunan kelapa sawit yang membuat air berubah kecokelatan dan rasanya asam. “Jika air pasang dari perkebunan akan masuk ke persawahan. Bisa mengakibatkan padi mati. Demikian pula ikan juga tidak bisa hidup dan berkembang biak,” keluhnya.

Mirhan meminta dicarikan jalan keluarnya kepada DPRD Kalsel. Pihaknya sudah mencoba mengirimkan surat kepada perusahaan perkebunan. “Tapi, sampai saat ini tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Karli berjanji untuk memperjuangkan aspirasi warga. Termasuk masalah infrastruktur jalan dan jembatan yang sebagian besar kondisinya rusak parah. “Kami akan perjuangkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Karli juga menggelar reses di Desa Tabukan Raya, Kecamatan Tabukan yang dihadiri warga, perangkat desa, serta Kades Yuliana.(gmp/az/dye)

BANJARMASIN – Zaman sudah modern. Tapi, masih ada wilayah yang belum terjamah aliran listrik. Itu terungkap saat anggota DPRD Provinsi Kalsel Karli Hanafi Kalianda melakukan reses di Desa Pantang Raya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (21/2).

Pertemuan warga Desa Pantang Raya dengan anggota dewan berlangsung di aula desa. Kepala Desa (Kades) Mirhan mengungkapkan masih ada wilayah di desanya yang belum tersentuh aliran listrik. Di RT 6. “Penerangan jalan di wilayah kami juga masih kurang,” ungkap Mirhan di hadapan anggota dewan.

Penduduk di desa tersebut mata pencaharian utama sebagai petani. Namun, areal pertaniannya cukup terganggu perkebunan kelapa sawit yang membuat air berubah kecokelatan dan rasanya asam. “Jika air pasang dari perkebunan akan masuk ke persawahan. Bisa mengakibatkan padi mati. Demikian pula ikan juga tidak bisa hidup dan berkembang biak,” keluhnya.

Mirhan meminta dicarikan jalan keluarnya kepada DPRD Kalsel. Pihaknya sudah mencoba mengirimkan surat kepada perusahaan perkebunan. “Tapi, sampai saat ini tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Karli berjanji untuk memperjuangkan aspirasi warga. Termasuk masalah infrastruktur jalan dan jembatan yang sebagian besar kondisinya rusak parah. “Kami akan perjuangkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Karli juga menggelar reses di Desa Tabukan Raya, Kecamatan Tabukan yang dihadiri warga, perangkat desa, serta Kades Yuliana.(gmp/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/